nagiest

Memberi adalah sebuah komunikasi yang terbaik

nagiest

Cara terbaik dalam menasihati anak-anakmu adalah mencari tahu apa yang mereka inginkan dan lalu nasehatilah mereka bagaimana melakukannya

nagiest

Tidak ada yang sia-sia jika kita melakukan sesuatu untuk anak-anak. Mereka sepertinya tidak memperhatikan kita, mengalihkan pandangan dan jarang berterima kasih, tapi apa yang kita lakukan untuk mereka tidak pernah sia-sia

nagiest

Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, Namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali

nagiest

Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan

Sabtu, 05 September 2015

TUKANG AZAN YANG GILA

MUADZIN GILA...!!!

Suasana sebuah kampungtiba-tiba heboh, karena pd saat jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari sebuah mushalla setempat melalui pengeras suara yang memecah keheningan malam.
Warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya...Mbah Sadi, suaranya sudah dikenal dikampung itu, umurnya sudah mencapai kepala tujuh.
Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam sepuluh malam..??
Ketika warga sampai di pintu mushalla, Mbah Sadi baru selesai adzan dan mematikan sound system. “Mbah tahu gak, jam berapa sekarang..??” kata Pak RT.“Adzan apa jam segini, Mbah..??” “Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Roso dengan nada prihatin.
Sekarang banyak betul aliran macam-macam. “Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila. “Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam segini..??”

“Kalian ini......,” jawab Mbah Sadi tenang. “Tadi, waktu saya adzan Isya, tidak seorang pun yang datang ke musholla. Sekarang saya adzan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla.
Satu kampung lagi...!!! Kalo gitu... SIAPA YANG GILA....???”

Wargapun pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang kemudian menjauh perlahan-lahan,tak berani melihat wajah Mbah Sadi.
Mawas diri...dipanggil dan di ingatkan yg baik2 kadang2 kita tdk mau mendengarkan. Bahkan di panggil untuk sholat saja, kita tak sempat datang. Tetapi begitu ada kesempatan  membodoh2kan dan memarahi orang, kita menyempatkan diri......
Sampaikan PESAN penting ini ke teman-teman lainnya ya.."Semoga yang share/berbagi di permudah segala urusanantum ya"
-diambil dari PLUSS GROUP

Jumat, 04 September 2015

Sopir Metro Mini Sisipkan ‘Bulu Macan’ ke Tangan Jokowi Kemudian Menangis




Bagaikan mimpi di siang bolong, itulah yang terbersit di benak Tagor Napitupulu (49) saat makan bersama Presiden Joko Widodo.

Hanya cincin batu akik Bulu Macan saja yang bisa gambarkan ungkapan perasaan Tagor siang ini.

Tagor ke Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2015) bersama teman-temannya sesama pengemudi dan kenek Metro Mini.

Tak hanya itu, ada pula ojek pangkalan, Go-Jek, Kopaja, taksi, dan mikrolet yang semuanya berjumlah seratus orang.



Tagor duduk di sisi sebelah kiri pada sebuah meja bundar. Matanya terus memandangi Presiden Jokowi yang makan di sisi tengah dan kemudian membuka sesi tanya jawab.

“Saya di Jakarta dari tahun 1998, ini pertama kali saya masuk Istana. Jadi kita kan seneng banget jadinya. Belum ada Presiden seperti ini. Biasa kan yang sudah-sudah seperti open house, bukan istilahnya kan sesudah lebaran kan istilahnya silaturahim,” ujar Tagor.

Hidangan yang tersaji mungkin bisa dibilang tak berbeda dengan santapan sehari-hari. Mulai dari soto ayam, nasi goreng, sampai udang goreng. Tapi yang spesial menurut Tagor adalah ketika menyantap makanan yang sama dengan Presiden.

Sayangnya waktu untuk bercengkerama siang ini tak panjang. Sehingga perwakilan dari Metro Mini yang sedianya adalah Tagor, belum berkesempatan menyampaikan uneg-uneg.

Acara kemudian berlanjut dengan sesi foto bersama Jokowi secara bergantian berdasarkan instansi masing-masing. Ketika Metro Mini selesai berfoto bersama, tiba-tiba Tagor mendekati Jokowi.

Tagor bersalaman dan mencium tangan Jokowi, sehingga Sang Presiden pun kaget. Lebih kaget lagi ketika ternyata Tagor menyelipkan sesuatu ke tangan Jokowi. Lalu Tagor berjalan menunduk menuju pintu keluar, menyembunyikan air mata haru yang tak sengaja menetes usai memberikan cincin batu akik Bulu Macan kepada orang nomor satu di Republik Indonesia.

“Jenis batunya katanya Bulu Macan, katanya. Saya belinya di Pasar Senen. Istilahnya sopir-sopir juga yang jual. Sebenarnya saya bukan beli, tapi saya lihat itu dia punya batu saya senang itu. Enggak dipatok harga. Saya kasih ini saya punya ‘merah’ doang. Ternyata diterima. Merah maksudnya seratus ribu,” tutur Tagor yang sehari-hari mangkal di Terminal Stasiun Senen itu.

Tagor mengaku secara tiba-tiba ingin berikan cincin tersebut untuk Jokowi. Entah mengapa hal itu terlintas, tetapi dia senang ketika Sang Presiden menerima pemberiannya itu.

“Tapi tadi istilahnya apa tadi, ah sudah lah saya mau kasih cinderamata ala kadarnya. Mungkin besok bisa diingatnya kita kan,” ungkap ayah 4 anak tersebut.

Trans TV Kembali Berulah, Teuku Wisnu Memfatwakan Faham Wahabi

MusliModerat.Com - Heboh, sosial media digemparkan dengan adanya fatwa yang  dikeluarkan oleh salah satu Ustadz/ Ustadzah Artis di Indonesia. Dalam sebuah program TV bertajuk “Berita Islam Masa Kini” di salah satu televisi nasional, Ustadz/ Ustadzah Artis fenomenal selaku pembawa acara program itu menyatakan keharaman amaliah ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) mengirim atau menghadiahkan bacaan Qur’an Surat Al-Fatihah untuk mayit.
Ustadzah Artis fenomenal, sebutlah namanya ZM, berfatwa membacakan Quran Surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal adalah perbuatan bid’ah (sesat) karena tidak dilakukan oleh Rasulullah. Sementara itu, Ustadz Artis fenomenal yang lain, katakanlah inisial TW, di televisi dan waktu yang sama juga membenarkan dan menguatkan fatwa Ustadzah Artis ZM tersebut. Dikatakan oleh Ustadz Artis TW itu bahwasanya mengirim Al-Fatihah untuk orang yang telah meninggal itu tidak ada dalilnya dan tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Entahlah apa yang ada pada pikiran Ustadzah Artis ZM dan Ustadz Artis TW itu sehingga bisa dengan mudahnya menyalahkan amaliah ahlussunah yang banyak dilakukan oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia.

Menanggapi fatwa “nyeleneh” ini, Wakil Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya yang juga Mantan Ketua LBM NU Surabaya dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin ikut angkat bicara. Dalam akun Facebooknya, beliau menyatakan keheranannya. Alumni Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri ini menyatakan entah sejak kapan kirim Al-Fatihah tidak sampai padahal di masa ulama Madzhab dahulu bacaan Al-Fatihah sampai, kok kata Ustadz/ Ustadzah Artis TV di zaman sekarang tidak sampai. Beliau pun mengungkapkan salah satu dalil amaliah sampainya pahala bacaan Quran Surat Al-Fatihah untuk mayit menurut pendapat madzhab Hanbali:
وقال أحمد بن محمد المروذي :[ سمعت أحمد بن حنبل رحمه الله يقول : إذا دخلتم المقابر فاقرءوا بفاتحة الكتاب والمعوذتين وقل هو الله أحد واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم… (مطالب اولي النهى من الحنابلة)
“Al-Marwadzi berkata bahwa ia mendengar Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Jika kalian masuk ke kuburan, maka bacalah Al-Fatihah, Al-Falaq dan An-Nas, serta al-Ikhlas. Jadikan pahalanya untuk ahli kubur, maka akan sampai kepada mereka” (Mathalib Uli al-Nuha, madzhab Hanbali).
Sebagaimana pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, ulama-ulama Salafi pun berpendapat yang sama tentang sampainya pahala bacaan Qur’an, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Al-Utsaimin, dan Nashiruddin Al-Albani. Tapi anehnya para pengikut ulama Salafi seperti Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM menyelisihi pendapat ulama yang dianutnya.

