nagiest

Memberi adalah sebuah komunikasi yang terbaik

nagiest

Cara terbaik dalam menasihati anak-anakmu adalah mencari tahu apa yang mereka inginkan dan lalu nasehatilah mereka bagaimana melakukannya

nagiest

Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak-anak. Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia

nagiest

Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, Namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali

nagiest

Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan

Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Trans TV Kembali Berulah, Teuku Wisnu Memfatwakan Faham Wahabi

MusliModerat.Com - Heboh, sosial media digemparkan dengan adanya fatwa yang  dikeluarkan oleh salah satu Ustadz/ Ustadzah Artis di Indonesia. Dalam sebuah program TV bertajuk “Berita Islam Masa Kini” di salah satu televisi nasional, Ustadz/ Ustadzah Artis fenomenal selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit.
Ustadzah Artis fenomenal, sebutlah namanya ZM, berfatwa membacakan Quran Surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal adalah perbuatan bid’ah (sesat) karena tidak dilakukan oleh Rasulullah. Sementara itu, Ustadz Artis fenomenal yang lain, katakanlah inisial TW, di televisi dan waktu yang sama juga membenarkan dan menguatkan fatwa Ustadzah Artis ZM tersebut. Dikatakan oleh Ustadz Artis TW itu bahwasanya mengirim Al-Fatihah untuk orang yang telah meninggal itu tidak ada dalilnya dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Entahlah apa yang ada pada pikiran Ustadzah Artis ZM dan Ustadz Artis TW itu sehingga bisa dengan mudahnya menyalahkan amaliah ahlussunah yang banyak dilakukan oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia.

Menanggapi fatwa “nyeleneh” ini, Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya yang juga Mantan Ketua LBM NU Surabaya dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin ikut angkat bicara. Dalam akun Facebooknya, beliau menyatakan keheranannya. Alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri ini menyatakan entah sejak kapan kirim Al-Fatihah tidak sampai padahal di masa ulama Madzhab dahulu bacaan Al-Fatihah sampai, kok kata Ustadz/ Ustadzah Artis TV di zaman sekarang tidak sampai. Beliau pun mengungkapkan salah satu dalil amaliah sampainya pahala bacaan Quran Surat Al-Fatihah untuk mayit menurut pendapat madzhab Hanbali:
وقال أحمد بن محمد المروذي :[ سمعت أحمد بن حنبل رحمه الله يقول : إذا دخلتم المقابر فاقرءوا بفاتحة الكتاب والمعوذتين وقل هو الله أحد واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم… (مطالب اولي النهى من الحنابلة)
“Al-Marwadzi berkata bahwa ia mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Jika kalian masuk ke kuburan, maka bacalah Al-Fatihah, Al-Falaq dan An-Nas, serta al-Ikhlas. Jadikan pahalanya untuk ahli kubur, maka akan sampai kepada mereka” (Mathalib Uli al-Nuha, madzhab Hanbali).
Sebagaimana pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, ulama-ulama Salafi pun berpendapat yang sama tentang sampainya pahala bacaan Qur’an, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Al-Utsaimin, dan Nashiruddin Al-Albani. Tapi anehnya para pengikut ulama Salafi seperti Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM menyelisihi pendapat ulama yang dianutnya.

CUPLIKAN TRANSKIP PERCAKAPAN DAN VIDEO FATWA USTADZ/ USTADZAH ARTIS FENOMENAL
Berikut adalah cuplikan transkip percakapan dan rekaman video fatwa Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM yang menghebohkan:
Ustadzah Artis ZM: “… Pembahasan yang sangat penting dan menarik buat saya, karena terus terang saya baru tahu sekarang kalau yang namanya Al-Fatihah, saya sering banget membacakan surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal biasanya habis shalat tapi ternyata Rasulullah tidak menjalankannya“.
Ustadz Artis TW: “Nah itu dia… Poin yang paling penting sebenarnya yang harus kita benarkan adalah ada dua syarat diterimanya amalan oleh Allah Ta’ala. Yaitu yang pertama ikhlas, dan yang kedua sesuai dengan anjuran Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Nah ini dia ketika ada yang menyampaikan sesuatu kita harus tanya dulu ada dalilnya atau nggak begitu ya. Nah ini juga hak kita sebagai para jamaah misalnya berdiri di suatu majelis dengan ustadz, ya ustadz kalau membaca Al-Fatihah setelah eh.. ada untuk mengirim untuk orang yang telah meninggal ataupun setelah shalat baca Fatihah dan kita ada punya hak untuk bertanya kepada ustadz, ustadz afwan kira-kira ada dalilnya begitu? (Ustadzah ZM menyahut: Dalilnya apa?). Nah balik lagi supaya kita menuntut ilmu, kan menuntut ilmu wajib ya, dan ini menjadikan kita sebagai seorang muslim dan muslimah yang semakin berilmu dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Ustadzah Artis ZM: “Jangan sampai ketika melakukan sesuatu dengan niat yang baik tapi justru kita malah melakukan bid’ah“.
PENDAPAT ULAMA SALAFI TENTANG SAMPAINYA PAHALA BACAAN AL-QUR’AN KEPADA MAYIT
Ulama rujukan Salafi, Ibnu Taimiyah, berkata di dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa juz 24 halaman 367:
وأما القراءة والصدقة وغيرهما من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه أيضا الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره. وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه
“Adapun bacaan Al-Quran, shodaqoh dan ibadah lainnya termasuk perbuatan yang baik dan tidak ada pertentangan dikalangan ulama ahlussunnah wal jamaah bahwa sampainya pahala ibadah amaliah seperti shodaqoh dan membebaskan budak. Begitu juga dengan doa, istighfar, shalat dan doa di kuburan. Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit”.
Bahkan Ibnu Taimiyah juga menyebutkan bahwa pendapat yang mengatakan pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit adalah pendapat dari Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Berikut ini adalah perkataan beliau dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa:
وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه فقد ثبت في الصحيحين عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: {من مات وعليه صيام صام عنه وليه} وثبت أيضا: {أنه أمر امرأة ماتت أمها وعليها صوم أن تصوم عن أمها} . وفي المسند عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لعمرو بن العاص: {لو أن أباك أسلم فتصدقت عنه أو صمت أو أعتقت عنه نفعه ذلك} وهذا مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي
“Para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit. Karena diriwayatkan bahwa nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dan dia punya hutang puasa maka boleh bagi walinya untuk berpuasa atas si mayit”. Dan ini adalah pendapat Ahmad bin Hanbal, Abu Hanifah dan beberapa ulama Malikiyah dan Syafiiyah”.
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, ulama rujukan pengikut Salafi yang lain juga mengatakan bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam kitab Ar-Ruh halaman 122:
هذه النصوص متظاهرة على وصول ثواب الأعمال إلى الميت إذا فعلها الحي عنه وهذا محض للقياس فإن الثواب حق للعامل فإذا وهبه لأخيه المسلم لم يمنع من ذلك كما لم يمنع من هبة ماله في حياته وإبرائه له من بعد موته وقد نبه النبي بوصول ثواب الصوم الذي هو مجرد ترك ونية تقوم بالقلب لا يطلع عليه إلا الله وليس بعمل الجوارح على وصول ثواب القراءة التي هي عمل باللسان تسمعه الأذن وتراه العين بطريق الأولى. ويوضحه أن الصوم نية محضة وكف النفس عن المفطرات وقد أوصل الله ثوابه إلى الميت فكيف بالقراءة التي هي عمل ونية بل لا تفتقر إلى النية فوصول ثواب الصوم إلى الميت فيه تنبيه على وصول سائر الأعمال. والعبادات قسمان مالية وبدنية وقد نبه الشارع بوصول ثواب الصدقة قال على وصول ثواب سائر العبادات المالية ونبه بوصول ثواب الصوم على وصول ثواب سائر العبادات البدنية وأخبر بوصول ثواب الحج المركب من المالية والبدنية فالأنواع الثلاثة ثابتة بالنص والاعتبار. وبالله التوفيق ( كتاب الروح لابن القيم الجوزية, ص : 122
“Dalil-dalil ini sangat jelas sekali bahwa amal ibadah itu sampai kepada mayit jika yang melakukan adalah orang yang masih hidup. Jika orang itu menghadiahkan pahalanya buat saudaranya maka pahalanya sampai seperti sampainya pahala puasa sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi. Allah telah menyampaikan pahala puasa bagi mayit maka begitu juga dengan pahala bacaan. Ibadah itu dibagi menjadi dua. Yaitu ibadah maliyah dan ibadah badaniyah. Sungguh Allah telah menjelaskan tetang sampainya pahala ibadah maliyah seperti shodaqoh dan pahala badaniyah seperti puasa dan begitu juga pahala haji yang merupakan ibadah badaniyah sekaligus ibadah maliyah. Dan hal ini berdasarkan nash-nash yang ada”.
Sementara itu Al-Utsaimin juga mengatakan hal yang sama bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam majmu fatawa dan wa rosail beliau sebagai berikut:
الناس على قولين معروفين: أحدهما: أن ثواب العبادات البدنية من الصلاة والقراءة ونحوهما يصل إلى الميت كما يصل إليه ثواب العبادات المالية بالإجماع وهذا مذهب أبي حنيفة وأحمد وغيرهما وقول طائفة من أصحاب مالك والشافعي وهو الصواب لأدلة كثيرة ذكرناها في غير هذا الوضع. والثاني: أن ثواب العبادة البدنية لا يصل إليه بحال وهو المشهور عند أصحاب الشافعي ومالك. ( مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين .ج 7 / ص 159
“Ada dua pendapat diantara ulama: yang pertama bahwa pahala ibadah badaniyah seperti shalat dan bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit sebgaimana sampainya pahala ibadah maliyah. Dan ini adalah madzhab Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama Syafiiyah dan Malikiyah. Dan ini adalah pendapat yang benar berdasarkan dalil-dalil. Pendapat yang kedua mengatakan tidak sampainya ibadah badaniyah. Dan ini pendapat masyhur Imam Syafiiy dan Imam Malik”.
Sedangkan ulama Salafi lainnya, Nashiruddin Al-Albani, berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit jika yang membacanya adalah seorang anak yang menghadiahkan pahalanya untuk orang tuanya. Adapun bacaan Al-Quran yang dibaca oleh orang lain maka tidak sampai pahalanya. Berikut perkataan beliau dalam salah satu sesi tanya jawab:
قال الشيخ الألباني : إذا كان الذي يقرأ القران هو الولد للموتى سواء كان أبا او اما فهذه القراءة تنفع وأما من سوى الأولاد فلا تنفع قراءتهم
“Berkata Al-Albani: “Jika yang membacaAl-Quran itu adalah seorang anak untuk bapak dan ibunya maka bacaanya bermanfaat bagi si mayit. Adapun jika orang lain yang membacanya maka tidak bermanfaat bacaan mereka itu bagi si mayit”.
Sumber: elhooda.net

