nagiest

Memberi adalah sebuah komunikasi yang terbaik

nagiest

Cara terbaik dalam menasihati anak-anakmu adalah mencari tahu apa yang mereka inginkan dan lalu nasehatilah mereka bagaimana melakukannya

nagiest

Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak-anak. Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia

nagiest

Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, Namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali

nagiest

Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan

Tampilkan postingan dengan label MUSLIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSLIM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Trans TV Kembali Berulah, Teuku Wisnu Memfatwakan Faham Wahabi

MusliModerat.Com - Heboh, sosial media digemparkan dengan adanya fatwa yang  dikeluarkan oleh salah satu Ustadz/ Ustadzah Artis di Indonesia. Dalam sebuah program TV bertajuk “Berita Islam Masa Kini” di salah satu televisi nasional, Ustadz/ Ustadzah Artis fenomenal selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit.
Ustadzah Artis fenomenal, sebutlah namanya ZM, berfatwa membacakan Quran Surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal adalah perbuatan bid’ah (sesat) karena tidak dilakukan oleh Rasulullah. Sementara itu, Ustadz Artis fenomenal yang lain, katakanlah inisial TW, di televisi dan waktu yang sama juga membenarkan dan menguatkan fatwa Ustadzah Artis ZM tersebut. Dikatakan oleh Ustadz Artis TW itu bahwasanya mengirim Al-Fatihah untuk orang yang telah meninggal itu tidak ada dalilnya dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Entahlah apa yang ada pada pikiran Ustadzah Artis ZM dan Ustadz Artis TW itu sehingga bisa dengan mudahnya menyalahkan amaliah ahlussunah yang banyak dilakukan oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia.

Menanggapi fatwa “nyeleneh” ini, Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya yang juga Mantan Ketua LBM NU Surabaya dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin ikut angkat bicara. Dalam akun Facebooknya, beliau menyatakan keheranannya. Alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri ini menyatakan entah sejak kapan kirim Al-Fatihah tidak sampai padahal di masa ulama Madzhab dahulu bacaan Al-Fatihah sampai, kok kata Ustadz/ Ustadzah Artis TV di zaman sekarang tidak sampai. Beliau pun mengungkapkan salah satu dalil amaliah sampainya pahala bacaan Quran Surat Al-Fatihah untuk mayit menurut pendapat madzhab Hanbali:
وقال أحمد بن محمد المروذي :[ سمعت أحمد بن حنبل رحمه الله يقول : إذا دخلتم المقابر فاقرءوا بفاتحة الكتاب والمعوذتين وقل هو الله أحد واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم… (مطالب اولي النهى من الحنابلة)
“Al-Marwadzi berkata bahwa ia mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Jika kalian masuk ke kuburan, maka bacalah Al-Fatihah, Al-Falaq dan An-Nas, serta al-Ikhlas. Jadikan pahalanya untuk ahli kubur, maka akan sampai kepada mereka” (Mathalib Uli al-Nuha, madzhab Hanbali).
Sebagaimana pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, ulama-ulama Salafi pun berpendapat yang sama tentang sampainya pahala bacaan Qur’an, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Al-Utsaimin, dan Nashiruddin Al-Albani. Tapi anehnya para pengikut ulama Salafi seperti Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM menyelisihi pendapat ulama yang dianutnya.