CUPLIKAN TRANSKIP PERCAKAPAN DAN VIDEO FATWA USTADZ/ USTADZAH ARTIS FENOMENAL
Berikut adalah cuplikan transkip percakapan dan rekaman video fatwa Ustadz Artis TW dan Ustadzah Artis ZM yang menghebohkan:
Ustadzah Artis ZM: “… Pembahasan yang sangat penting dan menarik buat saya, karena terus terang saya baru tahu sekarang kalau yang namanya Al-Fatihah, saya sering banget membacakan surat Al-Fatihah untuk orang-orang yang sudah meninggal biasanya habis shalat tapi ternyata Rasulullah tidak menjalankannya“.
Ustadz Artis TW: “Nah itu dia… Poin yang paling penting sebenarnya yang harus kita benarkan adalah ada dua syarat diterimanya amalan oleh Allah Ta’ala. Yaitu yang pertama ikhlas, dan yang kedua sesuai dengan anjuran Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam. Nah ini dia ketika ada yang menyampaikan sesuatu kita harus tanya dulu ada dalilnya atau nggak begitu ya. Nah ini juga hak kita sebagai para jamaah misalnya berdiri di suatu majelis dengan ustadz, ya ustadz kalau membaca Al-Fatihah setelah eh.. ada untuk mengirim untuk orang yang telah meninggal ataupun setelah shalat baca Fatihah dan kita ada punya hak untuk bertanya kepada ustadz, ustadz afwan kira-kira ada dalilnya begitu? (Ustadzah ZM menyahut: Dalilnya apa?). Nah balik lagi supaya kita menuntut ilmu, kan menuntut ilmu wajib ya, dan ini menjadikan kita sebagai seorang muslim dan muslimah yang semakin berilmu dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala”.
Ustadzah Artis ZM: “Jangan sampai ketika melakukan sesuatu dengan niat yang baik tapi justru kita malah melakukan bid’ah“.
PENDAPAT ULAMA SALAFI TENTANG SAMPAINYA PAHALA BACAAN AL-QUR’AN KEPADA MAYIT
Ulama rujukan Salafi, Ibnu Taimiyah, berkata di dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa juz 24 halaman 367:
وأما القراءة والصدقة وغيرهما من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه أيضا الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره. وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه
“Adapun bacaan Al-Quran, shodaqoh dan ibadah lainnya termasuk perbuatan yang baik dan tidak ada pertentangan dikalangan ulama ahlussunnah wal jamaah bahwa sampainya pahala ibadah amaliah seperti shodaqoh dan membebaskan budak. Begitu juga dengan doa, istighfar, shalat dan doa di kuburan. Akan tetapi, para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit”.
Bahkan Ibnu Taimiyah juga menyebutkan bahwa pendapat yang mengatakan pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit adalah pendapat dari Al-Imam Abu Hanifah dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal. Berikut ini adalah perkataan beliau dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa:
وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية: كالصوم والصلاة والقراءة. والصواب أن الجميع يصل إليه فقد ثبت في الصحيحين عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: {من مات وعليه صيام صام عنه وليه} وثبت أيضا: {أنه أمر امرأة ماتت أمها وعليها صوم أن تصوم عن أمها} . وفي المسند عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لعمرو بن العاص: {لو أن أباك أسلم فتصدقت عنه أو صمت أو أعتقت عنه نفعه ذلك} وهذا مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي
“Para ulama berbeda pendapat tentang sampai atau tidaknya pahala ibadah badaniyah seperti puasa, shalat dan bacaan. Pendapat yang benar adalah semua amal ibadah itu sampai kepada mayit. Karena diriwayatkan bahwa nabi pernah bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dan dia punya hutang puasa maka boleh bagi walinya untuk berpuasa atas si mayit”. Dan ini adalah pendapat Ahmad bin Hanbal, Abu Hanifah dan beberapa ulama Malikiyah dan Syafiiyah”.
Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, ulama rujukan pengikut Salafi yang lain juga mengatakan bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam kitab Ar-Ruh halaman 122:
هذه النصوص متظاهرة على وصول ثواب الأعمال إلى الميت إذا فعلها الحي عنه وهذا محض للقياس فإن الثواب حق للعامل فإذا وهبه لأخيه المسلم لم يمنع من ذلك كما لم يمنع من هبة ماله في حياته وإبرائه له من بعد موته وقد نبه النبي بوصول ثواب الصوم الذي هو مجرد ترك ونية تقوم بالقلب لا يطلع عليه إلا الله وليس بعمل الجوارح على وصول ثواب القراءة التي هي عمل باللسان تسمعه الأذن وتراه العين بطريق الأولى. ويوضحه أن الصوم نية محضة وكف النفس عن المفطرات وقد أوصل الله ثوابه إلى الميت فكيف بالقراءة التي هي عمل ونية بل لا تفتقر إلى النية فوصول ثواب الصوم إلى الميت فيه تنبيه على وصول سائر الأعمال. والعبادات قسمان مالية وبدنية وقد نبه الشارع بوصول ثواب الصدقة قال على وصول ثواب سائر العبادات المالية ونبه بوصول ثواب الصوم على وصول ثواب سائر العبادات البدنية وأخبر بوصول ثواب الحج المركب من المالية والبدنية فالأنواع الثلاثة ثابتة بالنص والاعتبار. وبالله التوفيق ( كتاب الروح لابن القيم الجوزية, ص : 122
“Dalil-dalil ini sangat jelas sekali bahwa amal ibadah itu sampai kepada mayit jika yang melakukan adalah orang yang masih hidup. Jika orang itu menghadiahkan pahalanya buat saudaranya maka pahalanya sampai seperti sampainya pahala puasa sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi. Allah telah menyampaikan pahala puasa bagi mayit maka begitu juga dengan pahala bacaan. Ibadah itu dibagi menjadi dua. Yaitu ibadah maliyah dan ibadah badaniyah. Sungguh Allah telah menjelaskan tetang sampainya pahala ibadah maliyah seperti shodaqoh dan pahala badaniyah seperti puasa dan begitu juga pahala haji yang merupakan ibadah badaniyah sekaligus ibadah maliyah. Dan hal ini berdasarkan nash-nash yang ada”.
Sementara itu Al-Utsaimin juga mengatakan hal yang sama bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit. Hal ini beliau jelaskan di dalam majmu fatawa dan wa rosail beliau sebagai berikut:
الناس على قولين معروفين: أحدهما: أن ثواب العبادات البدنية من الصلاة والقراءة ونحوهما يصل إلى الميت كما يصل إليه ثواب العبادات المالية بالإجماع وهذا مذهب أبي حنيفة وأحمد وغيرهما وقول طائفة من أصحاب مالك والشافعي وهو الصواب لأدلة كثيرة ذكرناها في غير هذا الوضع. والثاني: أن ثواب العبادة البدنية لا يصل إليه بحال وهو المشهور عند أصحاب الشافعي ومالك. ( مجموع فتاوى ورسائل ابن عثيمين .ج 7 / ص 159
“Ada dua pendapat diantara ulama: yang pertama bahwa pahala ibadah badaniyah seperti shalat dan bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit sebgaimana sampainya pahala ibadah maliyah. Dan ini adalah madzhab Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama Syafiiyah dan Malikiyah. Dan ini adalah pendapat yang benar berdasarkan dalil-dalil. Pendapat yang kedua mengatakan tidak sampainya ibadah badaniyah. Dan ini pendapat masyhur Imam Syafiiy dan Imam Malik”.
Sedangkan ulama Salafi lainnya, Nashiruddin Al-Albani, berpendapat bahwa pahala bacaan Al-Quran itu sampai kepada mayit jika yang membacanya adalah seorang anak yang menghadiahkan pahalanya untuk orang tuanya. Adapun bacaan Al-Quran yang dibaca oleh orang lain maka tidak sampai pahalanya. Berikut perkataan beliau dalam salah satu sesi tanya jawab:
قال الشيخ الألباني : إذا كان الذي يقرأ القران هو الولد للموتى سواء كان أبا او اما فهذه القراءة تنفع وأما من سوى الأولاد فلا تنفع قراءتهم
“Berkata Al-Albani: “Jika yang membacaAl-Quran itu adalah seorang anak untuk bapak dan ibunya maka bacaanya bermanfaat bagi si mayit. Adapun jika orang lain yang membacanya maka tidak bermanfaat bacaan mereka itu bagi si mayit”.
Sumber: elhooda.net

4 Ayat Perlindungan Diri

 Khazanahalquran.com – Seorang guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanafi yang bernama Imam Ja’far As-Shodiq pernah berpesan mengenai ayat-ayat perlindungan beserta janji Allah dibalik ayat-ayat tersebut, beliau berkata,

“Aku heran kepada orang yang takut sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ -١٧٣-

“Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.”
(Ali Imran 173)


Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ -١٧٤-

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah Mempunyai karunia yang besar.”
(Ali Imran 174)


Aku heran kepada orang yang bersedih sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ -٨٧-

“Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(Al-Anbiya’ 87)


Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنجِي الْمُؤْمِنِينَ -٨٨-

“Maka Kami Kabulkan (doa)nya dan Kami Selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami Menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
(Al-Anbiya’ 88)


Aku heran kepada orang yang ditipu (dipermainkan) sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ -٤٤-

“Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”
(Ghofir 44)

Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا -٤٥-

“Maka Allah Memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka.”
(Ghofir 45)

Aku heran kepada orang yang mencari dunia sementara ia tidak berlindung pada firman Allah swt,

مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ -٣٩-

“Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”
(Al-Kahfi 39)

Padahal aku mendengar setelah ayat ini Allah berfirman,

فَعَسَى رَبِّي أَن يُؤْتِيَنِ خَيْراً مِّن جَنَّتِكَ -٤٠-

“Maka mudah-mudahan Tuhan-ku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini).”
(Al-Kahfi 40)


Marilah kita mulai membiasakan lisan untuk berdzikir dan menguatkan hati dengan ayat-ayat Allah swt. Karena dibalik ayat-ayat suci ini ada janji-janji indah yang menanti. Dan Allah sungguh Maha Menepati Janji.

http://www.khazanahalquran.com/4-ayat-perlindungan-diri

Surat Terbuka Untuk Ustadz Teuku Wisnu


Dari dulu saya ingin sekali ngajak ngopi bareng sambil diskusi sama Ustadz fenomenal TEUKU WISNU dan Ustadzah hebat ZASKIA ADYA MECCA.

Dua ‘pemuka agama’ ini pada intinya mengatakan “Hadiah Bacaan Al-Fatihah itu BID’AH dan tidak sampai pahalanya ke mayit”.
Jadi begini Pak Ustadz Teuku Wisnu dan Ustadzah Zaskia Adya Mecca.

Anda berdua sudah pernah dengar kan hadits shahih ini ?

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) : sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

Katanya kalo sudah meninggal tidak mendapat kiriman pahala dari yang hidup ? Berarti hadits di atas SALAH dong menurut anda ?
Atau jangan-jangan anda tidak pernah mendoakan orang tua anda / kakek nenek anda yang sudah meninggal ?

Kalau tidak mau dikirimkan hadiah fatihah kepada keluarga anda yang sudah meninggal, oke deh saya krimkan doa semoga keluarga anda yang sudah meninggal disiksa di neraka dengan seberat-berat siksaan. Nah looohh… Kira-kira sampai nggak doa itu ?

Apa ‘sampeyan berdua pernah baca hadits ini ?

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756).

Wah, sedekah KEBUN saja bisa sampai bro and sis, apalagi sedekah Bacaan Al-Fatihah yang punya banyak khasiat ?
Padahal EMPAT MADZHAB yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali TELAH SEPAKAT sampainya pahala bacaan Al-Qur’an kepada si mayit.

1. IMAM HANAFI

من صام أو صلى أو تصدق وجعل ثوابه لغيره من الأموات أو الأحياء جاز ويصل ثوابها إليهم
Barangsiapa puasa, sholat atau bershodaqah dan ia jadikan pahalanya untuk orang yang mati atau yang hidup,maka boleh dan sampai pahalanya itu kepada mereka.

2. IMAM MALIKI

وإن قرأ الرجل وأهدى ثواب قراءته للميت جاز ذلك وحصل للميت أجره
Jika seseorang membaca Al Qur’an, dan ia hadiahkan pahalanya untuk mayit, maka boleh itu dan sampai pahalanya untuk si mayit

3. IMAM SYAFI’I

قال الشوكاني : وقال في شرح الكنز إن الأنسان أن يجعل ثواب عمله لغيره صلاة كان او صوما او حجا او صدقة اوقرأة قرأن او غير ذلك من جميع أنواع البر،ويصل ذلك إلى الميت و ينفعه
Bahwasannya manusia itu bisa menjadikan pahala amalnya itu untuk orang lain, baik berupa sholat, puasa, haji, sodakoh atau bacaan Al Qur’an atau selain dari itu semua yang berupa berbagai macam amal kebaikan, dan pahalanya itu semua bisa sampai kepada mayit dan bisa bermanfaat bagi mayit.

4. IMAM HAMBALI

وحكي عن أحمد بن حنبل : أنه قال : يلحق الميت ثواب ما يفعل عنه من الصلاة والقراءة والذكر
Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hambal, bahwa beliau berkata : Mayit bisa mendpat pahala yang dikerjakan untuk dia dari sholat, bacaan Al Qur’an dan Dzikir-dzikir.