4 Ayat Perlindungan Diri

 Khazanahalquran.com – Seorang guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanafi yang bernama Imam Ja’far As-Shodiq pernah berpesan mengenai ayat-ayat perlindungan beserta janji Allah dibalik ayat-ayat tersebut, beliau berkata,

“Aku heran kepada orang yang takut sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ -١٧٣-

“Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.”
(Ali Imran 173)


Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ -١٧٤-

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah Mempunyai karunia yang besar.”
(Ali Imran 174)


Aku heran kepada orang yang bersedih sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ -٨٧-

“Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(Al-Anbiya’ 87)


Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ -٨٨-

“Maka Kami Kabulkan (doa)nya dan Kami Selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami Menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
(Al-Anbiya’ 88)


Aku heran kepada orang yang ditipu (dipermainkan) sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ -٤٤-

“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
(Ghofir 44)

Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا -٤٥-

“Maka Allah Memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka.”
(Ghofir 45)

Aku heran kepada orang yang mencari dunia sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ -٣٩-

“Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”
(Al-Kahfi 39)

Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَعَسَى رَبِّي أَن يُؤْتِيَنِ خَيْراً مِّن جَنَّتِكَ -٤٠-

“Maka mudah-mudahan Tuhan-ku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini).”
(Al-Kahfi 40)


Marilah kita mulai membiasakan lisan untuk berdzikir dan menguatkan hati dengan ayat-ayat Allah swt. Karena dibalik ayat-ayat suci ini ada janji-janji indah yang menanti. Dan Allah sungguh Maha Menepati Janji.

http://www.khazanahalquran.com/4-ayat-perlindungan-diri

Surat Terbuka Untuk Ustadz Teuku Wisnu


Dari dulu saya ingin sekali ngajak ngopi bareng sambil diskusi sama Ustadz fenomenal TEUKU WISNU dan Ustadzah hebat ZASKIA ADYA MECCA.

Dua ‘pemuka agama’ ini pada intinya mengatakan “Hadiah Bacaan Al-Fatihah itu BID’AH dan tidak sampai pahalanya ke mayit”.
Jadi begini Pak Ustadz Teuku Wisnu dan Ustadzah Zaskia Adya Mecca.

Anda berdua sudah pernah dengar kan hadits shahih ini ?

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Katanya kalo sudah meninggal tidak mendapat kiriman pahala dari yang hidup ? Berarti hadits di atas SALAH dong menurut anda ?
Atau jangan-jangan anda tidak pernah mendoakan orang tua anda / kakek nenek anda yang sudah meninggal ?

Kalau tidak mau dikirimkan hadiah fatihah kepada keluarga anda yang sudah meninggal, oke deh saya krimkan doa semoga keluarga anda yang sudah meninggal disiksa di neraka dengan seberat-berat siksaan. Nah looohh… Kira-kira sampai nggak doa itu ?

Apa ‘sampeyan berdua pernah baca hadits ini ?

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756).

Wah, sedekah KEBUN saja bisa sampai bro and sis, apalagi sedekah Bacaan Al-Fatihah yang punya banyak khasiat ?
Padahal EMPAT MADZHAB yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali TELAH SEPAKAT sampainya pahala bacaan Al-Qur’an kepada si mayit.

1. IMAM HANAFI

من صام أو صلى أو تصدق وجعل ثوابه لغيره من الأموات أو الأحياء جاز ويصل ثوابها إليهم
Barangsiapa puasa, sholat atau bershodaqah dan ia jadikan pahalanya untuk orang yang mati atau yang hidup,maka boleh dan sampai pahalanya itu kepada mereka.

2. IMAM MALIKI

وإن قرأ الرجل وأهدى ثواب قراءته للميت جاز ذلك وحصل للميت أجره
Jika seseorang membaca Al Qur’an, dan ia hadiahkan pahalanya untuk mayit, maka boleh itu dan sampai pahalanya untuk si mayit

3. IMAM SYAFI’I

قال الشوكاني : وقال في شرح الكنز إن الأنسان أن يجعل ثواب عمله لغيره صلاة كان او صوما او حجا او صدقة اوقرأة قرأن او غير ذلك من جميع أنواع البر،ويصل ذلك إلى الميت و ينفعه
Bahwasannya manusia itu bisa menjadikan pahala amalnya itu untuk orang lain, baik berupa sholat, puasa, haji, sodakoh atau bacaan Al Qur’an atau selain dari itu semua yang berupa berbagai macam amal kebaikan, dan pahalanya itu semua bisa sampai kepada mayit dan bisa bermanfaat bagi mayit.

4. IMAM HAMBALI

وحكي عن أحمد بن حنبل : أنه قال : يلحق الميت ثواب ما يفعل عنه من الصلاة والقراءة والذكر
Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hambal, bahwa beliau berkata : Mayit bisa mendpat pahala yang dikerjakan untuk dia dari sholat, bacaan Al Qur’an dan Dzikir-dzikir.

Kalau MASIH BELUM PERCAYA ini ada fatwa dari ulama Salafi / Wahabi fenomenal seperti IBNU TAIMIYAH

وأما قراءة القرآن والصدقة وغيرها من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره، وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية كالصوم والصلاة والقراءة، والصواب أن الجميع يصل إلى الميت وهذا مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي، وهو ينتفع بكل ما يصل إليه من كل مسلم سواء كان من أقاربه أو غيرهم انتهى ( مجموع الفتوى ج24 ص366 ).

Adapun membaca al-Qur’an, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya, maka tidak ada pertentangan di kalangan ulama Sunnah Wal-Jama’ah tentang sampainya pahala ibadah yang bersifat harta seperti sedekah dan memerdekakan budak.