CUPLIKAN TRANSKIP PERCAKAPAN DAN VIDEO FATWA USTADZ/ USTADZAH ARTIS FENOMENAL
Berikut adalah cuplikan transkip percakapan dan rekaman video fatwa Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM yang menghebohkan:
Ustadzah Artis ZM: “… Pembahasan yang sangat penting dan menarik buat saya, karena terus terang saya baru tahu sekarang kalau yang namanya Al-Fatihah, saya sering banget membacakan surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal biasanya habis shalat tapi ternyata Rasulullah tidak menjalankannya“.
Ustadz Artis TW: “Nah itu dia… Poin yang paling penting sebenarnya yang harus kita benarkan adalah ada dua syarat diterimanya amalan oleh Allah Ta’ala. Yaitu yang pertama ikhlas, dan yang kedua sesuai dengan anjuran Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Nah ini dia ketika ada yang menyampaikan sesuatu kita harus tanya dulu ada dalilnya atau nggak begitu ya. Nah ini juga hak kita sebagai para jamaah misalnya berdiri di suatu majelis dengan ustadz, ya ustadz kalau membaca Al-Fatihah setelah eh.. ada untuk mengirim untuk orang yang telah meninggal ataupun setelah shalat baca Fatihah dan kita ada punya hak untuk bertanya kepada ustadz, ustadz afwan kira-kira ada dalilnya begitu? (Ustadzah ZM menyahut: Dalilnya apa?). Nah balik lagi supaya kita menuntut ilmu, kan menuntut ilmu wajib ya, dan ini menjadikan kita sebagai seorang muslim dan muslimah yang semakin berilmu dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Ustadzah Artis ZM: “Jangan sampai ketika melakukan sesuatu dengan niat yang baik tapi justru kita malah melakukan bid’ah“.
PENDAPAT ULAMA SALAFI TENTANG SAMPAINYA PAHALA BACAAN AL-QUR’AN KEPADA MAYIT
Ulama rujukan Salafi, Ibnu Taimiyah, berkata di dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa juz 24 halaman 367:
وأما القراءة والصدقة وغيرهما من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه أيضا الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره. وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه
“Adapun bacaan Al-Quran, shodaqoh dan ibadah lainnya termasuk perbuatan yang baik dan tidak ada pertentangan dikalangan ulama ahlussunnah wal jamaah bahwa sampainya pahala ibadah amaliah seperti shodaqoh dan membebaskan budak. Begitu juga dengan doa, istighfar, shalat dan doa di kuburan. Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit”.
Bahkan Ibnu Taimiyah juga menyebutkan bahwa pendapat yang mengatakan pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit adalah pendapat dari Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Berikut ini adalah perkataan beliau dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa:
وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه فقد ثبت في الصحيحين عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: {من مات وعليه صيام صام عنه وليه} وثبت أيضا: {أنه أمر امرأة ماتت أمها وعليها صوم أن تصوم عن أمها} . وفي المسند عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لعمرو بن العاص: {لو أن أباك أسلم فتصدقت عنه أو صمت أو أعتقت عنه نفعه ذلك} وهذا مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي
“Para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit. Karena diriwayatkan bahwa nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dan dia punya hutang puasa maka boleh bagi walinya untuk berpuasa atas si mayit”. Dan ini adalah pendapat Ahmad bin Hanbal, Abu Hanifah dan beberapa ulama Malikiyah dan Syafiiyah”.
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, ulama rujukan pengikut Salafi yang lain juga mengatakan bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam kitab Ar-Ruh halaman 122:
هذه النصوص متظاهرة على وصول ثواب الأعمال إلى الميت إذا فعلها الحي عنه وهذا محض للقياس فإن الثواب حق للعامل فإذا وهبه لأخيه المسلم لم يمنع من ذلك كما لم يمنع من هبة ماله في حياته وإبرائه له من بعد موته وقد نبه النبي بوصول ثواب الصوم الذي هو مجرد ترك ونية تقوم بالقلب لا يطلع عليه إلا الله وليس بعمل الجوارح على وصول ثواب القراءة التي هي عمل باللسان تسمعه الأذن وتراه العين بطريق الأولى. ويوضحه أن الصوم نية محضة وكف النفس عن المفطرات وقد أوصل الله ثوابه إلى الميت فكيف بالقراءة التي هي عمل ونية بل لا تفتقر إلى النية فوصول ثواب الصوم إلى الميت فيه تنبيه على وصول سائر الأعمال. والعبادات قسمان مالية وبدنية وقد نبه الشارع بوصول ثواب الصدقة قال على وصول ثواب سائر العبادات المالية ونبه بوصول ثواب الصوم على وصول ثواب سائر العبادات البدنية وأخبر بوصول ثواب الحج المركب من المالية والبدنية فالأنواع الثلاثة ثابتة بالنص والاعتبار. وبالله التوفيق ( كتاب الروح لابن القيم الجوزية, ص : 122
“Dalil-dalil ini sangat jelas sekali bahwa amal ibadah itu sampai kepada mayit jika yang melakukan adalah orang yang masih hidup. Jika orang itu menghadiahkan pahalanya buat saudaranya maka pahalanya sampai seperti sampainya pahala puasa sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi. Allah telah menyampaikan pahala puasa bagi mayit maka begitu juga dengan pahala bacaan. Ibadah itu dibagi menjadi dua. Yaitu ibadah maliyah dan ibadah badaniyah. Sungguh Allah telah menjelaskan tetang sampainya pahala ibadah maliyah seperti shodaqoh dan pahala badaniyah seperti puasa dan begitu juga pahala haji yang merupakan ibadah badaniyah sekaligus ibadah maliyah. Dan hal ini berdasarkan nash-nash yang ada”.
Sementara itu Al-Utsaimin juga mengatakan hal yang sama bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam majmu fatawa dan wa rosail beliau sebagai berikut:
الناس على قولين معروفين: أحدهما: أن ثواب العبادات البدنية من الصلاة والقراءة ونحوهما يصل إلى الميت كما يصل إليه ثواب العبادات المالية بالإجماع وهذا مذهب أبي حنيفة وأحمد وغيرهما وقول طائفة من أصحاب مالك والشافعي وهو الصواب لأدلة كثيرة ذكرناها في غير هذا الوضع. والثاني: أن ثواب العبادة البدنية لا يصل إليه بحال وهو المشهور عند أصحاب الشافعي ومالك. ( مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين .ج 7 / ص 159
“Ada dua pendapat diantara ulama: yang pertama bahwa pahala ibadah badaniyah seperti shalat dan bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit sebgaimana sampainya pahala ibadah maliyah. Dan ini adalah madzhab Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama Syafiiyah dan Malikiyah. Dan ini adalah pendapat yang benar berdasarkan dalil-dalil. Pendapat yang kedua mengatakan tidak sampainya ibadah badaniyah. Dan ini pendapat masyhur Imam Syafiiy dan Imam Malik”.
Sedangkan ulama Salafi lainnya, Nashiruddin Al-Albani, berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit jika yang membacanya adalah seorang anak yang menghadiahkan pahalanya untuk orang tuanya. Adapun bacaan Al-Quran yang dibaca oleh orang lain maka tidak sampai pahalanya. Berikut perkataan beliau dalam salah satu sesi tanya jawab:
قال الشيخ الألباني : إذا كان الذي يقرأ القران هو الولد للموتى سواء كان أبا او اما فهذه القراءة تنفع وأما من سوى الأولاد فلا تنفع قراءتهم
“Berkata Al-Albani: “Jika yang membacaAl-Quran itu adalah seorang anak untuk bapak dan ibunya maka bacaanya bermanfaat bagi si mayit. Adapun jika orang lain yang membacanya maka tidak bermanfaat bacaan mereka itu bagi si mayit”.
Sumber: elhooda.net

Kamis, 07 November 2013

Cerita Dibalik Seminar Sunni Syiah Di Jakarta 5 Nov 2013

Selasa 5 November 2013 yang juga bertepatan dengan 1 Muharram 1435 h, telah diadakan Seminar Polemik Suksesi Kekhalifahan Dan Tragedi Berdarah Karbala, Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Mazhab Islam. Acara ini diadakan untuk menambah wawasan umat islam tetang sunni dan syiah. Di hadiri oleh 200 an orang. Rencananya seminar ini akan diisi dengan  5 orang nara sumber yaitu Ust. Drs. A. Subki Saiman, MA.(pengkaji Sunni dan Syiah), H. Abdul Chair (akademisi), DR. Fuad Jabali, MA. (dir. lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Ust. M.Thalib ( amir Majlis Mujahidin Indonesia) dan Ust. DR. Umar Shahab, MA ( Ketua Dewan Syuro DPP Ahlul Bait Indonesia).