Kalau MASIH BELUM PERCAYA ini ada fatwa dari ulama Salafi / Wahabi fenomenal seperti IBNU TAIMIYAH

وأما قراءة القرآن والصدقة وغيرها من أعمال البر فلا نزاع بين علماء السنة والجماعة في وصول ثواب العبادات المالية كالصدقة والعتق كما يصل إليه الدعاء والاستغفار والصلاة عليه صلاة الجنازة والدعاء عند قبره، وتنازعوا في وصول الأعمال البدنية كالصوم والصلاة والقراءة، والصواب أن الجميع يصل إلى الميت وهذا مذهب أحمد وأبي حنيفة وطائفة من أصحاب مالك والشافعي، وهو ينتفع بكل ما يصل إليه من كل مسلم سواء كان من أقاربه أو غيرهم انتهى ( مجموع الفتوى ج24 ص366 ).

Adapun membaca al-Qur’an, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya, maka tidak ada pertentangan di kalangan ulama Sunnah Wal-Jama’ah tentang sampainya pahala ibadah yang bersifat harta seperti sedekah dan memerdekakan budak.

Sebagaimana sampai pula pahala doa, istighfar, shalat jenazah dan berdoa di makamnya. Para ulama bertentangan tentang sampainya pahala amalan-amalan yang bersifat fisik seperti puasa, shalat dan membaca al-Qur’an. Pendapat yang benar, semua itu sampai kepada mayit. Ini adalah madzhab Ahmad, Abu Hanifah dan sekelompok dari pengikut Malik dan al-Syafi’i. Mayit dapat mengambil manfaat dengan setiap kebaikan yang sampai kepadanya dari setiap Muslim, baik dari kerabatnya maupun orang lain. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah, juz 24 halaman 366).
Tambahan lagi dari Ulama Wahabi MUHAMMAD BIN SHALIH AL UTSAIMIN

Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin berkata dalam fatwanya sebagai berikut:

الراجح أن الميِّت ينتفع بذلك وأنَّه يجوز للإنسان أن يقرأ بنيَّة أنَّه لفلان أو فلانة من المسلمين سواء كان قريباً أم غير قريب لأنَّه ورد في جنس العبادات جواز صرفها للميِّت انتهى . (المجموع الثمين من فتاوى ابن عثيمين ج2ص115 ).

Pendapat yang unggul, sesungguhnya orang yang mati dapat mengambil manfaat dengan kiriman pahala tersebut. Seseorang boleh membaca al-Qur’an atau Surat al-Fatihah dengan niat untuk si Fulan atau Fulanah dari kaum Muslimin, baik dia kerabatnya atau pun bukan kerabatnya. Karena telah datang dalil bolehnya menghadiahkan pahala dalam jenis ibadah tersebut kepada orang yang meninggal dunia. (Ibnu ‘Utsaimin, al-Majmu’ al-Tsamin min Fatawa Ibn ‘Utsaimin, juz 2 halaman 115).

Kalau sampai masih belum percaya lagi, begini saja, apabila Ustadz Abu Adam Teuku Wisnu dan Ustadzah Zaskia Adya Mecca suatu saat nanti meninggal, akan saya kirimkan bacaan Surat Al-Fatihah bahkan bila perlu kubacakan 30 juz Al Qur’an.

Jika memang TIDAK SAMPAI silahkan menghubungi saya di
nomor HP/ WhatsApp / Line : 085742760197
Atau Pin BB : 7EBB9D6E
Demikian BERITA ISLAM MASA KUNA, sampai jumpa kembali di lain kesempatan.

Sumber: muslimoderat.com

"Amien Rais Memalukan Islam dan Muhammadiyah"

intelijen - Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais yang menyatakan dukungan partai berlambang matahari terbit akan mengakibatkan rakyat sudah tidak percaya kepada mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.
“Amien Rais tak akan dipercaya rakyat lagi walaupun sudah menjelaskan alasan PAN bergabung ke pemerintah. Selama ini Amien mengkritik keras Jokowi tetapi akhirnya bergabung. Ini menunjukkan tidak konsisten,” ungkap pengamat politik Muhammad Huda dalam pernyataan kepada intelijen, Kamis (3/9).
Menurut Huda, berbagai pernyataan Amien Rais juga telah membuat panas para pendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH). “Saat ini posisi Amien Rais sudah dihujat pendukung KIH dan KMP. Karirnya sudah tamat,” ungkap Huda.
Huda mengatakan, sebagai pendiri PAN, harusnya Amien Rais membawa partai tersebut dalam posisi terhormat. “Di luar pemerintahan itu juga terhormat. Dan bisa menjadi investasi politik di Pemilu 2019,” papar Huda.
Kata Huda, sikap Amien Rais justru membuat malu Islam dan Muhammadiyah. “Amien Rais itu dianggap masih panutan, tetapi dengan sikap mendukung Jokowi akan mencederai umat Islam, dan kalangan Muhammadiyah. Kader PAN yang dari Muhammadiyah akan sangat kecewa,” jelas Huda.
Sebelumnya, Amien Rais mengaku memberikan restu terhadap langkah elit partai pimpinan Zulkifli Hasan. Meski begitu, Amien menegaskan dukungan itu diberikan dengan sejumlah syarat. Salah satunya koalisi untuk Jokowi harus menjadi besar.
“Bila Golkar berhasil dipecah, PPP berhasil diadudomba, maka rangkulan pemerintah kepada PAN bisa menjadi rangkulan maut,” kata Amien Rais di pendopo rumahnya di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis, (3/9).

sumber : http://www.intelijen.co.id/amien-rais-memalukan-islam-dan-muhammadiyah/

Azan Subuh ‘Assalatu Khairun Minal Facebook’ Hebohkan Warga Mesir

Satu Islam, Kairo – Seorang ulama Mesir, Sheikh Mahmoud Maghazi diduga mengubah panggilan azan Shubuh lafal ‘assalatu khairun minan naum’ menjadi ‘assalatu khairun minal facebook’.
Pengubahan lafal itu menarik perhatian umat Islam yang bermukim di delta sungai Nil Provinsi Beheira.  Akibatnya, Kementerian Agama Mesir memerintahkan penyelidikan kepada Maghazi setelah menerima keluhan dari warga  terkait sindiran penggunaan Facebook dalam azan subuh pada akhir pekan lalu.
Masalah tersebut menarik perhatian nasional ketika ia membela diri terhadap tuduhan itu. Yakni saat dirinya tampil dalam salah satu acara talk show di salah satu stasiun televisi yang populer di Mesir, bernama 10 PM.
Di sebuah talkshow terfavorit masyarakat Mesir itu, Maghazi membantah dia mengganti bagian azan tersebut dan mengaku tidak tahu apapun soal Facebook atau bagaimana penyebutan media sosial tersebut.
Dalam talkshow kali ini, sang host mampu menggiring opini publik di mesir yang seperempatnya buta huruf. “Saya tidak mengenal Facebook dan saya tidak tahu bagaimana mengejanya,” aku Maghazi pada sang host, Wael el-Ibrashy.
Sebagai tanda protes terhadap para penuduhnya, Maghazi meluncurkan mogok makan seperti dikutip dari CBS News Selasa 1 September 2015.
Maghazi menyatakan para penuduhnya adalah anggota kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin. Maghazi menuduh kasus ini merupakan upaya untuk memberhentikannya dari manajemen masjid
Sebagai pengurus Masjid, Manghazi kerap tidak memperbolehkan kelompok masyarakat membuat aksi protes dan menggelar kelas Islam tanpa izin di masjid itu.
“Saya melarang kelompok manapun untuk menggunakan masjid untuk mengadakan kelas yang tidak memiliki izin,” katanya.
Masjid-masjid di Mesir diawasi oleh pemerintah, sebagai bagian dari upaya memberangus anggota Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya, pasca penggulingan mantan presiden Mohammen Morsi oleh militer pada 2013.
Sejak itu, Ikhwanul ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Mesir. Sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin kini di penjara, atau tinggal di pengasingan. Morsi sendiri kini menghadapi hukuman mati.

sumber : http://www.satuislam.org/internasional/azan-subuh-assalatu-khairun-minal-facebook-hebohkan-warga-mesir/

Khasiat Doa Nadi Aliyyan dan terjemahannya



اللهم صل على محمد وال محمد

DO'A NADI ALI

Doa Nadi Ali dan kegunaannya
Khasiat doa Nadi Ali di antaranya adalah:

Jika seseorang memiliki hajat yang besar, hendaknya dibaca 7 kali demi terkabulnya hajat tersebut.

Jika menginginkan kekayaan, hendaknya dibaca setiap usai shalat subuh sehari 9 kali.

Jika ingin menunaikan hutang, hendaknya dibaca selama 15 hari, sehari 22 kali.

Jika doa ini dibawa, maka pembawanya akan aman dari bahaya jin, hewan dan manusia.

Teks doa:

بِسمِ اللهِ الرَّحمن الرَّحیم

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

نَادِ عَلِیّاً مَظهَرَالعَجَائِبِ

Panggillah Ali, yang mapak padanya sifat-sifat yang luar biasa

تَجِدهُ عَوناً لَکَ فِی النَّوائِبِ لِی

kau akan mendapatinya sebagai pembantu di kesusahan-kesusahanmu

اِلَی اللهِ حَاجَتِی وَعَلَیهِ مُعَوَّلِی

kepada Allah aku berharap untuk hajat-hajatku

کُلَّمَا اَمَرتَهُ وَرَمَیتَ مُنقَضِی فِی ظِلِّ اللهِ وَ یُضلِلُ اللهُ لِی

aku meminta pertolongan darimu untuk kesusahan-kesusahanku

اَدعُوکَ کُلَّ هَمٍّ وَغَمًّ سَیَنجَلِی

Aku menyeru kepadamu agar susah dan sedihku menjadi reda

بِعَظَمَتِکَ یَا اَللهُ

demi keagunganmu ya Allah

بِنُبُوَّتِکَ یامُحَمَّدَ

demi kenabianmu wahai Muhammad

بِوِلَایَتِکَ یَاعَلِیُّ یَاعَلِیُّ یَاعَلِیُّ اَدرِکنِی

demi wilayahmu ya Ali, ya Ali ya Ali.

بِحقِّ لّطفِکَ الخَفِیِّ اَللهِ اَکبَر

Demi kasih dan karuniamu. Allahu Akbar.

اَنَا مِن شَرِّ اَعدَائِکَ بَرِیءٌ

Aku berlindung dari-Mu akan bahaya musuh-musuhmu.