Sebagaimana sampai pula pahala doa, istighfar, shalat jenazah dan berdoa di makamnya. Para ulama bertentangan tentang sampainya pahala amalan-amalan yang bersifat fisik seperti puasa, shalat dan membaca al-Qur’an. Pendapat yang benar, semua itu sampai kepada mayit. Ini adalah madzhab Ahmad, Abu Hanifah dan sekelompok dari pengikut Malik dan al-Syafi’i. Mayit dapat mengambil manfaat dengan setiap kebaikan yang sampai kepadanya dari setiap Muslim, baik dari kerabatnya maupun orang lain. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, juz 24 halaman 366).
Tambahan lagi dari Ulama Wahabi MUHAMMAD BIN SHALIH AL UTSAIMIN

Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata dalam fatwanya sebagai berikut:

الراجح أن الميِّت ينتفع بذلك وأنَّه يجوز للإنسان أن يقرأ بنيَّة أنَّه لفلان أو فلانة من المسلمين سواء كان قريباً أم غير قريب لأنَّه ورد في جنس العبادات جواز صرفها للميِّت انتهى . (المجموع الثمين من فتاوى ابن عثيمين ج2ص115 ).

Pendapat yang unggul, sesungguhnya orang yang mati dapat mengambil manfaat dengan kiriman pahala tersebut. Seseorang boleh membaca al-Qur’an atau Surat al-Fatihah dengan niat untuk si Fulan atau Fulanah dari kaum Muslimin, baik dia kerabatnya atau pun bukan kerabatnya. Karena telah datang dalil bolehnya menghadiahkan pahala dalam jenis ibadah tersebut kepada orang yang meninggal dunia. (Ibnu ‘Utsaimin, al-Majmu’ al-Tsamin min Fatawa Ibn ‘Utsaimin, juz 2 halaman 115).

Kalau sampai masih belum percaya lagi, begini saja, apabila Ustadz Abu Adam Teuku Wisnu dan Ustadzah Zaskia Adya Mecca suatu saat nanti meninggal, akan saya kirimkan bacaan Surat Al-Fatihah bahkan bila perlu kubacakan 30 juz Al Qur’an.

Jika memang TIDAK SAMPAI silahkan menghubungi saya di
nomor HP/ WhatsApp / Line : 085742760197
Atau Pin BB : 7EBB9D6E
Demikian BERITA ISLAM MASA KUNA, sampai jumpa kembali di lain kesempatan.

Sumber: muslimoderat.com

Senin, 10 Maret 2014

2 + 2 = 5

Ada sebuah film pendek yang sangat menarik untuk ditonton, judulnya "2 + 2 = 5". Jika dilihat dari judulnya sudah mengundang ketertarikan sendiri buat kita, bagaimana tidak, judulnya sangat salah besar, anak kecil saja tau kalau 2 +2 =4 tapi kenapa di film ini penjumlahan tersebut hasilnya 5 ???

Rupanya disinilah menariknya film pendek yang diproduksi di negeri Iran tersebut. Setelah menonton film ini ternyata sangat besar pesan moral yang terdapat didalamnya.
Ceritanya ada sebuah guru yang sedang mengajar,dia menulis di papan tulis 2+2=5. Anak-anak pun pada kebingungan,tetapi dengan sikap kasarnya si guru membentak dan memerintahkan untuk mengikuti dia. ketika ada salah satu anak yang tidak mengikuti dia langsung menjadi musuhnya dan diperintahkan untuk dibunuh.
Rupanya si pembuat film ingin menjelaskan bahwa sekarang sedang marak muncul pemahaman dalam Islam yang seperti itu, yang tidak ikut dengan dia maka adalah musuh dan boleh dibunuh walaupun pemahamannya itu salah. Untuk lebih jelasnya bisa tonton langsung film pendek tersebut dengan durasi hanya sekitar 7 menit berikut linknya : 2+2=5

Kamis, 07 November 2013

Cerita Dibalik Seminar Sunni Syiah Di Jakarta 5 Nov 2013

Selasa 5 November 2013 yang juga bertepatan dengan 1 Muharram 1435 h, telah diadakan Seminar Polemik Suksesi Kekhalifahan Dan Tragedi Berdarah Karbala, Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Mazhab Islam. Acara ini diadakan untuk menambah wawasan umat islam tetang sunni dan syiah. Di hadiri oleh 200 an orang. Rencananya seminar ini akan diisi dengan  5 orang nara sumber yaitu Ust. Drs. A. Subki Saiman, MA.(pengkaji Sunni dan Syiah), H. Abdul Chair (akademisi), DR. Fuad Jabali, MA. (dir. lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Ust. M.Thalib ( amir Majlis Mujahidin Indonesia) dan Ust. DR. Umar Shahab, MA ( Ketua Dewan Syuro DPP Ahlul Bait Indonesia).

Masalah terjadi saat pembicara dari pihak Syiah yaitu Ust. Umar Shahab batal untuk mempresentasikan makalahnya karena dilarang oleh panitia. Panitia beralasan makalah yang dibuat oleh ust Umar tidak sesuai dengan tema. Hal ini diakui oleh ketua panitia M.A Akib sebagai kekhilafan pihak panitia karena panitia baru mengetahui ketidak sesuaian itu pada saat berlangsungnya acara tersebut dan tidak membaca dari sebelumnya . Padahal makalah tersebut telah dijilid dan dibagikan kepada peserta seminar.

Menurut Ust Umar sendiri bahwa beliau diminta oleh panitia untuk tidak jadi berbicara di seminar tersebut. Mengenai masalah makalahnya, menurut beliau bahwa pihak panitia bukan tidak membaca makalahnya, sebelum mereka cetak mereka sudah baca. Terbukti ada pesan sms dari ketua panitia yang meminta beliau untuk menambahkan persoalan "taqrib" dari makalah beliau yang memang tidak disebutkan secara tegas. Sms ini menggambarkan bahwa mereka sudah baca. Dan mereka sudah mencetakanya, jika ini adalah sebuah kesalahan, maka kesalahan terbesar pihak panitia adalah ketika mereka meminta ust Umar shahab untuk batal sebagai pembicara.

Jika panitia "sebenarnya" sudah tahu isi dari makalah tersebut kemudian mereka mencetaknya dan membagikan kepada peserta, berarti pada saat itu sebenarnya tidak ada masalah pada makalahnya. Adanya penolakan terjadi setelah makalah tersebut dibagi kepada para peserta. Bisa jadi ada oknum-oknum yang tidak ingin ust Umar Shahab memaparkan makalahnya karena takut dengan materi yang bakal sulit dibantah, mereka mengancam panitia. Karena bagi para musuh syiah cara apapun boleh dilakukan untuk mencegah perkembangan mazhab ahlulbait ini. 


Yang tidak kalah menarik adalah arrahmah.com,media yang selalu condong kepada alirannya para teroris yang sudah terkenal dengan fitnah-fitnahnya kepada ummat Islam ikut memberikan pemberitaannya.

# Pada Selasa, 2 Muharram 1435 H / 5 November 2013 18:1 dia melaporkan bahwa Ust. Umar kabur dari sebuah DISKUSI SUNNI SYIAH http://www.arrahmah.com/news/2013/11/05/umar-shahab-kabur-akui-syiah.html 



# Dan 2 jam kemudian dia memberitakan, ternyata : UST. UMAR DILARANG PANITIA YANG KETAKUTAN JIKA UST UMAR SHAHAB MENYAMPAIKAN MAKALAHNYA DIHADAPAN AUDIEN PADA SEMINAR TERSEBUT

inilah kelakuan situs berita paling aneh dan provokatif yang TIDAK PUNYA MALU DAN ETIKA BERITA SAMA SEKALI.
berita yang pertama mengatakan kalo Ust Umar shahab kabur karena diminta mengakui ke syiahannya sedangkan berita kedua mengatakan kalau ust Umar tidak diperkenankan berbica karena makalahnya tidak ilmiah dan provokatif karena judul makalahnya ust Umar "Saksikan Aku Adalah Syiah".


Selasa, 05 November 2013

Sayyid Hasan Nasrallah : Peringatan Asyura Membawa Kita lebih dekat kepada Allah

Sekretaris Jenderal Hizbullah , Sayyid Hasan Nasrallah , mengatakan bahwa musuh bangsa Islam sedang meluncurkan peperangan habis-habisan melawan kita , pidato beliau kali ini menekankan pada pembahasan bahwa upacara peringatan Asyura adalah sesi di mana kita menyembah Allah dan penanganan masalah-masalah nasional'.

Sayyed Hasan Nasrallah pada malam pertama Muharram di kompleks Sayyid Al - syuhada di pinggiran selatan Beirut  mengatakan bahwa negara Islam telah menyaksikan kondisi sulit karena ketegangan meningkat dan hasutan sektarian yang semakin mengancam umat Islam selama tahun lalu.

Menanggapi beberapa Takfiri , yang menganggap bahwa upacara peringatan Asyura adalah sesi politeisme , Sayyid Nasrallah menekankan bahwa upacara berkabung (dalam peringatan Asyuro) adalah sesi di mana Allah sedang disembah dan isu-isu berbagai bangsa dibahas .