Masalah terjadi saat pembicara dari pihak Syiah yaitu Ust. Umar Shahab batal untuk mempresentasikan makalahnya karena dilarang oleh panitia. Panitia beralasan makalah yang dibuat oleh ust Umar tidak sesuai dengan tema. Hal ini diakui oleh ketua panitia M.A Akib sebagai kekhilafan pihak panitia karena panitia baru mengetahui ketidak sesuaian itu pada saat berlangsungnya acara tersebut dan tidak membaca dari sebelumnya . Padahal makalah tersebut telah dijilid dan dibagikan kepada peserta seminar.

Menurut Ust Umar sendiri bahwa beliau diminta oleh panitia untuk tidak jadi berbicara di seminar tersebut. Mengenai masalah makalahnya, menurut beliau bahwa pihak panitia bukan tidak membaca makalahnya, sebelum mereka cetak mereka sudah baca. Terbukti ada pesan sms dari ketua panitia yang meminta beliau untuk menambahkan persoalan "taqrib" dari makalah beliau yang memang tidak disebutkan secara tegas. Sms ini menggambarkan bahwa mereka sudah baca. Dan mereka sudah mencetakanya, jika ini adalah sebuah kesalahan, maka kesalahan terbesar pihak panitia adalah ketika mereka meminta ust Umar shahab untuk batal sebagai pembicara.

Jika panitia "sebenarnya" sudah tahu isi dari makalah tersebut kemudian mereka mencetaknya dan membagikan kepada peserta, berarti pada saat itu sebenarnya tidak ada masalah pada makalahnya. Adanya penolakan terjadi setelah makalah tersebut dibagi kepada para peserta. Bisa jadi ada oknum-oknum yang tidak ingin ust Umar Shahab memaparkan makalahnya karena takut dengan materi yang bakal sulit dibantah, mereka mengancam panitia. Karena bagi para musuh syiah cara apapun boleh dilakukan untuk mencegah perkembangan mazhab ahlulbait ini. 


Yang tidak kalah menarik adalah arrahmah.com,media yang selalu condong kepada alirannya para teroris yang sudah terkenal dengan fitnah-fitnahnya kepada ummat Islam ikut memberikan pemberitaannya.

# Pada Selasa, 2 Muharram 1435 H / 5 November 2013 18:1 dia melaporkan bahwa Ust. Umar kabur dari sebuah DISKUSI SUNNI SYIAH http://www.arrahmah.com/news/2013/11/05/umar-shahab-kabur-akui-syiah.html 



# Dan 2 jam kemudian dia memberitakan, ternyata : UST. UMAR DILARANG PANITIA YANG KETAKUTAN JIKA UST UMAR SHAHAB MENYAMPAIKAN MAKALAHNYA DIHADAPAN AUDIEN PADA SEMINAR TERSEBUT

inilah kelakuan situs berita paling aneh dan provokatif yang TIDAK PUNYA MALU DAN ETIKA BERITA SAMA SEKALI.
berita yang pertama mengatakan kalo Ust Umar shahab kabur karena diminta mengakui ke syiahannya sedangkan berita kedua mengatakan kalau ust Umar tidak diperkenankan berbica karena makalahnya tidak ilmiah dan provokatif karena judul makalahnya ust Umar "Saksikan Aku Adalah Syiah".


Selasa, 05 November 2013

Sayyid Hasan Nasrallah : Peringatan Asyura Membawa Kita lebih dekat kepada Allah

Sekretaris Jenderal Hizbullah , Sayyid Hasan Nasrallah , mengatakan bahwa musuh bangsa Islam sedang meluncurkan peperangan habis-habisan melawan kita , pidato beliau kali ini menekankan pada pembahasan bahwa upacara peringatan Asyura adalah sesi di mana kita menyembah Allah dan penanganan masalah-masalah nasional'.

Sayyed Hasan Nasrallah pada malam pertama Muharram di kompleks Sayyid Al - syuhada di pinggiran selatan Beirut  mengatakan bahwa negara Islam telah menyaksikan kondisi sulit karena ketegangan meningkat dan hasutan sektarian yang semakin mengancam umat Islam selama tahun lalu.

Menanggapi beberapa Takfiri , yang menganggap bahwa upacara peringatan Asyura adalah sesi politeisme , Sayyid Nasrallah menekankan bahwa upacara berkabung (dalam peringatan Asyuro) adalah sesi di mana Allah sedang disembah dan isu-isu berbagai bangsa dibahas .

" Sesi ini adalah untuk shalat , membaca ayat-ayat dari Al-Quran , memenuhi instruksi para nabi ' ... kita anggap sebagai sesi yang membawa kita lebih dekat kepada Allah . "

Sementara itu, Hizbullah menghimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan , tentara Libanon dan semua orang yang menjaga upacara tersebut .
" Situasi keamanan di daerah dan negara kita mengharuskan kita untuk mengambil langkah-langkah tersebut."