اللهُ صَمَدی مِن عِندِکَ مَدَدِی

Allah yang tak membutuhkan apapun, Engkau lah yang menjadi pertolonganku

وَعَلَیکَ مُعتَمَدِی

dan kepadamu aku bersandar

بِحَقِّ إِیَّاکَ نَعبُدُ وَ إیَّاکَ نَستَعینُ

Demi iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (kepadamu kami menyembah dan darimu kami meminta pertolongan)

یَااَبالغَیثِ اَغِثنِی

wahai Abul Ghaits berilah aku pertolongan

یااَبَاالَحَسَنَین اَدرِکنی

wahai Abul Hasanain tolong aku

یَاسَیفَ اللهُ اَدرِکنِی

wahai pedang Allah tolong aku

یَابَابَ اللهِ اَدرِکنی

wahai pintu Allah tolong aku

یَاحُجَّةَ اللهِ اَدرِکنی

wahai hujjah Allah tolong aku

یا وَلِیَّ اللهِ اَدرِکنی

Wahai wali Allah tolong aku

بِحَقَّ لُطفِکَ الخَفیَّ

demi kasihmu yang tak terlihat

یا قَهّارُتَقَهَّرتَ بِالقَهرِ

wahai yang maha kuat dengan kekuatanmu

وَالقَهرُ فِی قَهرِ قَهرِکَ

kekuatan dan dalam keangkuhanmu

یاقَهارُ یاقاهِرَالعَدُوّ

wahai yang kokoh terhadap musuhmu

یَاوَاِلیَ الوَلِیَّ

wahai wali-nya wali

یا مَظهَرَ العَجائِبِ

wahai manifestasi keajaiban

یامُرتَضَی عَلِیُّ

wahai Murtadha Ali

رَمَیتَ مَن بَغَی عَلَیَّ بِسَهمِ اللهِ وَسَیفِ اللهِ القَاتِلِ

engkau melemparkan panah dan menghunuskan pedang Allah terhadap orang yang berbuat aniaya padaku

اُفَوَّضُ اَمری اِلیَ اللهِ

kuserahkan perkaraku kepada Allah

اِنَّ اللهُ بَصِیرٌ بِالعِبَادِ وَاِلَهُکُم اِلَهٌ واحِدٌ

sesungguhnya Allah maha mengetahui keadaan hambanya dan tuhan kalian adalah Tuhan yang Satu

لَااِلهَ اِلاّ هُوَ الرَّحمنُ الرَّحیمُ اَدرِکنی

tiada tuhan selainnya, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tolong aku

یاغِیَاثَ المُستَغِیثِینِ یا دَلیلَ المُتَحیِّرِینَ یااَمانَ الخَائِفینَ

wahai pertolongan orang-orang yang mencari pertolongan wahai petunjuk orang-orang yang kebingungan wahai pelindung orang-orang yang ketakutan

یامُعینَ المُتَوَکِّلینَ یا رَاحِمَ المَساکینَ یا اِلَهَ العالَمَینَ

wahai penolong orang-orang yang bertawakal wahai pengasih orang-orang papa wahai Tuhan semesta alam

بِرَحمَتِکَ وَصَلَّی اللهُ عَلی سَیِّدِنا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ اَجمَعین

Dengan rahmatmu. Sampaikanlah shalawatmu kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya.

وَالحَمدُ لِلَّهِ رَبِّ العالَمینَ Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Guyonan

Rehat sejenak di siang yg cukup panas.
������

Nang daerah Kenjeran, ono klinik jenenge klinik TONGPES. Nang kono ditulisi, sopo ae sing berobat gak waras, duwite dibalekno sampek 5 kali lipat. Saben dino klinik iku rame terus gara2 slogane menjanjikan, tapi yo ngono, saben berobat nang kono, pasienne mesti waras, durung tau ono pasien sing komplain, gara2 gak waras.
Weruh ngono Bondet iseng2 pingin berobat mrono, ben klinike gak iso nangani, duwite iso mbalik 5 kali lipat.
Deweke ngarang penyakit sing kiro2 aneh, sing wong durung tau krungu.
Bondet : "Bib, aku iki kok duwe penyakit aneh yo?"
Tabib : "Penyakit opo cak?"
Bondet : "Iki loh bib, aku ben mangan, cangkemku kok gak kroso opo2. Pedes, asin, legi, gak kroso blas"
Tabib : "Owalah, iki ngono penyakit gampang diwarasno. Mei Lin, tulung jupukno obat nomer 7"
Tabib : "Iki cak, obate sampeyan ombe saiki. Ono perubahan opo gak?"
Bondet (Aku arep pura2 gak kroso opo2 ah ben duwit'e iso mbalik), bareng diombe Bondet keceplosan : "Jancuk" iki ngono dudu obat Bib, tapi telek pitik??''
Tabib : "Wah, berarti kon wis waras, cangkemmu wis iso ngrasakno telek pitik barang"
Akhire Bondet mulih karo nggremeng gak mari2.
Minggu ngarepe, Bondet iseng2 meneh, pingin berobat nang klinik TONGPES.
Bondet : "Bib, aku duwe penyakit aneh"
Tabib : "Opo iku?"
Bondet : "Ngene Bib. Aku akhir2 iki kok gampang lalian. Jek tas 5 menit ngomong, wis lali sing diomongno''
Tabib : "Walah...gampang iku." Bondet merinding gak karuan.
Tabib : "Mei Lin, tulung jupukno obat nomer 7"
Bondet : "Bib ojok guyon, aku emoh nek obat nomer 7"
Tabib : "Loh opo'o?"
Bondet (spontan) : "Iku dudu obat, tapi telek pitik"
Tabib : "Lah iku kon eling, Berarti penyakitmu wis waras!!!"
Bondet : "Wis Bib, gak sudi aku gak katene berobat meneh. Mosok saben nang kene disuguhi telek pitik!!".

��

Masa Tenggang

Suatu hari di bulan Ramadhan, ada seorang pedagang makanan yang tertangkap tangan sedang menjual makanan yang sudah kadaluarsa. Kemudian si pedagang tadi di bawa ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Polisi: "Betul kamu menjual makanan yang kadaluarsa ?"
Pedagang: "Betul pak"
Polisi: "Kalau sudah tahu kadaluarsa, kok masih dijual?"
Pedagang: "Kan masih ada masa tenggang pak, kaya HP saya.."
Polisi: "????"

Ingin Membeli Mangga

bu Yance pergi ke pasar, belanja mangga.
Ibu Yance: "Bang, mangganya sebiji berapa?"
Tukang mangga: "Lima ribu, Bu."
Ibu Yance: "Lima ribu? Mahal banget Bang."
Tukang mangga: "Memang mahal Bu, tapi dijamin manis-manis."
Ibu Yance: "Ah, Abang. Kalo ternyata asem, gimana?"
Tukang mangga: "Kalo asem nggak usah bayar Bu."
Ibu Yance: "Kalo gitu minta sepuluh biji yang asem-asem."
Tukang Mangga: "%$#@!!!"

Sabtu, 29 Agustus 2015

Rupiah Melemah ?



Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang mencapai Rp14.050 per US$1 memang tak lepas dari fenomena ekonomi global dan devaluasi mata uang yuan, namun pemerintah juga harus melihat kinerja tim ekonomi dalam negeri.

Devaluasi yuan tersebut, menurut David Sumual selaku ekonom Bank Central Asia, mengakibatkan terjadinya perubahan struktural (tectonic shift) dalam pasar finansial global. Rupiah pun terpengaruh oleh perubahan ini.

"Sejak dua minggu lalu, mata uang global melemah semua terhadap dolar Amerika," kata David kepada wartawan BBC Indonesia, Isyana Artharini.

Dari sektor domestik, pelemahan ini juga disebabkan oleh isu-isu ekonomi yang relatif masih sama, yaitu bagaimana pemerintah mempercepat belanja agar infrastruktur mulai dibangun dan meyakinkan investor untuk melakukan investasi langsung.

Sayangnya, upaya melakukan investasi langsung ini terhambat oleh sentimen pasar yang masih negatif terhadap Indonesia.

David juga melihat potensi perekonomian Indonesia sebenarnya masih bagus, namun hal itu bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan menghilangkan isu-isu yang mengganggu stabilitas tersebut.

"Sekarang kan harga daging tiba-tiba naik, isunya kadang mau impor kadang enggak, kadang bilang suplai cukup, kadang kita bilang kekurangan pasokan. Ketersediaan datanya kadang kita suka bingung nih, yang benar yang mana," tambah David.

Meski begitu, menurut David, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih salah satu yang tertinggi di Asia setelah Cina, Filipina, dan India.

Ada negara-negara lain yang mengalami situasi lebih parah dari Indonesia, namun negara-negara yang melakukan reformasi struktural, kondisinya relatif lebih baik.

"India berhasil melakukan reformasi struktural sehingga meski mata uangnya masih lemah, tapi pelemahannya tidak sedrastis mata uang yang lain," ujar David.

Perombakan kabinet adalah upaya untuk melakukan perubahan struktural tersebut meski butuh waktu untuk melihat hasilnya.

Di sisi lain, menurut David, pemerintah dan otoritas juga harus menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan terburuk, terutama dari sisi stabilitas harga pangan, mempercepat belanja infrastruktur, dan meyakinkan investor.

"Bukan saran-saran baru, sudah lama diminta tapi kelihatan pemerintah masih perlu mempercepat lagi," kata David.

Pemerintah juga harus menentukan langkah yang hendak diambil agar nilai tukar ke depan lebih stabil.

Dalam pidatonya di sidang umum MPR/DPR, Presiden Jokowi menargetkan kurs rupiah terhadap dolar Rp13.400 pada awal 2016. Menanggapi target ini, David mengatakan, angka ini masih sulit untuk dicapai karena kondisi-kondisi fundamentalnya yang masih lemah.

"Bank Indonesia beberapa kebijakan sudah ada, tapi pemerintah gimana?" kata David.

Kondisi Darurat

Sementara itu, pengamat mata uang Farial Anwar mengatakan bahwa meski ada faktor eksternal yang bermain seperti spekulasi kenaikan suku bunga di AS dan devaluasi yuan, namun kurs rupiah yang sudah mencapai Rp14.050 harus dilihat sebagai kondisi darurat.

"Ini level rupiah sudah oversold, undersell. Sudah tidak ada pembenaran yang menyebutkan kurs rupiah ini bagus untuk perekonomian Indonesia. Sudah tidak ada lagi hubungannya dengan fundamental ekonomi. Sudah lebih banyak diguncang oleh permainan spekulator. Apakah kejatuhan saham ini masih akan berhenti atau terus berlanjut? Ini jadi pertanyaan besar," kata Farial pada BBC Indonesia.

Yang terjadi saat ini menurutnya adalah hot money yang masuk ke Indonesia sedang melakukan aksi jual sehingga IHSG jatuh tajam, dari tertinggi 5523 di bulan April, sampai menembus 4300.

Rupiah yang diperoleh dari aksi penjualan ini dibelikan dolar sehingga ada permintaan tinggi terhadap dolar dan nilai tukar sampai menembus Rp14.050.

Selain itu, meski Bank Indonesia sudah menerapkan peraturan yang mewajibkan transaksi dalam negeri untuk menggunakan rupiah namun peraturan itu belum berjalan efektif.

Maka ada transaksi-transaksi dolar yang tidak ada kaitannya dengan luar negeri, seperti di industri migas, listrik, pertambangan, sewa mal, perkantoran, dan biaya konsultan yang menambah permintaan pada dolar.

Farial juga memuji langkah Bank Indonesia yang menurunkan pembatasan pembelian dolar, dari maksimal US$100 ribu per bulan menjadi maksimal US$25 ribu per bulan dengan harapan bisa menekan permintaan terhadap dolar.