" Sesi ini adalah untuk shalat , membaca ayat-ayat dari Al-Quran , memenuhi instruksi para nabi ' ... kita anggap sebagai sesi yang membawa kita lebih dekat kepada Allah . "

Sementara itu, Hizbullah menghimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan , tentara Libanon dan semua orang yang menjaga upacara tersebut .
" Situasi keamanan di daerah dan negara kita mengharuskan kita untuk mengambil langkah-langkah tersebut."

Berbicara tentang Islam , Sayyid Nasrallah menyerukan dunia untuk tidak menghakimi agama kita ini melalui perilaku buruk dari beberapa orang yang mengklaim mereka adalah Muslim dan melakukan kejahatan.
Beliau bertanya-tanya : " Apakah kita menilai Kristen melalui perilaku dari Amerika Serikat... ? "

Beliau mengkritik serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan dan Afghanistan , pemimpin gerakan perlawanan tersebut mengatakan : " Setiap tahun , angkatan udara AS membunuh ribuan orang melalui serangan yang dilakukan oleh pesawat tak berawak . Namun tidak ada yang menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan perang."

Sumber : almanar.com
diterjemahkan oleh nagiest

Senin, 04 November 2013

welcome to KARBALA


Selamat datang di Karbala, selamat datang di tanah para syuhada....
Bulan muharram merupakan bulan kesedihan bagi rosulullah...bulan dimana terbantainya cucu kesayangan beliau alHusain ditangan orang-orang yang mengaku ummatnya..

Senin, 15 Juli 2013

EDOARDO AGNELLI. Putra Mahkota Kerajaan Fiat Yang Akhirnya Terbunuh Karena Keyakinannya



Giovanni Agnelli yang lebih dikenal dengan nama Gianni ini adalah generasi ketiga Agnelli. Orang di italia menyebutnya IL Re,atau sang Raja. Gianni memiliki seorang putra bernama Edoardo.dan Edoardo adalah putra pertamanya, sosok yang dikenal di mata orang-orang italia sebagai Putra Mahkota dari pemilik perusahaan otomotif terbesar di Italia yakni Fiat. Fiat terkenal sebagai industry otomotif yang menghasilkan mobil mobil mewah seperti Ferrari, Alfa Romeo, Lancia dan Lamborghini.

Sebagai putra Mahkota dari keluarga Agnelli, Edoardo telah merasakan bagaimana nikmatnya hidup serba mewah dan berkelimpahan harta sejak dirinya dilahirkan ke dunia. Tapi ternyata bukan hal ini yang diinginkan dari kehidupannya, bukan kekayaan dan ketenaran yang dicari. Setelah mengerti apa arti dari kehidupan, Edoardo merasakan kalau kehidupan yang sedang dijalaninya adalah kehidupan yang menjenuhkan,tidak membuat hatinya tentram dan membuatnya bertambah beban semakin berat saja. Aturan-aturan kebangsawanan yang diterapkan untuk setiap anggota keluarga Agnelli membuatnya semakin jauh dari arti kehidupan sebenarnya yang sedang dia cari.

Kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang baru dan tidak membosankan telah lama dipikirkan oleh seorang Edoardo. Pada akhir dekade 70 an , setelah menyelesaikan sekolahnya di inggris, edoardo memutuskan untuk melanjutkan studinya di Princeton yang sangat terkenal di Amerika, dan mengambil jurusan Filsafat, sesuatu yang tidak pernah disetujui oleh ayahnya yang menginginkan anak putra satu-satunya mengikuti jejak sang ayah dengan belajar bisnis. Disinilah awal mula Edoardo berkenalan dengan agama Islam.

Adalah sebuah krisis Iran pasca Revolusi Islam, yang membuat edoardo lebih tertarik ke dalam dunia Islam lebih dalam lagi. Suatu hari dia menyaksikan acara debat politik di televisi. Tema yang mereka bahas adalah tema “panas” pada saat itu: krisis di Iran pasca-Revolusi Islam. Ada empat tamu dalam acara itu. Tiga wartawan dan seorang jubir Kedubes Iran di Roma, bernama Hassan Ghadiri Abyaneh.

Abyaneh mendapat giliran bicara yang pertama. Dalam bahasa Italia, dan dengan penuh keyakinan ia berucap, “Dengan Nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan Nama Tuhan yang Lebih Besar dari kapal-kapal induk Amerika.” Kalimat itu membuat studio seperti tersihir, kamera seperti membeku, begitu pula Eduardo di depan televisi. Ketika debat usai, keputusan Eduardo sudah bulat: dia harus mendatangi rumah Abyaneh di Roma. Abyaneh mengenangnya dengan perkataan, “Dia datang dengan skuter butut.” Seolah-olah dia ingin dikenal sebagai orang biasa, meski bisa saja datang dengan membawa Ferrari.

Kepada satpam dia mengenalkan diri dengan nama Eduardo. Dia mengatakan kenal Abyaneh di televisi, dan ingin berdiskusi sekaligus meminjam buku-buku tentang Imam Khomeini, pemimpin besar Revolusi Islam Iran. Jawaban yang diterima awalnya negatif. Tuan rumah sedang tidak ingin diganggu karena akhir pekan adalah waktu keluarga. Sekali lagi Eduardo menitip pesan kepada tuan rumah melalui satpam; yaitu: “Pintu Tuhan tak pernah tertutup.” Segera Abyaneh keluar rumah dengan wajah bersalah. Persahabatan pun dimulai.

Abyaneh kini tau bahwa Eduardo juga seorang muslim. Ia mengenal Islam saat kuliah di Universitas Princeton jurusan Filsafat dan Kajian Agama. Setelah membaca terjemahan Alquran berbahasa Inggris ia masuk Islam, namun disembunyikan dari publik. Dalam surat-suratnya ia menggunakan nama Hisham Aziz, namun dengan teman-teman Irannya ia menggunakan nama sebagai seorang Syiah, Mahdi.

Bagi Eduardo, Abyaneh adalah pintu masuknya ke Iran, bertemu dengan ulama berserban. Dia pun terbang ke Iran dan salat Jumat di belakang Ali Khamenei-pemimpin spiritual Iran sekarang.

Saat pers Barat mencitrakan Imam Khomeini sebagai diktator haus darah, Eduardo malah menemui beliau. Mantan presiden Iran, Hashemi Rafsanjani, mengisahkan bahwa Imam Khomeini sempat mengecup kening Eduardo dan menasehati: “Banyaklah merenung dan mengingat kehidupan setelah mati.”
Eduardo menemukan kedamaian dalam Islam yang seperti itu dari sekali membaca Alquran. Dia pernah bercerita:

“Suatu hari di New York pada saat saya berada di perpustakaan, saya sedang mencari-cari buku yang saya perlukan. Tanpa sengaja mata saya tertuju pada sebuah copy Alquran, sungguh saat itu saya sangat ingin tahu dan penasaran dengan kitab tersebut dan ingin mengetahui apa yang ditawarkan oleh kitab tersebut.
Akhirnya saya mengambil kitab tersebut dan mulai membaca terjemahaannya dalam bahasa Inggris. Sungguh pada saat saya membacanya tulisan dan ungkapan-ungkapan di kitab ini mempunyai sesuatu kekuatan dan petunjuk di dalamnnya, dan semua itu tidak mungkin dapat ditulis oleh seorang manusia. Saya sangat kagum dengan ungkapan-ungkapan di dalam kitab ini dan tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam, jadi saya meminjamnya dan mempelajarinya. Makin dalam saya membaca makin saya mempercayainya dan mengerti makna semua kata-katannya.”

Hubungan dengan Abyaneh pun kian erat. Namun dengan keluarga semakin menegang. Saat Eduardo mengunjungi Mashhad dan berziarah ke makam Imam Ali Ridha ia berdoa, “Aku hanya inginkan cinta dan kasih ayahku selalu ada untukku ke depan.” Namun ayahnya, Gianni, yang tahu bahwa Eduardo berkiblat ke Tehran, menyatakan di media kalau Eduardo tak layak menjadi petinggi Fiat. Lebih buruk lagi ketika Eduardo di fitnah sebagai “gila” dan “pecandu narkotika” yang dibuat keluarganya sendiri.Ia sendiri pernah berkata kepada teman-teman Irannya bahwa setelah kematian ayahnya keluarga besarnya pasti akan membunuhnya. Ketika ia pergi ke Afrika, kalau tidak salah Kenya, ia dituduh membawa heroin seberat 300 kilo gram. Padahal menurut dia kejadiannya tidak demikian. Suatu saat dia melihat dua orang Australia sedang memakai heroin dan mengajarkan orang-orang setempat untuk memakainya. Ia melarang mereka untuk mengajari penduduk setempat. Bungalow tempat ia tinggal, kamarnya tidak terlalu jauh dengan kedua orang tersebut. Koran-koran Italia, yang kebanyakan punya keluarganya sendiri, mengabarkan dan membesar-besarkan hal itu agar dia tidak dipilih menjadi direkturnya. Ternyata ketika disidang tidak terbukti dia membawa Heroin. Namun, koran Italia tidak memuat berita itu.