Berbicara tentang Islam , Sayyid Nasrallah menyerukan dunia untuk tidak menghakimi agama kita ini melalui perilaku buruk dari beberapa orang yang mengklaim mereka adalah Muslim dan melakukan kejahatan.
Beliau bertanya-tanya : " Apakah kita menilai Kristen melalui perilaku dari Amerika Serikat... ? "

Beliau mengkritik serangan pesawat tak berawak AS di Pakistan dan Afghanistan , pemimpin gerakan perlawanan tersebut mengatakan : " Setiap tahun , angkatan udara AS membunuh ribuan orang melalui serangan yang dilakukan oleh pesawat tak berawak . Namun tidak ada yang menggambarkan serangan itu sebagai kejahatan perang."

Sumber : almanar.com
diterjemahkan oleh nagiest

Senin, 15 Juli 2013

EDOARDO AGNELLI. Putra Mahkota Kerajaan Fiat Yang Akhirnya Terbunuh Karena Keyakinannya



Giovanni Agnelli yang lebih dikenal dengan nama Gianni ini adalah generasi ketiga Agnelli. Orang di italia menyebutnya IL Re,atau sang Raja. Gianni memiliki seorang putra bernama Edoardo.dan Edoardo adalah putra pertamanya, sosok yang dikenal di mata orang-orang italia sebagai Putra Mahkota dari pemilik perusahaan otomotif terbesar di Italia yakni Fiat. Fiat terkenal sebagai industry otomotif yang menghasilkan mobil mobil mewah seperti Ferrari, Alfa Romeo, Lancia dan Lamborghini.

Sebagai putra Mahkota dari keluarga Agnelli, Edoardo telah merasakan bagaimana nikmatnya hidup serba mewah dan berkelimpahan harta sejak dirinya dilahirkan ke dunia. Tapi ternyata bukan hal ini yang diinginkan dari kehidupannya, bukan kekayaan dan ketenaran yang dicari. Setelah mengerti apa arti dari kehidupan, Edoardo merasakan kalau kehidupan yang sedang dijalaninya adalah kehidupan yang menjenuhkan,tidak membuat hatinya tentram dan membuatnya bertambah beban semakin berat saja. Aturan-aturan kebangsawanan yang diterapkan untuk setiap anggota keluarga Agnelli membuatnya semakin jauh dari arti kehidupan sebenarnya yang sedang dia cari.

Kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang baru dan tidak membosankan telah lama dipikirkan oleh seorang Edoardo. Pada akhir dekade 70 an , setelah menyelesaikan sekolahnya di inggris, edoardo memutuskan untuk melanjutkan studinya di Princeton yang sangat terkenal di Amerika, dan mengambil jurusan Filsafat, sesuatu yang tidak pernah disetujui oleh ayahnya yang menginginkan anak putra satu-satunya mengikuti jejak sang ayah dengan belajar bisnis. Disinilah awal mula Edoardo berkenalan dengan agama Islam.

Adalah sebuah krisis Iran pasca Revolusi Islam, yang membuat edoardo lebih tertarik ke dalam dunia Islam lebih dalam lagi. Suatu hari dia menyaksikan acara debat politik di televisi. Tema yang mereka bahas adalah tema “panas” pada saat itu: krisis di Iran pasca-Revolusi Islam. Ada empat tamu dalam acara itu. Tiga wartawan dan seorang jubir Kedubes Iran di Roma, bernama Hassan Ghadiri Abyaneh.

Abyaneh mendapat giliran bicara yang pertama. Dalam bahasa Italia, dan dengan penuh keyakinan ia berucap, “Dengan Nama Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan Nama Tuhan yang Lebih Besar dari kapal-kapal induk Amerika.” Kalimat itu membuat studio seperti tersihir, kamera seperti membeku, begitu pula Eduardo di depan televisi. Ketika debat usai, keputusan Eduardo sudah bulat: dia harus mendatangi rumah Abyaneh di Roma. Abyaneh mengenangnya dengan perkataan, “Dia datang dengan skuter butut.” Seolah-olah dia ingin dikenal sebagai orang biasa, meski bisa saja datang dengan membawa Ferrari.

Kepada satpam dia mengenalkan diri dengan nama Eduardo. Dia mengatakan kenal Abyaneh di televisi, dan ingin berdiskusi sekaligus meminjam buku-buku tentang Imam Khomeini, pemimpin besar Revolusi Islam Iran. Jawaban yang diterima awalnya negatif. Tuan rumah sedang tidak ingin diganggu karena akhir pekan adalah waktu keluarga. Sekali lagi Eduardo menitip pesan kepada tuan rumah melalui satpam; yaitu: “Pintu Tuhan tak pernah tertutup.” Segera Abyaneh keluar rumah dengan wajah bersalah. Persahabatan pun dimulai.

Abyaneh kini tau bahwa Eduardo juga seorang muslim. Ia mengenal Islam saat kuliah di Universitas Princeton jurusan Filsafat dan Kajian Agama. Setelah membaca terjemahan Alquran berbahasa Inggris ia masuk Islam, namun disembunyikan dari publik. Dalam surat-suratnya ia menggunakan nama Hisham Aziz, namun dengan teman-teman Irannya ia menggunakan nama sebagai seorang Syiah, Mahdi.

Bagi Eduardo, Abyaneh adalah pintu masuknya ke Iran, bertemu dengan ulama berserban. Dia pun terbang ke Iran dan salat Jumat di belakang Ali Khamenei-pemimpin spiritual Iran sekarang.