Namun, menurutnya, Bank Indonesia harus terus melakukan kebijakan kontrol ketat atas transaksi-transaksi dolar di pasar valuta asing selain juga melakukan pengendalian melalui intervensi dengan menggunakan cadangan devisa.

"Jangan dianggap ini hal yang biasa yang boleh dibiarkan terus terjadi," kata Farial.

Ia berharap pemerintah bekerja bersama dengan Bank Indonesia untuk melakukan sinkronisasi antara sektor fiskal dengan moneter terutama dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/8/2015) mengakui, perlambatan ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga negara-negara tetangga.

Menurutnya, beberapa penyebabnya perlambatan ekonomi adalah depresiasi yuan dan jadi-tidaknya rencana kenaikan suku bunga di AS.

"Kita antisipasi bersama. Semuanya harus mempunyai pemikiran yang sama dan kepatuhan terhadap garis yang nanti akan kita sampaikan, apa yang harus kita lakukan. Jangan sampai kita sudah memberikan garis, nanti masih ada yang di luar garis," kata Presiden pada wartawan.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga sebelumnya mengatakan akan mencegah mengalirnya dana dari Sertifikat Berharga Negara dengan mendorong pasar sekunder.

Dari sisi pergerakan saham dan rupiah, Bambang melihatnya sebagai tindakan irasional untuk mencari safe haven sementara, dan dolar Amerika dilihat sebagai opsi teraman.(bbc)

Senin, 10 Maret 2014

LET'S KICK RACISM

Seorang wanita kulit putih tiba di kursinya dalam sebuah penerbangan penuh sesak dan tiba2 saja dia tidak mau kursi tsb. Kursi tsb berada di samping seorang pria berkulit hitam. Merasa jijik, perempuan itu segera memanggil pramugari dan menuntut kursi baru. Wanita itu berkata 'Aku tidak bisa duduk di sini di sebelah pria kulit hitam ini. Pramugari berkata "baik, coba saya lihat dulu apakah saya bisa menemukan kursi lainnya."

Setelah memeriksa, pramugari kembali dan menyatakan "Bu, sudah tidak ada lagi kursi di kelas bisnis, tapi saya akan memeriksa dengan Kapten dan melihat apakah ada sesuatu di kelas utama." 

Sekitar 10 menit berlalu dan pramugari kembali dan menyatakan "Kapten telah mengkonfirmasi bahwa tidak ada lagi kursi di kelas bisnis, tapi ada satu di kelas utama. Sudah jadi kebijakan perusahaan kami untuk tidak pernah memindahkan seseorang dari kelas bisnis ke kelas utama, tetapi akan menjadi semacam perbuatan yang tidak menyenangkan jika kami memaksa orang untuk duduk di sebelah orang yang tidak menyenangkan, Kapten setuju untuk mengalihkannya ke kelas utama." 

Sebelum wanita sempat berkata apapun, pramugari memberikan isyarat kepada laki-laki kulit hitam tersebut dan berkata, "oleh karena itu pak, jika Anda bersedia silakan mengambil barang-barang pribadi Anda, kami ingin memindahkan Anda ke kenyamanan kelas utama berhubung kapten tidak mau Anda duduk di samping orang yang tidak menyenangkan." 

Penumpang di kursi terdekat mulai bertepuk tangan sementara yang lainnya berdiri sambil bertepuk tangan.

LET'S KICK RACISM

Anak yang kurang beruntung


Astaghfirullahal adhimmm. Beginilah potret kehidupan sebagian anak di Indonesia. Foto ini saya lihat di fesbuk dari akun Andrita Agita .
Seorang kakak memeluk adiknya yang sedang tertidur di dalam selokan. Foto ini diambil di Jakarta.
Sangat-sangat miris sekali. Pemerintah yang seharusnya melindungi dan peduli kepada anak-anak ini berada dimana?
Bersyukurlah kita. Masih serba kecukupan sedangkan msh bnyk sodara kita diluar sana yang hidup serba kekurangan.

Ada seorang anak perempuan yang sedang sibuk bermain, dihadapan anak tersebut ayahnya sedang duduk membaca koran , tiba2 putri kecilnya bertanya : “ ayah... temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ayah juga akan berbuat yang sama? ”
Mendengar pertanyaan itu sang ayah tertawa dan menjawab : “ Nggak ... Tapi, ayah akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu dan semua keluarga kita.”,
si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak mengendap-ngendap duduk disamping ayahnya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. “ayah..., aku waktu itu pernah dengar cerita ada ayah yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ayah bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama. Sang ayah melipat korannya memandang wajah putrinya dan menjawab dengan suara lebih tegas, “hem.... ayah akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ayahmu menahan lapar.”
Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ayahnya dengan penuh sayang. “Makasih ayah.... Aku
bisa selalu bersandar pada ayah”
Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang ayah membalas, “Tidak, sayang! Tapi ayah akan
mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai
jatuh tersungkur ketika ayah sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ayah bisa
mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa harus dan rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. 
Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak disaat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.   



diambil dari status fb nya Muhsin Sahab

2 + 2 = 5

Ada sebuah film pendek yang sangat menarik untuk ditonton, judulnya "2 + 2 = 5". Jika dilihat dari judulnya sudah mengundang ketertarikan sendiri buat kita, bagaimana tidak, judulnya sangat salah besar, anak kecil saja tau kalau 2 +2 =4 tapi kenapa di film ini penjumlahan tersebut hasilnya 5 ???

Rupanya disinilah menariknya film pendek yang diproduksi di negeri Iran tersebut. Setelah menonton film ini ternyata sangat besar pesan moral yang terdapat didalamnya.
Ceritanya ada sebuah guru yang sedang mengajar,dia menulis di papan tulis 2+2=5. Anak-anak pun pada kebingungan,tetapi dengan sikap kasarnya si guru membentak dan memerintahkan untuk mengikuti dia. ketika ada salah satu anak yang tidak mengikuti dia langsung menjadi musuhnya dan diperintahkan untuk dibunuh.
Rupanya si pembuat film ingin menjelaskan bahwa sekarang sedang marak muncul pemahaman dalam Islam yang seperti itu, yang tidak ikut dengan dia maka adalah musuh dan boleh dibunuh walaupun pemahamannya itu salah. Untuk lebih jelasnya bisa tonton langsung film pendek tersebut dengan durasi hanya sekitar 7 menit berikut linknya : 2+2=5

Kamis, 07 November 2013

Cerita Dibalik Seminar Sunni Syiah Di Jakarta 5 Nov 2013

Selasa 5 November 2013 yang juga bertepatan dengan 1 Muharram 1435 h, telah diadakan Seminar Polemik Suksesi Kekhalifahan Dan Tragedi Berdarah Karbala, Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Mazhab Islam. Acara ini diadakan untuk menambah wawasan umat islam tetang sunni dan syiah. Di hadiri oleh 200 an orang. Rencananya seminar ini akan diisi dengan  5 orang nara sumber yaitu Ust. Drs. A. Subki Saiman, MA.(pengkaji Sunni dan Syiah), H. Abdul Chair (akademisi), DR. Fuad Jabali, MA. (dir. lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Ust. M.Thalib ( amir Majlis Mujahidin Indonesia) dan Ust. DR. Umar Shahab, MA ( Ketua Dewan Syuro DPP Ahlul Bait Indonesia).

Masalah terjadi saat pembicara dari pihak Syiah yaitu Ust. Umar Shahab batal untuk mempresentasikan makalahnya karena dilarang oleh panitia. Panitia beralasan makalah yang dibuat oleh ust Umar tidak sesuai dengan tema. Hal ini diakui oleh ketua panitia M.A Akib sebagai kekhilafan pihak panitia karena panitia baru mengetahui ketidak sesuaian itu pada saat berlangsungnya acara tersebut dan tidak membaca dari sebelumnya . Padahal makalah tersebut telah dijilid dan dibagikan kepada peserta seminar.

Menurut Ust Umar sendiri bahwa beliau diminta oleh panitia untuk tidak jadi berbicara di seminar tersebut. Mengenai masalah makalahnya, menurut beliau bahwa pihak panitia bukan tidak membaca makalahnya, sebelum mereka cetak mereka sudah baca. Terbukti ada pesan sms dari ketua panitia yang meminta beliau untuk menambahkan persoalan "taqrib" dari makalah beliau yang memang tidak disebutkan secara tegas. Sms ini menggambarkan bahwa mereka sudah baca. Dan mereka sudah mencetakanya, jika ini adalah sebuah kesalahan, maka kesalahan terbesar pihak panitia adalah ketika mereka meminta ust Umar shahab untuk batal sebagai pembicara.

Jika panitia "sebenarnya" sudah tahu isi dari makalah tersebut kemudian mereka mencetaknya dan membagikan kepada peserta, berarti pada saat itu sebenarnya tidak ada masalah pada makalahnya. Adanya penolakan terjadi setelah makalah tersebut dibagi kepada para peserta. Bisa jadi ada oknum-oknum yang tidak ingin ust Umar Shahab memaparkan makalahnya karena takut dengan materi yang bakal sulit dibantah, mereka mengancam panitia. Karena bagi para musuh syiah cara apapun boleh dilakukan untuk mencegah perkembangan mazhab ahlulbait ini. 


Yang tidak kalah menarik adalah arrahmah.com,media yang selalu condong kepada alirannya para teroris yang sudah terkenal dengan fitnah-fitnahnya kepada ummat Islam ikut memberikan pemberitaannya.

# Pada Selasa, 2 Muharram 1435 H / 5 November 2013 18:1 dia melaporkan bahwa Ust. Umar kabur dari sebuah DISKUSI SUNNI SYIAH http://www.arrahmah.com/news/2013/11/05/umar-shahab-kabur-akui-syiah.html 



# Dan 2 jam kemudian dia memberitakan, ternyata : UST. UMAR DILARANG PANITIA YANG KETAKUTAN JIKA UST UMAR SHAHAB MENYAMPAIKAN MAKALAHNYA DIHADAPAN AUDIEN PADA SEMINAR TERSEBUT

inilah kelakuan situs berita paling aneh dan provokatif yang TIDAK PUNYA MALU DAN ETIKA BERITA SAMA SEKALI.
berita yang pertama mengatakan kalo Ust Umar shahab kabur karena diminta mengakui ke syiahannya sedangkan berita kedua mengatakan kalau ust Umar tidak diperkenankan berbica karena makalahnya tidak ilmiah dan provokatif karena judul makalahnya ust Umar "Saksikan Aku Adalah Syiah".


Rabu, 06 November 2013

Israel Diuntungkan Dengan Isu Sunni-Syiah

Pertentangan Sunni-Syiah yang saat ini tengah meruncing di dunia Islam dan Arab sangat menguntungkan posisi politik Israel. Demikian pernyataan Meir Dagan, salah seorang pengamat politik Israel yang juga mantan  Kepala Mossad, badan intelijen Israel dalam surat kabar Haaretz pada Rabu (19/6).