Dalam diskusinya dengan teman-teman Irannya, ia sering pulang pergi ke Iran. Yang menarik perjalanan pertamanya ke Iran dan pertemuannya dengan Imam Khomeini RA. Hanya ia satu-satunya orang bule yang dicium dahinya. Kejadian ini sangat membekas dalam dirinya. Rafsanjani sendiri dalam salah satu bukunya hanya dua baris menjelaskan kedatangan Edoardo ke Iran dan pertemuannya dengan Imam Khomeini RA.


Entah mengapa Edoardo begitu mencintai Iran. Disaat Negara seperti amerika yang telah menyatakan bahwa iran adalah sebuah Negara yang haus darah, dan saat dimana Iran dicecar di seluruh pelosok bumi, Seorang putra mahkota justru sebaliknya. Rasa penasaran yang besar ingin mengetahui siapa diri seorang Khomeini dan revolusi islam telah menguatkan dirinya untuk segera berhadapan langsung dengan orang yang selalu dicarinya.

Berkali-kali edoardo terlihat duduk tak jauh dari tempat dimana seorang guru besar islam Iran Khomeini berada. Mereka beberapa kali melakukan shalat jumat bersama di beberapa mesjid terkenal di Iran. Dan keramahan yang dirasakan edoardo disaat Khomeini menciumnya seperti keluarganya membuat dirinya semakin kerasan berada di tempat yang entah berantah tidak pernah dikenal sebelumnya.

Selama di Iran, edoardo banyak mempelajari Hal baru. Edoardo lebih sering membaca buku kitab suci Al quran dan belajar sejarah mengenai Nabi Muhammad , sesuatu yang lebih dia gemari dan dia pilih ketimbang menghabiskan waktu bersama para pemain juventus, ataupun kebut-kebutan di jalan dengan mobil-mobil mewah milik keluarganya. Edoardo adalah seorang lelaki putra mahkota italia yang telah menemukan arti pentinganya sebuah kebesaran agama islam. Edoardo telah menemukan apa yang di inginkannya. Dia pernah mengungkapkan ke beberapa teman dekatnya.bahwa hidupnya telah dilahirkan baru. Dan dirinya sungguh merasakan kebahagiaan yang tak mungkin diraihnya selama dia masih berada di genggaman keluarga Agnelli. Edoardo diyakini telah menjadi seorang muslim sejati.

Sebuah akhir yang begitu sempurna yang dirasakan edoardo, tapi tidak dengan keluarga Agnelli. Keluarganya yang akhirnya tahu bahwa edoardo sungguh serius telah menjauhi keluarga agnelii demi sebuah ajaran Islam, marah besar. Bagi Gianni Agnelli ini adalah sebuah Fakta yang sulit diterima. Keluarga yang begitu terpandang di seluruh italia, sebuah keluarga yang taat akan ajaran tradisi agama Katolik, dan salah satu penyumbang dana terbesar ke Vatikan, dan pilihan edoardo untuk pindah ajaran agama adalah sebuah penyelewengan yang tidak bisa dimaafkan.

Akhirnya pemilihan direktur perusahan keluarga pun dilaksanakan yang terpilih bukan Edoardo tapi anak pamannya, sekalipun ia adalah pewaris satu-satunya. Edoardo setuju dan tidak menunjukkan penolakannya. Namun, ketika beberapa bulan kemudian anak pamannya dalam kejadian misterius meninggal dan akhirnya anak dari kakaknya dari suami kedua yang nota bene adalah Yahudi, Edoardo menunjukkan ketidaksetujuannya.

Di sela-sela penunjukkan sikap ketidaksetujuannya, pada masa-masa akhir dari kehidupannya ia berkeinginan untuk belajar di Qom memperdalam agama lagi. Ia berkata, sebagaimana dinukil oleh teman Irannya, membaca Al-Quran memang memiliki rasa tersendiri. Membaca dan memahaminya dengan bahasa terjemahan juga berbeda, namun bila saya dapat membaca dengan bahasa aslinya akan lebih baik.

Namun, keinginan itu akhirnya tinggal keinginan. Ia kemudian di bunuh dengan keji. Media Italia menyebutkan bahwa ia bunuh diri. Ia menjatuhkan dirinya dari sebuah jembatan layang. Teman-teman Irannya menyangkal kalau dia bunuh diri. Beberapa hari sebelumnya mereka masih asik dengan Edoardo dalam membicarakan Islam dan keinginannya untuk belajar ke Iran. Bahkan ia sempat menafsirkan sebuah ayat Al-Quran.
Sebuah harga yang sungguh mahal harus dibayar oleh seorang Edoardo.dan membayarnya dengan sebuah nyawa. Kesedihan dan kehancuran yang telah dirasakannya sejak kecil yang dibangun oleh kerajaan agnelli telah dibawa pergi oleh sebuah kematian. Kematian yang berujung sebuah kontroversi. Sebuah cerita yang berakhir dengan penuh tanda Tanya besar. Kematian yang ditangisi banyak orang di iran begitu juga kebingungan dan kecemasan yang dirasakan warga turin.

Tepatnya pada 15 november 2000, sebuah jasad manusia di temukan di kaki jembatan Generale Franco Romano yang memiliki ketinggian 80 meter. Polisi setempat meyakini setelah mengenali wajah lelaki tersebut adalah Edoardo Agnelii. Putra mahkota keluarga Gianni Agnelli. Di Koran-koran italia banyak yang mengungkapkan bahwa edoardo telah melakukan aksi bunuh diri, sesuatu hal yang tidak pernah dilakukannya. Karena hasil penelitian mengungkapkan, disaat jasad edoardo di temukan, wajah serta tulang badannya masih utuh dan tidak ada yang patah. Bagaimana mungkin bahwa seorang lelaki dengan berat badan 120 kilogram melompat dari ketinggian 80 meter yang akan menghujam tanah kurang lebih dengan kecepatan 150 kilometer perjam tidak mengalami patah tulang? Itulah isyarat jelas bahwa edoardo tidak pernah melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari jembatan Generale Franco Romano.

Apalagi jembatan Generale Franco Romano terkenal sangat ramai sekali, setidaknya ada kendaraan yang lewat selang 5-10 detik, terlebih lagi wajah edoardo yang cukup dikenali oleh setiap warga turin. Bagaimanapun wajahnya akan dikenali seseorang yang melintas bilamana edoardo berusaha menaiki badan jembatan dan kemudian melompat.dan sungguh aneh bila tak ada satupun orang yang akan memberikan kesaksian di hari saat edoardo bunuh diri.

Kejanggalan seputar kematian edoardo telah membuat resah warga italia. pasalnya banyak hasil investigasi yang sangat menyimpang, banyak hal yang tidak masuk akal terjadi. Dan permainan kotor para pihak yang bertanggung jawab atas jasad edoardo pun mulai jelas terlihat. Misalnya keharusan otopsi yang sepantasnya dilakukan tim medis tidak pernah dilakukan. Permainan kotor yang tidak begitu sempurna ini semakin terasa oleh public italia yang menyebutnya dengan “kebodohan dan kecerobohan keluarga Mafia”.

Kematian edoardo membuahkan pelajaran penting dalam kehidupan, ’di saat kau telah menemukan apa yang menurutmu benar, hal itu patut diperjuangkan walau sebuah nyawa harus dipertaruhkan.

SELAMAT JALAN EDOARDO.


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ










Sabtu, 13 Juli 2013

LABBAYKA YA HUSEIN



Sayyid Hasan Nasrullah :
Amerika tidak mengerti arti dari kata “Labbayka Ya Husein”

Mereka hanya mendengar slogan besar kita yakni “Labbayka Ya Husein”

“Labbayka Ya Husein”  yakni menjadikan dirimu menyertai dalam pertempuran walaupun kamu sendirian , walaupun kamu ditinggal oleh orang-orang, walaupun kami dihina orang-orang.