Saat pers Barat mencitrakan Imam Khomeini sebagai diktator haus darah, Eduardo malah menemui beliau. Mantan presiden Iran, Hashemi Rafsanjani, mengisahkan bahwa Imam Khomeini sempat mengecup kening Eduardo dan menasehati: “Banyaklah merenung dan mengingat kehidupan setelah mati.”
Eduardo menemukan kedamaian dalam Islam yang seperti itu dari sekali membaca Alquran. Dia pernah bercerita:

“Suatu hari di New York pada saat saya berada di perpustakaan, saya sedang mencari-cari buku yang saya perlukan. Tanpa sengaja mata saya tertuju pada sebuah copy Alquran, sungguh saat itu saya sangat ingin tahu dan penasaran dengan kitab tersebut dan ingin mengetahui apa yang ditawarkan oleh kitab tersebut.
Akhirnya saya mengambil kitab tersebut dan mulai membaca terjemahaannya dalam bahasa Inggris. Sungguh pada saat saya membacanya tulisan dan ungkapan-ungkapan di kitab ini mempunyai sesuatu kekuatan dan petunjuk di dalamnnya, dan semua itu tidak mungkin dapat ditulis oleh seorang manusia. Saya sangat kagum dengan ungkapan-ungkapan di dalam kitab ini dan tertarik untuk mempelajarinya lebih dalam, jadi saya meminjamnya dan mempelajarinya. Makin dalam saya membaca makin saya mempercayainya dan mengerti makna semua kata-katannya.”

Hubungan dengan Abyaneh pun kian erat. Namun dengan keluarga semakin menegang. Saat Eduardo mengunjungi Mashhad dan berziarah ke makam Imam Ali Ridha ia berdoa, “Aku hanya inginkan cinta dan kasih ayahku selalu ada untukku ke depan.” Namun ayahnya, Gianni, yang tahu bahwa Eduardo berkiblat ke Tehran, menyatakan di media kalau Eduardo tak layak menjadi petinggi Fiat. Lebih buruk lagi ketika Eduardo di fitnah sebagai “gila” dan “pecandu narkotika” yang dibuat keluarganya sendiri.Ia sendiri pernah berkata kepada teman-teman Irannya bahwa setelah kematian ayahnya keluarga besarnya pasti akan membunuhnya. Ketika ia pergi ke Afrika, kalau tidak salah Kenya, ia dituduh membawa heroin seberat 300 kilo gram. Padahal menurut dia kejadiannya tidak demikian. Suatu saat dia melihat dua orang Australia sedang memakai heroin dan mengajarkan orang-orang setempat untuk memakainya. Ia melarang mereka untuk mengajari penduduk setempat. Bungalow tempat ia tinggal, kamarnya tidak terlalu jauh dengan kedua orang tersebut. Koran-koran Italia, yang kebanyakan punya keluarganya sendiri, mengabarkan dan membesar-besarkan hal itu agar dia tidak dipilih menjadi direkturnya. Ternyata ketika disidang tidak terbukti dia membawa Heroin. Namun, koran Italia tidak memuat berita itu.

Dalam diskusinya dengan teman-teman Irannya, ia sering pulang pergi ke Iran. Yang menarik perjalanan pertamanya ke Iran dan pertemuannya dengan Imam Khomeini RA. Hanya ia satu-satunya orang bule yang dicium dahinya. Kejadian ini sangat membekas dalam dirinya. Rafsanjani sendiri dalam salah satu bukunya hanya dua baris menjelaskan kedatangan Edoardo ke Iran dan pertemuannya dengan Imam Khomeini RA.


Entah mengapa Edoardo begitu mencintai Iran. Disaat Negara seperti amerika yang telah menyatakan bahwa iran adalah sebuah Negara yang haus darah, dan saat dimana Iran dicecar di seluruh pelosok bumi, Seorang putra mahkota justru sebaliknya. Rasa penasaran yang besar ingin mengetahui siapa diri seorang Khomeini dan revolusi islam telah menguatkan dirinya untuk segera berhadapan langsung dengan orang yang selalu dicarinya.

Berkali-kali edoardo terlihat duduk tak jauh dari tempat dimana seorang guru besar islam Iran Khomeini berada. Mereka beberapa kali melakukan shalat jumat bersama di beberapa mesjid terkenal di Iran. Dan keramahan yang dirasakan edoardo disaat Khomeini menciumnya seperti keluarganya membuat dirinya semakin kerasan berada di tempat yang entah berantah tidak pernah dikenal sebelumnya.

Selama di Iran, edoardo banyak mempelajari Hal baru. Edoardo lebih sering membaca buku kitab suci Al quran dan belajar sejarah mengenai Nabi Muhammad , sesuatu yang lebih dia gemari dan dia pilih ketimbang menghabiskan waktu bersama para pemain juventus, ataupun kebut-kebutan di jalan dengan mobil-mobil mewah milik keluarganya. Edoardo adalah seorang lelaki putra mahkota italia yang telah menemukan arti pentinganya sebuah kebesaran agama islam. Edoardo telah menemukan apa yang di inginkannya. Dia pernah mengungkapkan ke beberapa teman dekatnya.bahwa hidupnya telah dilahirkan baru. Dan dirinya sungguh merasakan kebahagiaan yang tak mungkin diraihnya selama dia masih berada di genggaman keluarga Agnelli. Edoardo diyakini telah menjadi seorang muslim sejati.

Sebuah akhir yang begitu sempurna yang dirasakan edoardo, tapi tidak dengan keluarga Agnelli. Keluarganya yang akhirnya tahu bahwa edoardo sungguh serius telah menjauhi keluarga agnelii demi sebuah ajaran Islam, marah besar. Bagi Gianni Agnelli ini adalah sebuah Fakta yang sulit diterima. Keluarga yang begitu terpandang di seluruh italia, sebuah keluarga yang taat akan ajaran tradisi agama Katolik, dan salah satu penyumbang dana terbesar ke Vatikan, dan pilihan edoardo untuk pindah ajaran agama adalah sebuah penyelewengan yang tidak bisa dimaafkan.