Pertentangan ini sengaja dibuat oleh Israel supaya dunia Islam melupakan bahay yang sesungguhnya menggerogoti mereka,yaitu kehadiran Israel di bumi Palestina. Israel memiliki tujuan menciptakan sebuah kawasan baru diwilayah jazirah Arab, sehingga dengan munculnya konflik sunni syiah seperti sekarang tujuan mereka dapat dengan mudah tercapai. Mereka tidak ingin adanya persatuan dalam dunia Islam. Bila umat Islam bersatu maka satu-satunya tujuan dunia Islam adalah menyelamatkan saudara-saudaranya yang saat ini sedang terjajah dan terbantai di bumi Palestina.

Haaretz dalam sebuah tulisannya yang membahas soal situasi Timur Tengah  dan dunia Arab terhadap Israel, menyebutkan "Memposisikan Israel, negara-negara Arab Teluk Persia, bahkan Mesir serta Palestina dalam satu kubu dan pertentangan terbuka Sunni-Syiah, adalah masalah yang muncul sejak dekade lalu, dan berlanjutnya masalah tersebut akan berujung dengan terpecahnya dunia Arab dan Islam." 

Lebih lanjut Dagan menyatakan: "Pertentangan antara Sunni dan Syiah merupakan peluang langka bagi Israel untuk memperkuat posisinya di Timur Tengah dengan menciptakan kelompok-kelompok baru. Israel dapat memanfaatkan masalah ini sehingga wilayahnya dapat diakui secara resmi."

Selasa, 05 November 2013

video Doa Kumayl


Kumayl bin Ziyad Nakha’i adalah sahabat pilihan Imam Ali AS. Ketika Imam Ali AS memerintah, (35-40H), Kumayl dlantik menjadi wali kota Hait. Ia akhirnya menemui kesyahidannya pada tahun 83 hijrah dalam usia 90 tahun atas perintah penguasa zalim, Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi. Kumayl dimakamkan di suatu tempat bernama Tsaubah, yang terletak di antara Najaf al-Asyraf dan Kufah, di Iraq.
Doa Kumayl ini telah diajarkan oleh Imam Ali AS kepada Kumayl RA. Menurut Sayyid Ibn Thawwus dalam kitab Iqbal,riwayat ini disampaikan oleh Kumayl:” Pada suatu hari, saya duduk di masjid Basrah bersama Maulana Amirul Mu’minin Ali AS membicarakan hal Nisfu Sya’ban. Ketika ditanya tentang ayat,” Fiha yufraqu kullu amrin hakim,” (Surah al-Dukhaan:4), Imam Ali AS mengatakan bahawa ayat ini mengenai Nisfu Sya’ban; orang yang beribadat di malam itu, tidak tidur, dan membaca Doa Hadrat Hidhir AS akan diterima doanya.”
“Ketika Imam Ali pulang ke rumahnya, di malam itu, saya menyusulinya. Melihat saya, Imam AS bertanya,” Apakah keperluan anda ke mari?” Jawab saya, ” Saya ke sini untuk mendapatkan Doa Hadrat Hidhr.” Imam mempersilakan saya duduk, seraya mengatakan,” Ya Kumayl, apabila anda menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Juma’at,cukuplah itu untuk melepaskan anda dari kejahatan, ada akan ditolong Allah, diberi rezeki, dan doa ini akan dimakbulkan. Ya Kumayl, lamanya persahabatan serta perkhidmatan anda, menyebabkan anda dikurniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar (doa ini).”

Doa Kumail

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

اَللّهُمَّ اِنّى اَسْئَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ وَ بِقُوَّتِكَ الَّتى قَهَرْتَ بِها كُلَّ شَىْءٍ

Ya Allah, aku memohon demi rahmat-Mu yang mencakup segala sesuatu; dan demi kekuatan-Mu yang menundukkan segalanya;

وَ خَضَعَ لَها كُلُّ شَىْءٍ وَ ذَلَّ لَها كُلُّ شَىْءٍ وَ بِجَبَرُوتِكَ الَّتى غَلَبْتَ بِها

dan segalanya tunduk dan hina di hadapannya (kekuatan-Mu); dan denganjabarut-Mu yang mana Engkau memenangkan

كُلَّ شَىْءٍ وَ بِعِزَّتِكَ الَّتى لا يَقُومُ لَها شَىْءٌ وَ بِعَظَمَتِكَ الَّتى مَلاَتْ كُلَّ

segala sesuatu dengannya; dan dengan kemuliaan-Mu yang mana tidak ada satupun yang bisa berdiri menandinginya; dan dengan keagungan-Mu yang telah memenuhi segala sesuati;

شَىْءٍ وَ بِسُلْطانِكَ الَّذى عَلا كُلَّشَىْءٍ وَ بِوَجْهِكَ الْباقى بَعْدَ فَناَّءِ

dan dengan kekuasaan-Mu yang lebih tinggi dari segala sesuatu; dan demi wajah-Mu yang kekal setelah fananya

كُلِّ شَىْءٍ وَ بِأَسْمائِكَ الَّتى مَلاَتْ اَرْكانَ كُلِّشَىْءٍ وَ بِعِلْمِكَ الَّذى اَحاطَ

segala sesuatu; dan dengan nama-nama-Mu yang telah memenuhi rukun segala sesuatu (menjadi pondasi dan asas segala sesuatu); dan dengan ilmu-Mu yang meliputi

بِكُلِّ شَىْءٍ وَ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذى اَضاَّءَ لَهُ كُلُّشىْءٍ يا نُورُ يا قُدُّوسُ يا

segala sesuatu; dan dengan cahaya wajah-Mu yang karenanya segala sesuatu tersinari. Wahai Cahaya, wahai Yang Maha Suci, wahai

اَوَّلَ الاْوَّلِينَ وَ يا اخِرَ الاْ خِرينَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تَهْتِكُ

dzat Yang Lebih Awal dari segala yang awal, dan Lebih Akhir dari segala yang akhir. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang telah mengoyak

الْعِصَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تُنْزِلُ النِّقَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ

tirai penjaga. Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah menurunkan amarah-Mu. Ya Allah, ampunilah

الذُّنُوبَ الَّتى تُغَيِّرُ النِّعَمَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لىَ الذُّنُوبَ الَّتى تَحْبِسُ

dosa-dosaku yang telah merubah nikmat-nikmat. Ampunilah dosa-dosakuyang telah menghalangi

الدُّعاَّءَ اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِىَ الذُّنُوبَ الَّتى تُنْزِلُ الْبَلاَّءَ اَللّهُمَّ اغْفِرْلى

naiknya doa (kepada-Mu). Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah menurunkan bencana. Ya Allah ampunilah

كُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ وَ كُلَّ خَطَّيئَةٍ اَخْطَاْتُها اَللّهُمَّ اِنّى اَتَقَرَّبُ اِلَيْكَ

segala dosa yang telah aku kerjakan dan segala kesalahan yang telah daku lakukan. Ya Allah, sungguh aku mendekatkan diri pada-Mu

بِذِكْرِكَ وَ اَسْتَشْفِعُ بِكَ اِلى نَفْسِكَ وَ اَسْئَلُكَ بِجُودِكَ اَنْ تُدْنِيَنى مِنْ

dengan cara mengingat-Mu (berdzikir pada-Mu), dan aku meminta pertolongan (syafa’at) dari diri-Mu untuk meraih-Mu, dan aku memohon kedermawaan-Mu agar mendekatkan diri ini

قُرْبِكَ وَ اَنْ تُوزِعَنى شُكْرَكَ وَ اَنْ تُلْهِمَنى ذِكْرَكَ اَللّهُمَّ اِنّى اَسْئَلُكَ

padamu. Lalu Kau karuniakan aku syukur, mengilhamkanku dzikir. Ya Allah, sungguh aku memohon pada-Mu

سُؤ الَ خاضِعٍ مُتَذَلِّلٍ خاشِعٍ اَنْ تُسامِحَنى وَ تَرْحَمَنى وَ تَجْعَلَنى

dengan permohonan orang yang rendah, hina, khusyu’, agar Kau memaafkan aku, merahmatiku, dan menjadikanku

بِقَِسْمِكَ راضِياً قانِعاً وَ فى جَميعِ الاْحْوالِ مُتَواضِعاً اَللّهُمَّ وَ اَسْئَلُكَ

ridha dan merasa cukup dengan pemberian-Mu. Juga jadikan aku senantiasa rendah hati dalam setiap keadaan. Ya Tuhanku, aku meminta dari-Mu

سُؤالَ مَنِ اشْتَدَّتْ فاقَتُهُ وَ اَنْزَلَ بِكَ عِنْدَ الشَّدآئِدِ حاجَتَهُ وَ عَظُمَ

dengan permintaan orang yang begitu besar kebutuhannya, yang telah meluapkan segala kebutuhannya pada-Mu saat terdesak, yang juga besar

فيما عِنْدَكَ رَغْبَتُهُ اَللّهُمَّ عَظُمَ سُلْطانُكَ وَ عَلا مَكانُكَ وَ خَفِىَ

harapannya terhadap apa yang ada di sisi-Mu. Ya Allah, begitu agung kuasa-Mu dan tinggi tahta-Mu. Sungguh samar

مَكْرُكَ وَ ظَهَرَ اَمْرُكَ وَ غَلَبَ قَهْرُكَ وَ جَرَتْ قُدْرَتُكَ وَ لا يُمْكِنُ الْفِرارُ

makar-Mu, dan nampak perkara-Mu. Kekuatan-Mu selalu menang dan juga kudrat-Mu. Tak mungkin (ada yang bisa) lari

مِنْ حُكُومَتِكَ اَللّهُمَّ لا اَجِدُ لِذُنُوبى غافِراً وَ لا لِقَبائِحى ساتِراً وَ لا

dari kekuasaan-Mu. Ya Allah Tuhanku, aku tidak menemukan selain Engkau yang dapat memaafkan dosa-dosaku, dan tidak pula yang dapat menutupi keburukan-keburukanku. Juga tiada lagi selain-Mu

لِشَىْءٍ مِنْ عَمَلِىَ الْقَبيحِ بِالْحَسَنِ مُبَدِّلاً غَيْرَكَ لا اِلهَ اِلاّ اَنْتَ

yang bersedia membalas dengan kebaikan atas keburukan yang telah kulakukan. Benar tiada Tuhan selain Engkau.