“Labbayka Ya Husein” adalah menjadikan kamu dan harta kamu dan keluarga kamu dan anak-anak kamu ikut dalam peperangan

“Labbayka Ya Husein”  bermakna si ibu rela anaknya dikirim ke medan perang untuk syahid,terpotong kepala anaknya,dibawa pulang kepada ibunya ..si ibu di beri kepala anaknya, sambil menyapu darah dan tanah di wajahnya, lantas si ibu berkata : aku ridho apa yang menimpamu, semoga Allah menerangkan wajahmu wahai anakku,seperti putih wajahnya di sisi Fatimah Azzahra alaihassalam di hari kiamat.

Inilah maksud dari “Labbayka Ya Husein”

“Labbayka Ya Husein”  bermaksud ibunya atau saudara perempuannya atau istrinya memakaikan pakaian perang  untuk dia pergi ke medan jihad

“Labbayka Ya Husein”  yaitu Zaenab alaihassalam member izin adikknya  Husain Alaihissalam untuk pergi syahid


Inilah “Labbayka Ya Husein”

Jumat, 12 Juli 2013

Sayyed Hassan Nasrallah



Thousands want him killed
A man of bravery
A man of justice
A man of piety
One of the best leaders
A leader of the bravest army
A leader of discipline
Comes from the lineage of the prophet and his family
He goes by the name of “NASRALLAH”
The secretary general of HEZBOLLAH
SAYYED HASAN NASRALLAH
He is hidden from the people
No one knows where he is
Because they want him killed

But he...doesn’t care...

SAYYID HASAN NASRULLAH ,Pemimpin Yang Selalu Menepati Janji






Sayyid Hasan Nasrallah terbilang masih muda untuk seorang ulama: 51 tahun. Kendati, sepintas dari penampilannya, dia seperti ulama kebanyakan. Kemanapun pergi, dia tak pernah lepas dari jubah dan sorban hitam. Tapi ada satu hal yang membedakan dia dengan ulama kebanyakan: kakinya tak pernah lepas dari sepatu boot tentara. Dia memang pernah lama di lapangan, di medan tempur. Dalam kepemimpinannya lah, Hizbullah bisa memaksa Israel mengakhiri pendudukan 18 tahun atas wilayah Lebanon. “ini bukan kemenangan partai, bukan juga milik agama tertentu, tapi ini kemenangan Lebanon dan seluruh penduduk Lebanon dan setiap jiwa merdeka di dunia,” katanya saat berpidato merayakan hengkangnya Israel dari Bint Jbeil, jantung perlawanan Hizbullah di Lebanon Selatan.


Hassan Nasrallah adalah seorang politikus Lebanon. Ia adalah sekretaris jenderal partai Hizbullah saat ini. Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah mampu mematahkan serangan Israel, sesuatu yang selama ini nyaris tak dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab. Dengan gebrakan Nasrallah, kaum muslim bersatu, tanpa meributkan lagi soal sekat mazhab Sunni-Syiah.


Di kalangan muslim Lebanon, Nasrallah dianggap sebagai personfikasi pemimpin religious yang paripurna; seganas singa di medan tempur tapi ‘cengeng’ saat bersujud di mihrab. Posturnya sendiri rata-rata untuk ukuran orang Arab kebanyakan, wajahnya bulat, air mukanya selalu cerah. Dia juga termasuk di antara sedikit pemimpin Arab yang punya pengetahuan luas tentang apa yang terjadi di luar dunia Arab. Dia punya kegemaran mencermati setiap berita, utamanya media massa Israel. Dia menelaah Haaretz dan Yediot Aharonot, dia juga rajin memonitor kondisi Muslim di berbagai belahan dunia. Nasrullah suatu ketika mengatakan bahwa ia membaca banyak buku, khususnya memoir para tokoh politik, termasuk autobiografi Ariel Sharon “Memoirs of Sharon” dan biografi Benjamin Netanyahu bertajuk A Place Under the Sun, dengan tujuan mendapatkan informasi hal ihwal musuh-musuhnya. Di luar semua itu, yang menjadikan Nasrallah menjulang di Lebanon adalah ketajaman pisau argumentasinya. Hampir semua politisi di Lebanon, baik kawan atau musuh, mengakui hal ini.


Nasrallah memang menantang. Dialah orang pertama di dunia Arab yang mampu mengembalikan kehormatan Arab setelah dipermalukan berulangkali oleh Israel, memberikan kemenangan setelah kekalahan, dan memberikan kekuatan pada bangsa yang sekian lama merasa tak berdaya. Berbeda dari pemimpin sekuler Arab terdahulu, Nasrallah lebih religious dan memiliki karakter serta kharisma yang berbeda. Dia memberikan bukti, bukan sekadar janji kosong politisi yang biasa menerapkan lain kata lain perbuatan.

Kamis, 11 Juli 2013

LOVE YOU DAD...


Dan hak ayahmu adalah bahwa kau harus tahu bahwa ia adalah akar mu dan kamu adalah cabangnya. Dan tanpa dia, kamu bukanlah apa-apa. Setiap kali kamu melihat sesuatu dalam diri sendiri yang menyenangkanmu, kamu harus tahu bahwa ayahmu yang menjadi akar dari  segala keberkahan yang kau dapatkan. Jadi berdoalah kepada Allah dan bersyukur kepadaNya atas pengakuan itu. Dan tidak ada kekuasaan, kecuali kekuasaan Allah.

Jumat, 27 Juli 2012

Aqidah Syi'ah Tentang al-Qur'an




Sesungguhnya Syi'ah mempercayai bahawa al-Qur'an yang ada sekarang adalah benar dan mereka beramal dengannya. Tetapi ianya tidak dinafikan bahawa terdapat kitab-kitab karangan ulama Syi'ah seperti al-Kulaini dan lain-lain yang telah mencatat tentang kurang atau lebihnya ayat-ayat al-Qur'an yang ada sekarang, tetapi ketahuilah anda bahawa bukanlah semua riwayat itu sahih malah ianya ada yang sahih dan ada yang dha'if. Contohnya al-Kulaini telah meriwayatkan di dalam al-Kafi bahawa Rasulullah SAW telah dilahirkan pada 12 Rabi'ul Awwal tetapi ianya ditolak oleh majoriti ulama Syi'ah kerana mereka berpendapat bahawa Nabi SAWAW telah dilahirkan pada 17 Rabi'ul Awwal.
Begitu juga mereka menolak kitab al-Hassan bin al-'Abbas bin al-Harisy yang dicatat oleh al-Kulaini di dalam al-Kafi, malah mereka mencela kitab tersebut. Begitu juga mereka menolak riwayat al-Kulaini bahawa orang yang disembelihkan itu adalah Nabi Ishaq bukan Nabi Isma'il AS (al-Kafi, IV, hlm. 205). Justeru itu riwayat al-Kulaini umpamanya tentang kekurangan dan penambahan ayat-ayat al-Qur'an adalah riwayat yang lemah (Majallah Turuthuna, Bil. XI, hlm. 104).