Akhirnya pemilihan direktur perusahan keluarga pun dilaksanakan yang terpilih bukan Edoardo tapi anak pamannya, sekalipun ia adalah pewaris satu-satunya. Edoardo setuju dan tidak menunjukkan penolakannya. Namun, ketika beberapa bulan kemudian anak pamannya dalam kejadian misterius meninggal dan akhirnya anak dari kakaknya dari suami kedua yang nota bene adalah Yahudi, Edoardo menunjukkan ketidaksetujuannya.

Di sela-sela penunjukkan sikap ketidaksetujuannya, pada masa-masa akhir dari kehidupannya ia berkeinginan untuk belajar di Qom memperdalam agama lagi. Ia berkata, sebagaimana dinukil oleh teman Irannya, membaca Al-Quran memang memiliki rasa tersendiri. Membaca dan memahaminya dengan bahasa terjemahan juga berbeda, namun bila saya dapat membaca dengan bahasa aslinya akan lebih baik.

Namun, keinginan itu akhirnya tinggal keinginan. Ia kemudian di bunuh dengan keji. Media Italia menyebutkan bahwa ia bunuh diri. Ia menjatuhkan dirinya dari sebuah jembatan layang. Teman-teman Irannya menyangkal kalau dia bunuh diri. Beberapa hari sebelumnya mereka masih asik dengan Edoardo dalam membicarakan Islam dan keinginannya untuk belajar ke Iran. Bahkan ia sempat menafsirkan sebuah ayat Al-Quran.
Sebuah harga yang sungguh mahal harus dibayar oleh seorang Edoardo.dan membayarnya dengan sebuah nyawa. Kesedihan dan kehancuran yang telah dirasakannya sejak kecil yang dibangun oleh kerajaan agnelli telah dibawa pergi oleh sebuah kematian. Kematian yang berujung sebuah kontroversi. Sebuah cerita yang berakhir dengan penuh tanda Tanya besar. Kematian yang ditangisi banyak orang di iran begitu juga kebingungan dan kecemasan yang dirasakan warga turin.

Tepatnya pada 15 november 2000, sebuah jasad manusia di temukan di kaki jembatan Generale Franco Romano yang memiliki ketinggian 80 meter. Polisi setempat meyakini setelah mengenali wajah lelaki tersebut adalah Edoardo Agnelii. Putra mahkota keluarga Gianni Agnelli. Di Koran-koran italia banyak yang mengungkapkan bahwa edoardo telah melakukan aksi bunuh diri, sesuatu hal yang tidak pernah dilakukannya. Karena hasil penelitian mengungkapkan, disaat jasad edoardo di temukan, wajah serta tulang badannya masih utuh dan tidak ada yang patah. Bagaimana mungkin bahwa seorang lelaki dengan berat badan 120 kilogram melompat dari ketinggian 80 meter yang akan menghujam tanah kurang lebih dengan kecepatan 150 kilometer perjam tidak mengalami patah tulang? Itulah isyarat jelas bahwa edoardo tidak pernah melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari jembatan Generale Franco Romano.

Apalagi jembatan Generale Franco Romano terkenal sangat ramai sekali, setidaknya ada kendaraan yang lewat selang 5-10 detik, terlebih lagi wajah edoardo yang cukup dikenali oleh setiap warga turin. Bagaimanapun wajahnya akan dikenali seseorang yang melintas bilamana edoardo berusaha menaiki badan jembatan dan kemudian melompat.dan sungguh aneh bila tak ada satupun orang yang akan memberikan kesaksian di hari saat edoardo bunuh diri.

Kejanggalan seputar kematian edoardo telah membuat resah warga italia. pasalnya banyak hasil investigasi yang sangat menyimpang, banyak hal yang tidak masuk akal terjadi. Dan permainan kotor para pihak yang bertanggung jawab atas jasad edoardo pun mulai jelas terlihat. Misalnya keharusan otopsi yang sepantasnya dilakukan tim medis tidak pernah dilakukan. Permainan kotor yang tidak begitu sempurna ini semakin terasa oleh public italia yang menyebutnya dengan “kebodohan dan kecerobohan keluarga Mafia”.

Kematian edoardo membuahkan pelajaran penting dalam kehidupan, ’di saat kau telah menemukan apa yang menurutmu benar, hal itu patut diperjuangkan walau sebuah nyawa harus dipertaruhkan.

SELAMAT JALAN EDOARDO.


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ










Sabtu, 13 Juli 2013

LABBAYKA YA HUSEIN



Sayyid Hasan Nasrullah :
Amerika tidak mengerti arti dari kata “Labbayka Ya Husein”

Mereka hanya mendengar slogan besar kita yakni “Labbayka Ya Husein”

“Labbayka Ya Husein”  yakni menjadikan dirimu menyertai dalam pertempuran walaupun kamu sendirian , walaupun kamu ditinggal oleh orang-orang, walaupun kami dihina orang-orang.

“Labbayka Ya Husein” adalah menjadikan kamu dan harta kamu dan keluarga kamu dan anak-anak kamu ikut dalam peperangan

“Labbayka Ya Husein”  bermakna si ibu rela anaknya dikirim ke medan perang untuk syahid,terpotong kepala anaknya,dibawa pulang kepada ibunya ..si ibu di beri kepala anaknya, sambil menyapu darah dan tanah di wajahnya, lantas si ibu berkata : aku ridho apa yang menimpamu, semoga Allah menerangkan wajahmu wahai anakku,seperti putih wajahnya di sisi Fatimah Azzahra alaihassalam di hari kiamat.