سُبْحانَكَ وَ بِحَمْدِكَ ظَلَمْتُ نَفْسى وَ تَجَرَّأتُ بِجَهْلى وَ سَكَنْتُ اِلى

Maha suci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku telah zalim pada diriku sendiri. Telah lancang karena kebodohanku. Aku lalai karena merasa nyaman

قَديمِ ذِكْرِكَ لى وَ مَنِّكَ عَلَىَّ اَللّهُمَّ مَوْلاىَ كَمْ مِنْ قَبيحٍ سَتَرْتَهُ وَ كَمْ

karena Engkau selalu mengingatku dan mengasihiku. Ya Rabbi ya Tuhan, betapa banyak keburukanku yang telah kau tutupi? Betapa banyak

مِنْ فادِحٍ مِنَ الْبَلاَّءِ اَقَلْتَهُ وَ كَمْ مِنْ عِثارٍ وَقَيْتَهُ وَ كَمْ مِنْ مَكْرُوهٍ

bala dan bencana yang telah Kau hindarkan dariku? Betapa sering Engkau mencegahku tergelincir? Betapa Engkau

دَفَعْتَهُ وَ كَمْ مِنْ ثَناَّءٍ جَميلٍ لَسْتُ اَهْلاً لَهُ نَشَرْتَهُ اَللّهُمَّ عَظُمَ بَلاَّئى

menjagaku dari keburukan? Betapa sering pula Engkau menebar pujian-pujian untukku yang padahal aku tidak pantas mendapatkannya? Ya Allah, betapa besar balaku ini,

وَ اَفْرَطَ بى سُوَّءُ حالى وَ قَصُرَتْ بى اَعْمالى وَ قَعَدَتْ بى اَغْلالى

keterlaluan sudah buruknya keadaan hamba-Mu, sedikit sekali amalku, keterikatanku pada dunia telah mengekangku di sini,

وَ حَبَسَنى عَنْ نَفْعى بُعْدُ اَمَلى وَ خَدَعَتْنِى الدُّنْيا بِغُرُورِها وَ نَفْسى

angan-angan panjangku telah menahanku dari apa-apa yang dapat menguntungkanku. Dunia telah menipuku dengan tipuan-tipuannya! Dan diriku

بِجِنايَتِها وَ مِطالى يا سَيِّدى فَاَسْئَلُكَ بِعِزَّتِكَ اَنْ لا يَحْجُبَ عَنْكَ

terlumuri dosa dan keburukannya, lalu tinggal cukup lama di dalamnya. Wahai Tuhanku, kini aku memohon pada-Mu demi kemuliaan-Mu  jangan Kau biarkan doaku tertutupi (agar Engkau tidak berpaling dari doaku)

دُعاَّئى سُوَّءُ عَمَلى وَ فِعالى وَ لا تَفْضَحْنى بِخَفِىِّ مَا اطَّلَعْتَ عَلَيْهِ مِنْ

dikarenakan buruknya amal perbuatanku. Jangan pula Kau buka aib yang telah kulakukan

سِرّى وَلا تُعاجِلْنى بِالْعُقُوبَةِ عَلى ما عَمِلْتُهُ فى خَلَواتى مِنْ سُوَّءِ

saat aku sendiri. Jangan terburu-buru menurunkan hukuman padaku atas apa yang telah kulakukan di saat sepi,

فِعْلى وَ اِساَّئَتى وَ دَوامِ تَفْريطى وَ جَهالَتى وَ كَثْرَةِ شَهَواتى وَ غَفْلَتى

termasuk perbuatan-perbuatan burukku, keterlaluanku dan kebodohanku, tingginya syahwatku dan kelalaianku.

وَ كُنِ اللّهُمَّ بِعِزَّتِكَ لى فى كُلِّ الاْحْوالِ رَؤُفاً وَ عَلَىَّ فى جَميعِ

Tetaplah selalu sayang padaku demi kemuliaan-Mu dalam setiap keadaan, dan juga mengasihiku dakan segala

الاُْمُورِ عَطُوفاً اِلهى وَرَبّى مَنْ لى غَيْرُكَ اَسْئَلُهُ كَشْفَ ضُرّى

perkara. Ya Ilahi wahai Tuhanku, siapa lagi untukku selain-Mu? Yang dapat kuminta agar menyingkirkan keburukanku

وَالنَّظَرَ فى اَمْرى اِلهى وَ مَوْلاىَ اَجْرَيْتَ عَلَىَّ حُكْماً اِتَّبَعْتُ فيهِ

dan menoleh pada masalah-masalahku. Ilahi, engkau telah memberlakukan atasku hukum orang yang telah mengikuti

هَوى نَفْسى وَ لَمْ اَحْتَرِسْ فيهِ مِنْ تَزْيينِ عَدُوّى فَغَرَّنى بِما اَهْوى

hawa nafsu, dan aku benar-benar tidak berhat-hati dengan buaian musuhku yang kemudian menipuku sesuka hatinya

وَ اَسْعَدَهُ عَلى ذلِكَ الْقَضاَّءُ فَتَجاوَزْتُ بِما جَرى عَلَىَّ مِنْ ذلِكَ بَعْضَ

dan Qadha serta Qadar telah mendukungnya. Lalu dengan keadaan ini aku melangkahi

حُدُودِكَ وَ خالَفْتُ بَعْضَ اَوامِرِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَىَّ فى جَميعِ ذلِكَ

batasan-batasan yang seharusnya tak boleh kulangkahi; membangkang terhadap sebagian perintah-perintah-Mu. Maka segala puji bagi-Mu atas semua itu.

وَ لا حُجَّةَ لى فيما جَرى عَلَىَّ فيهِ قَضاَّؤُكَ وَ اَلْزَمَنى حُكْمُكَ

Aku tidak bisa berkata apa-apa atas hukuman yang Kau putuskan untukku karenanya, yang telah Kau pastikan dari hukuman

وَ بَلاؤُكَ وَ قَدْ اَتَيْتُكَ يا اِلهى بَعْدَ تَقْصيرى وَ اِسْرافى عَلى نَفْسى

dan bala-mu. Aku mendatangi-Mu wahai Tuhanku setelah segala kesalahan dan keterlaluanku atas diriku ini

مُعْتَذِراً نادِماً مُنْكَسِراً مُسْتَقيلاً مُسْتَغْفِراً مُنيباً مُقِرّاً مُذْعِناً مُعْتَرِفاً لا

dengan meminta maaf, menyesal, patah hati, beristighfar, bertaubat, mengaku atas dosaku…

اَجِدُ مَفَرّاً مِمّا كانَ مِنّى وَ لا مَفْزَعاً اَتَوَجَّهُ اِلَيْهِ فى اَمْرى غَيْرَ قَبُولِكَ

Aku tidak menemukan jalan untuk lari dan berlindung ketakutan. Aku menuju-Mu dalam masalah ini

عُذْرى وَ اِدْخالِكَ اِيّاىَ فى سَعَةِ رَحْمَتِكَ اَللّهُمَّ فَاقْبَلْ عُذْرى

agar Kau menerima uzurku, memasukkanku ke dalam rahmat-Mu. Ya Allah, terimalah maaf ini

وَارْحَمْ شِدَّةَ ضُرّى وَ فُكَّنى مِنْ شَدِّ وَ ثاقى يا رَبِّ ارْحَمْ ضَعْفَ

kasihanilah hamba yang sangat buruk ini. Bebaskan aku dari belenggu dosaku. Ya Rabbi, kasihani tubuhku

بَدَنى وَ رِقَّةَ جِلْدى وَ دِقَّةَ عَظْمى يا مَنْ بَدَءَ خَلْقى وَ ذِكْرى وَ تَرْبِيَتى

yang lemah ini, kulitnya yang tipis, dan tulangnya yang rapuh. Wahai yang memulai penciptaanku dan mendidikku,

وَ بِرّى وَ تَغْذِيَتى هَبْنى لاِبْتِدآءِ كَرَمِكَ وَ سالِفِ بِرِّكَ بى يا اِلهى

lalu berbuat baik padaku dan menghidupiku, berilah kembali kebaikan-Mu itu sebagaimana yang lalu. Ya Ilahi

وَ سَيِّدى وَ رَبّى اَتُراكَ مُعَذِّبى بِنارِكَ بَعْدَ تَوْحيدِكَ وَ بَعْدَ مَا انْطَوى

wahai Tuhanku, apakah benar Kau akan membiarkanku diadzab di neraka-Mu setelah aku mengakui keesaan-Mu? Setelah hati ini

عَلَيْهِ قَلْبى مِنْ مَعْرِفَتِكَ وَ لَهِجَ بِهِ لِسانى مِنْ ذِكْرِكَ وَاعْتَقَدَهُ

menyadari keagungan-Mu? dan lidahku bergetar saat mengingat-Mu? sampai-sampai lidahku lancar berdzikir menyebut nama-Mu,

ضَميرى مِنْ حُبِّكَ وَ بَعْدَ صِدْقِ اعْتِرافى وَ دُعاَّئى خاضِعاً لِرُبُوبِيَّتِكَ

dan jiwaku telah terikat dengan kecintaan pada-Mu. Apa benar Kau akan menyiksaku setelah kuakui Engkau secara jujur, berdoa pada-Mu secara tulus, tunduk akan rububiyah-Mu?

هَيْهاتَ اَنْتَ اَكْرَمُ مِنْ اَنْ تُضَيِّعَ مَنْ رَبَّيْتَهُ اَوْ تُبْعِدَ مَنْ اَدْنَيْتَهُ اَوْ

Tidak… Engkau tidak mungkin menghempaskan begitu saja hamba yang telah Kau didik. Maha Mulia Engkau untuk menjauhkan hamba yang pernah Kau dekatkan dan Kau sayangi,

تُشَرِّدَ مَنْ اوَيْتَهُ اَوْ تُسَلِّمَ اِلَى الْبَلاءِ مَنْ كَفَيْتَهُ وَ رَحِمْتَهُ وَ لَيْتَ

dan menceburkannya dalam bala dan bencana padahal Engkau telah mencukupinya dan merahmatinya.

شِعْرى يا سَيِّدى وَ اِلهى وَ مَوْلاىَ اَتُسَلِّطُ النّارَ عَلى وُجُوهٍ خَرَّتْ

Aku ingin tahu, wahai Tuhanku… Apakah Kau akan membakar wajah-wajah yang telah tunduk

لِعَظَمَتِكَ ساجِدَةً وَ عَلى اَلْسُنٍ نَطَقَتْ بِتَوْحيدِكَ صادِقَةً وَ بِشُكْرِكَ

karena keagungan-Mu dalam sujud, Lidah yang mengucap tulus akan keesaan-Mu; hamba yang

مادِحَةً وَ عَلى قُلُوبٍ اعْتَرَفَتْ بِاِلهِيَّتِكَ مُحَقِّقَةً وَ عَلى ضَماَّئِرَ حَوَتْ

telah memuji-Mu karena mensyukuri-Mu; hamba yang mengaku di hatinya bahwa Engkau benar-benar Tuhannya; hamba yang

مِنَ الْعِلْمِ بِكَ حَتّى صارَتْ خاشِعَةً وَ عَلى جَوارِحَ سَعَتْ اِلى اَوْطانِ

hatinya penuh pengetahuan tentang-Mu hingga merasa takut; hamba yang tubuhnya bergegas dihantarkan menuju tempat ibadah-Mu

تَعَبُّدِكَ طاَّئِعَةً وَ اَشارَتْ بِاسْتِغْفارِكَ مُذْعِنَةً ما هكَذَا الظَّنُّ بِكَ وَ لا

dengan penuh kerinduan; dan mengisyarahkan istighfarnya dengan penuh harapan pengampunan. Sunggah tidak seperti itu prasangkaku

اُخْبِرْنا بِفَضْلِكَ عَنْكَ يا كَريمُ يا رَبِّ وَ اَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفى عَنْ قَليلٍ

Aku sering sekali mendengar tentang kemurahan-Mu. Wahai Yang Maha Pemurah waha Rabb-ku. Engkau tahu jelas betapa lemahnya aku

مِنْ بَلاَّءِ الدُّنْيا وَ عُقُوباتِها وَ ما يَجْرى فيها مِنَ الْمَكارِهِ عَلى اَهْلِها

yang tidak mampu bertahan atas bala di dunia dan hukuman yang sedikit ini, atas segala yang menimpa penduduknya dari kesusahan-kesusahan.