Kerana ulama Syi'ah sendiri telah menjelaskan kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalam al-Kafi, malah mereka menolak sebahagian besar riwayat al-Kulaini. Begitu juga dengan kitab al-Istibsar fi al-Din, Tahdhib al-Ahkam karangan al-Tusi dan Man La Yahdhuruhu al-Faqih karangan Ibn Babuwaih, sekalipun 4 buku tersebut dikira muktabar di dalam mazhab Syi'ah, umpamanya al-Kafi yang mempunyai 16,199 hadith telah dibahagikan kepada 5 bahagian (di antaranya):
i. Sahih, mengandungi 5,072 hadith.
ii. Hasan, 144 hadith.
iii. al-Muwaththaq, 1128 hadith (iaitu hadith-hadith yang diriwayatkan oleh orang yang bukan Syi'h tetapi mereka dipercayai oleh Syi'ah).
iv. al-Qawiyy, 302 hadith.
v. Dhaif, 9,480 hadith. (Lihat Sayyid Ali al-Milani, al-Riwayat Li Ahadith al-Tahrif di dalam Turuthuna, Bil. 2, Ramadhan 1407 Hijrah, hlm. 257).
Oleh itu riwayat-riwayat tentang penambahan dan kekurangan al-Qur'an telah ditolak oleh ulama Syi'ah Imamiyah mazhab Ja'fari dahulu dan sekarang. Syaikh al-Saduq (w. 381H) menyatakan "i'tiqad kami bahawa al-Qur'an yang telah diturunkan oleh Allah ke atas Nabi Muhammad SAWAW dan keluarganya ialah di antara dua kulit (buku) iaitu al-Qur'an yang ada pada orang ramai dan tidak lebih dari itu. Setiap orang yang mengatakan al-Qur'an lebih dari itu adalah suatu pembohongan." (I'tiqad Syaikh al-Saduq, hlm. 93). Syaikh al-Mufid (w. 413H) menegaskan bahawa al-Qur'an tidak kurang sekalipun satu kalimah, satu ayat ataupun satu surah (Awa'il al-Maqalat, hlm. 55). Syarif al-Murtadha (w. 436H) menyatakan al-Qur'an telah dijaga dengan rapi kerana ia adalah mu'jizat dan sumber ilmu-ilmu Syarak, bagaimana ia boleh diubah dan dikurangkan? Selanjutnya beliau meyatakan orang yang mengatakan al-Qur'an itu kurang atau lebih tidak boleh dipegang pendapat mereka (al-Tabrasi, Majma' al-Bayan, I, hlm. 15). Syaikh al-Tusi (w. 460H) menegaskan bahawa pendapat mengenai kurang atau lebihnya al-Qur'an adalah tidak layak dengan mazhab kita (al-Tibyan fi Tafsir al-Qur'an, I, hlm.3). Begitu juga pendapat al-Allamah Tabataba'i dalam Tafsir al-Mizan, Jilid 7, hlm. 90 dan al-Khu'i dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azim, I, hlm. 100, mereka menegaskan bahawa al-Qur'an yang ada sekarang itulah yang betul dan tidak ada penyelewengan.
Demikianlah sebahagian daripada pendapat-pendapat ulama Syi'ah dahulu dan sekarang yang mengaku kesahihan al-Qur'an yang ada pada hari ini. Imam Ja'far al-Sadiq AS berkata,"Apabila datang kepada kamu dua hadith yang bertentangan maka hendaklah kamu membentangkan kedua-duanya kepada Kitab Allah dan jika ianya tidak bertentangan dengan Kitab Allah, maka ambillah dan jika ianya bertentangan Kitab Allah, maka tinggalkanlah ia" (Syaikh, al-Ansari, al-Rasa'il, hlm. 446). Kata-kata Imam Ja'far al-Sadiq itu menunjukkan al-Qur'an yang wujud sekarang ini adalah al-Qur'an yang diturunkan oleh Allah ke atas Nabi SAWAW tanpa tambah dan kurang jika tidak, ianya tidak menjadi rujukan kepada Muslimin untuk membentangkan hadith-hadith Nabi SAWAW yang sampai kepada mereka. Oleh itu mazhab Syi'ah Ja'fari samalah dengan mazhab Ahlu s-Sunnah dari segi menjaga al-Qur'an dari penyelewengan, tetapi apa yang anehnya ialah terdapat banyak riwayat di dalam buku-buku Sahih Ahlu s-Sunnah sendiri yang mencatatkan bahawa al-Qur'an telah ditambah, dikurang dan ditukarkan, di antaranya seperti berikut:
1. Al-Bukhari di dalam Sahihnya, VI, hlm. 210 menyatakan (Surah al-Lail (92):3 telah ditambah perkataan "Ma Khalaqa" oleh itu ayat yang asal ialah "Wa al-Dhakari wa al-Untha" tanpa "Ma Khalaqa". Hadith ini diriwayatkan oleh Abu al-Darda', kemudian ianya dicatat pula oleh Muslim, Sahih,I,hlm. 565; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191.
2. Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, I, hlm. 394; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191 menyatakan (Surah al-Dhariyat (51):58 telah diubah dari teks asalnya "Inni Ana r-Razzaq" kepada "Innallah Huwa r-Razzaq" iaitu teks sekarang.
3. Muslim, Sahih, I, hlm. 726; al-Hakim, al-Mustadrak, II, hlm. 224 meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari,"Kami membaca satu surah seperti Surah al-Bara'ah dari segi panjangnya, tetapi aku telah lupa, hanya aku mengingati sepotong dari ayatnya,"Sekiranya anak Adam (manusia) mempunyai dua wadi dari harta, nescaya dia akan mencari wadi yang ketiga dan perutnya tidak akan dipenuhi melainkan dengan tanah."
4. Al-Suyuti, al-Itqan, II, hlm. 82, meriwayatkan bahawa 'Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab (33):56 pada masa Nabi SAWAW adalah lebih panjang iaitu dibaca "Wa'ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal" selepas "Innalla ha wa Mala'ikatahu Yusalluna 'Ala al-Nabi..." Aisyah berkata,"Iaitu sebelum Uthman mengubah mushaf-mushaf."
5. al-Muslim, Sahih, II, hlm. 726, meriwayatkan bahawa Abu Musa al-Asy'ari membaca selepas Surah al-Saf (61):2, "Fatuktabu syahadatan fi A'naqikum..."tetapi ianya tidak dimasukkan ke dalam al-Qur'an sekarang.
6. Al-Suyuti, al-Itqan, I, hlm. 226 menyatakan bahawa dua surah yang bernama "al-Khal" dan "al-Hafd" telah ditulis dalam mushaf Ubayy bin Ka'b dan mushaf Ibn 'Abbas, sesungguhnya 'Ali AS mengajar kedua-dua surah tersebut kepada Abdullah al-Ghafiqi, 'Umar dan Abu Musa al-Asy'ari juga membacanya.
7. Malik, al-Muwatta', I, hlm. 138 meriwayatkan dari 'Umru bin Nafi' bahawa Hafsah telah meng'imla' "Wa Salati al-Asr" selepas Surah al-Baqarah (2): 238 dan ianya tidak ada dalam al-Qur'an sekarang. Penambahan itu telah diriwayatkan juga oleh Muslim, Ibn, Hanbal, al-Bukhari, dan lain-lain.
8. Al-Bukhari, Sahih, VIII, hlm. 208 mencatatkan bahawa ayat al-Raghbah adalah sebahagian daripada al-Qur'an iaitu "La Targhabu 'an Aba'ikum" tetapi ianya tidak wujud di dalam al-Qur'an yang ada sekarang.
9. Al-Suyuti, al-Itqan, III, hlm. 82; al-Durr al-Manthur, V, hlm. 180 meriwayatkan daripada 'Aisyah bahawa dia berkata,"Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAWAW sebanyak 200 ayat, tetapi pada masa 'Uthman menulis mushaf ianya tinggal 173 ayat sahaja."
10. Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, V, hlm. 192 mencatatkan bahawa di sana terdapat ayat yang tertinggal selepas Surah al-Ahzab (33):25 iaitu "Bi 'Ali bin Abi Talib". Jadi ayat yang dibaca, "Kafa Llahul Mu'minin al-Qital bi 'Ali bin Abi Talib."
11. Ibn Majah, al-Sunan, I, hlm. 625 mencatat riwayat daripada 'Aisyah RD dia berkata: ayat al-Radha'ah sebanyak  10 kali telah diturunkan oleh Allah dan ianya ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah SAWAW dan kami sibuk dengan kewafatannya, maka ianya hilang.
12. Al-Suyuti, al-Itqan, III, hlm. 41 mencatatkan riwayat daripada 'Abdullah bin 'Umar, daripada bapanya 'Umar bin al-Khattab, dia berkata,"Janganlah seorang itu berkata aku telah mengambil keseluruhan al-Qur'an, apakah dia tahu keseluruhan al-Qur'an itu? Sesungguhnya sebahagian al-Qur'an telah hilang dan katakan sahaja aku telah mengambil al-Qur'an mana yang ada." Ini bererti sebahagian al-Qur'an telah hilang.
Demikianlah di antara catatan para ulama Ahlu s-Sunnah mengenai al-Qur'an sama ada lebih atau kurang di dalam buku-buku Sahih dan muktabar mereka. Bagi orang yang mempercayai bahawa semua yang tercatat di dalam sahih-sahih tersebut adalah betul dan wajib dipercayai, akan menghadapi dilema, kerana kepercayaan sedemikian akan membawa mereka kepada mempercayai bahawa al-Qur'an yang ada sekarang tidak sempurna, sama ada berkurangan atau berlebihan. Jika mereka mempercayai al-Qur'an yang ada sekarang adalah sempurna - memang ianya sempurna - ini bererti sahih-sahih mereka tidak sempurna dan tidak sahih lagi. Bagi Syi'ah mereka tidak menghadapi dilema ini kerana mereka berpendapat bahawa bukan semua riwayat di dalam buku-buku mereka seperti al-Kafi, al-Istibsar fi al-Din dan lain-lain adalah sahih, malah terdapat juga riwayat-riwayat yang lemah.
Oleh itu untuk mempercayai bahawa al-Qur'an yang ada sekarang ini sempurna sebagaimana yang dipercayai oleh Syi'ah mazhab Ja'fari, maka Ahlu s-Sunnah terpaksa menolak riwayat-riwayat tersebut demi mempertahankan kesempurnaan al-Qur'an. Dan mereka juga harus menolak riwayat-riwayat yang bertentangan dengan al-Qur'an dan akal seperti hadith yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim daripada Abu Hurairah,"Sesungguhnya Neraka Jahanam tidak akan penuh sehingga Allah meletakkan kakiNya, maka Neraka Jahanam berkata: Cukup, cukup."(Al-Bukhari, Sahih, III, hlm. 127; Muslim, Sahih, II, hlm. 482).
Hadith ini adalah bertentangan dengan ayat al-Qur'an Surah al-Sajdah (32):13 yang bermaksud,...."Sesungguhnya Aku akan penuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia." Juga bertentangan dengan Surah al-Syura (42):11 yang menafikan tajsim "Tidak ada suatu yang perkarapun yang menyerupaiNya."