Inilah maksud dari “Labbayka Ya Husein”

“Labbayka Ya Husein”  bermaksud ibunya atau saudara perempuannya atau istrinya memakaikan pakaian perang  untuk dia pergi ke medan jihad

“Labbayka Ya Husein”  yaitu Zaenab alaihassalam member izin adikknya  Husain Alaihissalam untuk pergi syahid


Inilah “Labbayka Ya Husein”

Jumat, 12 Juli 2013

KENAPA SURIAH? (Jawaban Untuk Arrahmah)

Kenapa Suriah? Ya Iyalah, Biar Kita Cerdas 


Artikel ini tanggapan dari artikel ‘Kenapa Suriah? Catatan Kecil dari Diskusi di Kampus YARSI’ yang dimuat oleh Arrahmah.com (sumbernya Salam Online). 

Untuk mereka yang tak banyak mengamati konflik Suriah dan hanya berpegang pada artikel-artikel singkat atau status FB yang tendensius, isi artikel ini seolah-oleh benar dan ilmiah. Si penulis dengan ‘gaya’ menggunakan istilah ‘data sekunder’ untuk mengkritik Dr Joserizal dan Jerry Gray. Pendapat Dr Jose dan Jerry dianggap tidak valid karena menggunakan data yang didapat dari Google, media Barat dan media pro Suriah. Sebaliknya, data yang diajukan oleh tim mujahidin yang mengaku pernah datang langsung ke Suriah dianggap valid (padahal, itupun bukan ‘data’ melainkan pernyataan salah satu/beberapa hadirin diskusi; bukan pembicara, karena pembicara dari pihak pendukung ‘mujahidin Suriah’, menolak hadir; padahal seharusnya bila mereka benar-benar punya data, mereka mau hadir jadi pembicara untuk mempertanggungjawabkan klaim mereka selama ini). 

Ketidakcerdasan si penulis artikel ini justru terlihat dari sini. Lha, emangnya ‘data’ (tepatnya ‘cerita’) yang dibawa oleh tim mujahidin Indonesia itu bisa disebut data primer sehingga lebih kuat dari data yang diajukan Dr Jose dan Jerry? Emangnya penelitian ilmiah dianggap sah dengan mengajukan ‘cerita’ (kata si anu..kata si itu…)? Maaf ya, penelitian itu dianggap sah bila melakukan triangulasi data. Apa itu? Itu adalah proses cross-check data, dengan mewawancarai informan yang berada di pihak yang berseberangan, dengan observasi secara berimbang, serta dengan melakukan studi literatur. 

Gampangnya begini: di sebuah kampung ada geng motor. Suatu hari, ada anak yang tertabrak motor. Siapa yang nabrak? Kalau polisi datang ke geng motor, dan para anggotanya menjawab, “bukan kami yang nabrak!” kira-kira polisi akan langsung percaya gitu? Jelas tidak. Polisi akan melakukan observasi, siapa aja yang punya motor dan suka kebut-kebutan di kampung itu. Polisi akan mewawancarai korban. Dan polisi akan memeriksa arsip sejarah (bagaimana masa lalu anggota geng motor itu, adakah yang pernah menabrak orang?) 

Yang dilakukan para pendukung teroris Suriah (mohon maaf, di artikel itu sendiri si penulis sudah mengakui kok bahwa Jabhah Al Nusrah adalah Al Qaida; dan siapapun sudah tahu bahwa Al Qaida adalah jaringan teroris transnasional; meski mereka mengaku memperjuangkan Islam tetapi mereka menggunakan cara-cara terorisme. Apa itu terorisme? Belajar dulu deh, cari definisinya. Nanya ke mbah Google juga bisa) adalah berpegang pada satu data saja (yaitu, kata-kata para teroris yang mereka temui di Suriah). Ini jelas bukan data yang valid, karena kalau di-cross check dengan data lainnya (dalam proses triangulasi data), ketahuan bahwa data “kata si anu..kata si itu..” tersebut tidak konsisten dengan data lainnya. 

Misalnya: Al Qaida menolak mengakui bahwa mereka dapat suplai senjata dari AS/Israel, tapi beli dari orang Irak, dan orang Irak dapat senjata rampasan dari pasukan AS, makanya ditemukan senjata bermerek made in Israel. 

Pertama, ya iyalaaah, Al Qaida ngomong begitu. Kalau ngaku, jatuhlah citra yang mereka bangun selama ini sebagai ‘pejuang Islam” (coba balik lagi ke kasus geng motor di atas). Cara kita memverifikasi perkataan Al Qaida ini adalah dengan melihat catatan sejarah panjang bagaimana dulu terbentuknya Al Qaida, siapa yang awalnya mendanai dan mentraining mereka, siapa sebenarnya bin Laden, apa ideologinya, siapa saja yang terbunuh selama ini..? (coba saja browsing, data menyebutkan bahwa korban terorisme Al Qaeda justru mayoritasnya muslim -yang dianggap kafir oleh Al Qaida-; jadi citra bahwa Al Qaida berjuang melawan Barat adalah bohong belaka). 

Silahkan browsing juga, kalau teliti dan niat mencari kebenaran, akan ketemu siapa saja tokoh-tokoh Al Qaida dari Libya yang ternyata agen CIA dan mereka ini yang awalnya melatih para ‘mujahidin Suriah’. Dan ketika pasukan dari Suriah tak cukup (artinya, rakyat Suriah sendiri mayoritasnya tak mau ikut bertempur bareng teroris), mereka mendatangkan pasukan dari luar negeri dengan iming-iming jihadis dan masuk surga. 

Sayangnya ada banyak orang Indonesia yang tertipu dan sudah ada 55 warga Indonesia yang tewas gara-gara 'jihad' di Suriah. Coba dicek juga, berapa banyak kebohongan yang dilakukan para pendukung Al Qaida selama ini, misalnya melalui foto-foto yang diklaim sebagai korban Assad, jebule korban di Irak, Pakistan, atau Gaza. 

Cara mengecek keaslian foto hanya dalam hitungan detik, tinggal masukkan image-nya ke Google Image, langsung ketahuan sumber foto aslinya. Hari gini masih ketipu sama foto palsu?? Ketika narasumber sudah terbukti sering bohong, apa layak data yang dibawanya diterima begitu saja tanpa triangulasi data? Jadi inilah jawabannya, kenapa Suriah perlu kita cermati? Supaya kita cerdas dan jangan mudah dihasut dan diadu domba.

Sayyed Hassan Nasrallah



Thousands want him killed
A man of bravery
A man of justice
A man of piety
One of the best leaders
A leader of the bravest army
A leader of discipline
Comes from the lineage of the prophet and his family
He goes by the name of “NASRALLAH”
The secretary general of HEZBOLLAH
SAYYED HASAN NASRALLAH
He is hidden from the people
No one knows where he is
Because they want him killed

But he...doesn’t care...

SAYYID HASAN NASRULLAH ,Pemimpin Yang Selalu Menepati Janji






Sayyid Hasan Nasrallah terbilang masih muda untuk seorang ulama: 51 tahun. Kendati, sepintas dari penampilannya, dia seperti ulama kebanyakan. Kemanapun pergi, dia tak pernah lepas dari jubah dan sorban hitam. Tapi ada satu hal yang membedakan dia dengan ulama kebanyakan: kakinya tak pernah lepas dari sepatu boot tentara. Dia memang pernah lama di lapangan, di medan tempur. Dalam kepemimpinannya lah, Hizbullah bisa memaksa Israel mengakhiri pendudukan 18 tahun atas wilayah Lebanon. “ini bukan kemenangan partai, bukan juga milik agama tertentu, tapi ini kemenangan Lebanon dan seluruh penduduk Lebanon dan setiap jiwa merdeka di dunia,” katanya saat berpidato merayakan hengkangnya Israel dari Bint Jbeil, jantung perlawanan Hizbullah di Lebanon Selatan.


Hassan Nasrallah adalah seorang politikus Lebanon. Ia adalah sekretaris jenderal partai Hizbullah saat ini. Di bawah kepemimpinan Nasrallah, Hizbullah mampu mematahkan serangan Israel, sesuatu yang selama ini nyaris tak dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa Arab. Dengan gebrakan Nasrallah, kaum muslim bersatu, tanpa meributkan lagi soal sekat mazhab Sunni-Syiah.


Di kalangan muslim Lebanon, Nasrallah dianggap sebagai personfikasi pemimpin religious yang paripurna; seganas singa di medan tempur tapi ‘cengeng’ saat bersujud di mihrab. Posturnya sendiri rata-rata untuk ukuran orang Arab kebanyakan, wajahnya bulat, air mukanya selalu cerah. Dia juga termasuk di antara sedikit pemimpin Arab yang punya pengetahuan luas tentang apa yang terjadi di luar dunia Arab. Dia punya kegemaran mencermati setiap berita, utamanya media massa Israel. Dia menelaah Haaretz dan Yediot Aharonot, dia juga rajin memonitor kondisi Muslim di berbagai belahan dunia. Nasrullah suatu ketika mengatakan bahwa ia membaca banyak buku, khususnya memoir para tokoh politik, termasuk autobiografi Ariel Sharon “Memoirs of Sharon” dan biografi Benjamin Netanyahu bertajuk A Place Under the Sun, dengan tujuan mendapatkan informasi hal ihwal musuh-musuhnya. Di luar semua itu, yang menjadikan Nasrallah menjulang di Lebanon adalah ketajaman pisau argumentasinya. Hampir semua politisi di Lebanon, baik kawan atau musuh, mengakui hal ini.


Nasrallah memang menantang. Dialah orang pertama di dunia Arab yang mampu mengembalikan kehormatan Arab setelah dipermalukan berulangkali oleh Israel, memberikan kemenangan setelah kekalahan, dan memberikan kekuatan pada bangsa yang sekian lama merasa tak berdaya. Berbeda dari pemimpin sekuler Arab terdahulu, Nasrallah lebih religious dan memiliki karakter serta kharisma yang berbeda. Dia memberikan bukti, bukan sekadar janji kosong politisi yang biasa menerapkan lain kata lain perbuatan.

Kamis, 11 Juli 2013

LOVE YOU DAD...


Dan hak ayahmu adalah bahwa kau harus tahu bahwa ia adalah akar mu dan kamu adalah cabangnya. Dan tanpa dia, kamu bukanlah apa-apa. Setiap kali kamu melihat sesuatu dalam diri sendiri yang menyenangkanmu, kamu harus tahu bahwa ayahmu yang menjadi akar dari  segala keberkahan yang kau dapatkan. Jadi berdoalah kepada Allah dan bersyukur kepadaNya atas pengakuan itu. Dan tidak ada kekuasaan, kecuali kekuasaan Allah.

Sabtu, 28 Juli 2012

Pembantaian Muslim Myanmar










Dimana Penerima nobel perdamaian Aung San Suu Kyi..? apakah ia sudah mulai tuli dan bisu...?
Dimana Media...? apakah terbunuh nya manusia sudah tidak penting lagi untuk di muat...?
Diamana Para Aktivis HAM...? yang selalu lantang membela kaum minoritas yang tertindas, Mungkinkah karena etnis Rohingya yang ditimpa kemalangan itu kebetulan beragama Islam — dan seperti kebanyakan kasus lain ketika umat Islam menjadi korban — maka para aktivis HAM menjadi tuli dan sariawan...?