Lantaran aitu tidak hairanlah jika al-Suyuti di dalam Tadrib al-Rawi, hlm. 36 menyatakan bahawa al-Bukhari telah mengambil lebih 480 periwayat yang tidak disebut atau diambil oleh Muslim dan ia mengandungi para periwayat yang lemah, sama ada disebabkan oleh pembohongan dan sebagainya, sementara Muslim pula mengambil 620 periwayat yang tidak disebut atau diambil oleh al-Bukhari dan terdapat di dalamnya 160 periwayat yang lemah. Murtadha al-
Askari pula menulis buku berjudul 150 sahabat khayalan, Beirut, 1968. Hanya nama-nama mereka sahaja disebutkan oleh al-Bukhari dan Muslim tetapi mereka sebenarnya tidak pernah wujud. Oleh itu 'sahih" adalah nama buku yang diberikan oleh orang tertentu, misalnya al-Bukhari menamakannya 'Sahih" iaitu sahih mengikut pandangannya, begitu juga Muslim menamakan bukunya 'Sahih" iaitu sahih mengikut pandangannya.
Justeru itu buku-buku 'sahih' tersebut hendaklah dinilai dengan al-Qur'an, kerana Sahih yang sebenar adalah sahih di sisi Allah SWT. Dan kita naik saksi bahawa al-Qur'an yang ada di hadapan kita ini adalah sahih dan tidak boleh dipertikaikan lagi.
Dengan itu anda tidak lagi menganggap Syi'ah mempunyai al-Qur'an 'lebih atau kurang' isi kandungannnya kerana mereka sendiri menolaknya. Dan ianya telah dicatat di dalam buku-buku Sahih dan muktabar Ahlu s-Sunnah tetapi mereka juga menolaknya. Dengan demikian Syi'ah dan Sunnah adalah bersaudara di dalam Islam dan mereka wajib mempertahankan al-Qur'an dan beramal dengan hukumnya tanpa menjadikan 'ijtihad' sebagai alasan untuk menolak (hukum)nya pula.

Senin, 02 Januari 2012

PB NU Ingatkan Ada yang Ingin Rusak Kedamaian

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj mengeluarkan peringatan ada pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia. Salah satu upaya itu melalui kasus pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur.

"Ini pasti ada desain besarnya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia," kata Said Aqil di Jakarta, Sabtu, 31 Desember 2011. PB NU meminta pemerintah dan aparat keamanan bekerja lebih keras mencegah aksi serupa agar tidak terulang di kemudian hari.

Menurut Said Aqil, hubungan Sunni-Syiah di Indonesia, termasuk di Madura, selama ini berlangsung damai. Dia tegaskan, Sunni dan Syiah di Madura sama sekali tidak terlibat perselisihan, baik pada masa lampau maupun sekarang. Aksi pembakaran pesantren Syiah di Madura diduga dilakukan sekelompok orang untuk merusak kondisi damai.

Indikasi lain dari dugaan tersebut, lanjut Said Aqil, adalah latar belakang aksi pembakaran pesantren yang bermula dari perselisihan hubungan keluarga. "Artinya jelas, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan, padahal tidak. Mereka dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan," ujarnya.


http://www.tempo.co/read/news/2012/01/01/173374683/PB-NU-Ingatkan-Ada-yang-Ingin-Rusak-Kedamaian

SYIAH BUKAN ALIRAN SESAT

Ketua Umum MUI Prof. DR. Umar Shihab
Pernyataan Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia Prof. DR. Umar Shihab mengenai ajaran syiah tidak sesat menuai protes dari segelintir orang yang mengaku paling benar dalam agamanya. Seperti yang kita ketahui setelah kejadian pembakaran pondok pesantren syiah di sampang Madura yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku dari Sunni, banyak diberitakan di media-media bahwa konflik terjadi karena adanya perbedaan antar mazhab. Segelintir orang sunni menganggap bahwa Syiah sesat dan harus di perangi. Mereka memprovokasi masyarakat yang sebenarnya tidak mengetahui apa-apa untuk menyerang kelompok Syiah. Melihat kejadian seperti ini, tokoh-tokoh agama yang benar-benar memahami Islam dan memiliki pemikiran yang lebih terbuka memberikan keterangannya. Seperti contohnya Prof. DR. Umar Shihab selaku ketua umum Majlis Ulama Indonesia mengatakan: "Saya katakan, MUI berprinsip pertama, Mazhab Syiah tidak sesat. Karena ada yang mengatakan Syiah sesat. kedua, mazhab Ahl As-sunnah wal Jamaah (Sunni) dan Syiah adalah mazhab besar dalam dunia Islam. Bahkan, dalam pertemuan internasional yang dihadiri ulama Sunni juga dihadiri ulama Syiah."

Begitu pula dengan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang mengatakan Syiah bukan aliran sesat. Almarhum Gusdur malah pernah menyatakan kalo NU itu Syiah minus Imamah dan Syiah secara cultural.

Rupanya pernyataan-pernyataan seperti ini membuat para provokator-provokator yang sengaja ingin memecah belah umat Islam geram dan bukan main marahnya. Seperti contohnya Ahmad Zein Alkaf yang secara emosi dan sambil mencak-mencak kebakaran jenggot mengatakan kalo Umar Shihab yang sesat kalo mengatakan syiah tidak sesat. Dan sama saja seperti mengingkari keberadaan matahari yang ngomong syiah tidak sesat. Maklum, Ahmad Zein Alkaf ini kan habib bayaran zionis,dia besama grupnya al-bayinat selalu berusaha memfitnah dan menyerang syiah,dan bahkan memfatwakan halal darah orang syiah. Mendengar para tokoh agama nasional berkomentar berlawanan dengan harapannya,ahmad zein alkaf mungkin sekarang ini sedang ribut ngromet sendiri.
Ahmad Zein Alkaf (al bayinat)

Kiai Said: NU dan Syiah Banyak Persamaannya

SHABESTAN — Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, antara NU dan penganut Syiah, banyak memiliki kesamaan dalam tradisi, yaitu sama-sama menghormati ahlul bait, atau keturunan Rasulullah.
Dikatakannya, Rasulullah suatu menegaskan, dirinya tidak meminta upah dalam mengembangkan Islam, tetapi meminta agar umat Islam menghormati anak cucunya. “Kita ini bukan siapa-siapa, kecuali satu saja, mencintai keluarga Rasul,” paparnya dalam pertemuan antara Jamiyyatul Qurra wal Huffadz NU dan Iran di gedung PBNU, Sabtu (6/8).

Dituturkannya, pasca khulafaurrasyidin, orang Arab sibuk berpolitik dan terpecah belah. Ini mengakibatkan dunia ilmu pengetahuan didominasi oleh orang luar Arab. Kang Said menyebutkan sejumlah ilmuwan yang berasal dari Iran, diantaranya Imam Ghazali, Abu Jafar Thabari, Umar bin Ubaid, Washil bin Atha’, Jabir bin Hayyan, Ibnu Sina, Farabi, Razi, Juwaidi dan lainnya.

Demikian pula, penyebaran Islam di Indonesia melalui jalur Persia, selanjutnya masuk ke Gujarat sampai akhirnya tiba di Indonesia. Tak heran, Sunan Ampel merupakan salah satu keturunan dari Ja’far Shadiq.

“Kita berharap agar pertemuan seperti ini dapat mempererat hubungan antara NU dan Iran,” tegasnya.

Dalam acara ini, para qori terbaik dari Indonesia dan Iran yang telah memperoleh juara internasional mengumandangkan bacaan Al Qur’an yang dilagukan dengan sangat indah sehingga mampu menyejukkan hati. Hadir dalam kesempatan tersebut Dubes Iran untuk Indonesia.

(Sumber: Situs NU)


http://shabestan.net/id/pages/?cid=5690