عَلى اَنَّ ذلِكَ بَلاَّءٌ وَ مَكْرُوهٌ قَليلٌ مَكْثُهُ يَسيرٌ بَقاَّئُهُ قَصيرٌ مُدَّتُهُ

Padahal bala dan kesusahan itu hanya sedikit, sebentar, dan pendek masanya.

فَكَيْفَ احْتِمالى لِبَلاَّءِ الاْخِرَةِ وَ جَليلِ وُقُوعِ الْمَكارِهِ فيها وَهُوَ بَلاَّءٌ

Lalu bagaimana mungkin daku bertahan dalam bala dan siksa akhirat dan segala hukuman yang ada di sana?

تَطُولُ مُدَّتُهُ وَ يَدُومُ مَقامُهُ وَ لا يُخَفَّفُ عَنْ اَهْلِهِ لاِنَّهُ لا يَكُونُ اِلاّ

Yang berlangsung lama dan tidak ada keringanan bagi penghuninya karena amarah-Mu…

عَنْ غَضَبِكَ وَاْنتِقامِكَ وَ سَخَطِكَ وَ هذا ما لا تَقُومُ لَهُ السَّمواتُ

Karena murka-Mu. Bahkan langit dan bumi pun tak mampu menahan siksa hukuman itu.

وَالاَْرْضُ يا سَيِّدِى فَكَيْفَ لى وَ اَنَا عَبْدُكَ الضَّعيفُ الذَّليلُ

Apa lagi aku? Aku hambamu yang lemah, hina,

الْحَقيرُ الْمِسْكينُ الْمُسْتَكينُ يا اِلهى وَ رَبّى وَ سَيِّدِى وَ مَوْلاىَ

malang, papa. Ya Tuhanku,

لاِىِّ الاُْمُورِ اِلَيْكَ اَشْكُو وَ لِما مِنْها اَضِجُّ وَ اَبْكى لاِليمِ الْعَذابِ

apa yang akan kuadukan pada-Mu di sana nanti? Karena apa kelak aku akan menangis di sana? Apakah karena pedihnya siksaan,

وَ شِدَّتِهِ اَمْ لِطُولِ الْبَلاَّءِ وَ مُدَّتِهِ فَلَئِنْ صَيَّرْتَنى لِلْعُقُوباتِ مَعَ

atau karena lamanya aku akan disiksa? Jika seandainya Kau akan mengumpulkanku bersama

اَعْدآئِكَ وَ جَمَعْتَ بَيْنى وَ بَيْنَ اَهْلِ بَلاَّئِكَ وَ فَرَّقْتَ بَيْنى وَ بَيْنَ

musuh-musuh-Mu, bersama penduduk neraka-Mu, dan Kau pisah aku dari

اَحِبّاَّئِكَ وَ اَوْلياَّئِكَ فَهَبْنى يا اِلهى وَ سَيِّدِى وَ مَوْلاىَ وَ رَبّى

hamba-hamba kecintaan-Mu, maka ya Tuhan,

صَبَرْتُ عَلى عَذابِكَ فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَلى فِراقِكَ وَ هَبْنى صَبَرْتُ عَلى

aku mungkin masih bisa bersabar atas siksaan itu. Namun bagaimana aku bisa bersabar atas perpisahan dari-Mu? Anggaplah aku tahan dengan

حَرِّ نارِكَ فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَنِ النَّظَرِ اِلى كَرامَتِكَ اَمْ كَيْفَ اَسْكُنُ فِى

panasnya api neraka-Mu, lalu bagaimana aku bisa bersabar untuk ingin merasakan kasih-Mu. Bagaimana aku tinggal di neraka?

النّارِ وَ رَجاَّئى عَفْوُكَ فَبِعِزَّتِكَ يا سَيِّدى وَ مَوْلاىَ اُقْسِمُ صادِقاً لَئِنْ

Sedang harapanku adalah maaf-Mu. Maka demi kemuliaan-Mu, wahai Tuhanku, aku bersumpah,

تَرَكْتَنى ناطِقاً لاَضِجَّنَّ اِلَيْكَ بَيْنَ اَهْلِها ضَجيجَ الاْ مِلينَ وَ لاَصْرُخَنَّ

jika engkau membiarkanku dapat berbicara di sana, aku akan berteriak

اِلَيْكَ صُراخَ الْمَسْتَصْرِخينَ وَ لاََبْكِيَنَّ عَلَيْكَ بُكاَّءَ الْفاقِدينَ

di tengah-tengah mereka memanggil-Mu, menangis karena kehilangan-Mu,

وَ لاَُنادِيَنَّكَ اَيْنَ كُنْتَ يا وَلِىَّ الْمُؤْمِنينَ يا غايَةَ امالِ الْعارِفينَ يا

akan kupanggil nama-Mu: di manakah Engkau wahai pengayom orang-orang yang beriman!? Wahai harapan orang-orang arif, wahai

غِياثَ الْمُسْتَغيثينَ يا حَبيبَ قُلُوبِ الصّادِقينَ وَ يا اِلهَ الْعالَمينَ

pertolongan hamba-hamba yang memohon pertolongan, wahai kecintaan hati-hati yang tulus, wahai Tuhan semesta alam.

اَفَتُراكَ سُبْحانَكَ يا اِلهى وَ بِحَمْدِكَ تَسْمَعُ فيها صَوْتَ عَبْدٍ مُسْلِمٍ

Tegakah Engkau wahai Tuhanku yang kupuji, mendengar suara hamba-Mu di sana

سُجِنَ فيها بِمُخالَفَتِهِ وَ ذاقَ طَعْمَ عَذابِها بِمَعْصِيَتِهِ وَ حُبِسَ بَيْنَ

yang kesakitan terkurung api neraka-Mu karena pertentangannya, merasakan siksa-Mu karena maksiatnya, terperangkap di antara lapisan-lapisannya

اَطْباقِها بِجُرْمِهِ وَ جَريرَتِهِ وَ هُوَ يَضِجُّ اِلَيْكَ ضَجيجَ مُؤَمِّلٍ لِرَحْمَتِكَ

karena kejahatannya, sedang ia memelas dan memohon rahmat-Mu,

وَ يُناديكَ بِلِسانِ اَهْلِ تَوْحيدِكَ وَ يَتَوَسَّلُ اِلَيْكَ بِرُبُوبِيَّتِكَ يا مَوْلاىَ

memanggilmu dengan lidah ahli Tauhid, bertawasul pada-Mu dengan rububiyah-Mu. Ya Rabbi,

فَكَيْفَ يَبْقى فِى الْعَذابِ وَ هُوَ يَرْجُوا ما سَلَفَ مِنْ حِلْمِكَ اَمْ كَيْفَ

bagaimana ia tetap berada dalam siksa sedang ia memohon apa yang ia dengar sebelumnya tentang ampun-Mu? Bagaimana

تُؤْلِمُهُ النّارُ وَ هُوَ يَأمُلُ فَضْلَكَ وَ رَحْمَتَكَ اَمْ كَيْفَ يُحْرِقُهُ لَهيبُها

api menyakitinya sedang ia senantiasa merenungi karunia dan rahmat-Mu?

وَ اَنْتَ تَسْمَعُ صَوْتَهُ وَ تَرى مَكانَهُ اَمْ كَيْفَ يَشْتَمِلُ عَلَيْهِ زَفيرُها

Engkau sendiri sedang mendengar suaranya, melihat di mana ia berada, yang sedemikian rupa disambar kobaran api

وَ اَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفَهُ اَمْ كَيْفَ يَتَقَلْقَلُ بَيْنَ اَطْباقِها وَ اَنْتَ تَعْلَمُ صِدْقَهُ اَمْ

padahal Kau tahu betapa ia lemah. Bagimana ia jatuh bangun di sana sedang Kau tahu ketulusannya?

كَيْفَ تَزْجُرُهُ زَبانِيَتُها وَ هُوَ يُناديكَ يا رَبَّهُ اَمْ كَيْفَ يَرْجُو فَضْلَكَ فى

Bangaimana para penjaga neraka menggiringnya dengan kasar sedang ia selalu merintih, “Ya Tuhanku…” Bagaimana ia mengharap kemurahan-Mu

عِتْقِهِ مِنْها فَتَتْرُكُهُ فيها هَيْهاتَ ما ذلِكَ الظَّنُ بِكَ وَ لاَالْمَعْرُوفُ مِنْ

namun Engkau meninggalkannya? Tidak, sungguh aku tidak menyangka Engkau akan seperti itu. Bukan seperti itu apa yang sering aku dengar

فَضْلِكَ وَ لا مُشْبِهٌ لِما عامَلْتَ بِهِ الْمُوَحِّدينَ مِنْ بِرِّكَ وَ اِحْسانِكَ

tentang kemurahan-Mu. Sama sekali tidak seperti bagaimana Engkau memperlakukan hamba-hamba yang mengesakan-Mu

فَبِالْيَقينِ اَقْطَعُ لَوْ لا ما حَكَمْتَ بِهِ مِنْ تَعْذيبِ جاحِديكَ وَ قَضَيْتَ

Dengan penuh yakin, jika seandainya Engkau tidak berjanji untuk menyiksa para pendosa-Mu, jika sebelumnya Engkau tidak

بِهِ مِنْ اِخْلادِ مُعانِديكَ لَجَعَلْتَ النّارَ كُلَّها بَرْداً وَ سَلاماً وَ ما كانَ

bertekat untuk mengekalkan musuh-musuh-Mu di sana, Engkau pasti telah menjadikan api neraka seluruhnya dingin dan tentram;

لاِحَدٍ فيها مَقَرّاً وَ لا مُقاماً لكِنَّكَ تَقَدَّسَتْ اَسْماَّؤُكَ اَقْسَمْتَ اَنْ

tidak akan ada satupun yang akan tinggal di sana. Namun amat suci nama-Mu. Engkau telah berjanji

تَمْلاَها مِنَ الْكافِرينَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنّاسِ اَجْمَعينَ وَ اَنْ تُخَلِّدَ فيهَا

untuk memenuhinya dengan orang-orang kafir, baik dari jin maupun manusia, dan mengkekalkan di dalamnya

الْمُعانِدينَ وَ اَنْتَ جَلَّ ثَناؤُكَ قُلْتَ مُبْتَدِئاً وَ تَطَوَّلْتَ بِالاِْنْعامِ مُتَكَرِّماً

orang-orang yang menentang. Engkau juga telah berkata sebelumnya, dan telah menganugerahkan nikmat-nikmat ini atas kedermawanan-Mu,

اَفَمَنْ كانَ مُؤْمِناً كَمَنْ كانَ فاسِقاً لا يَسْتَوُونَ اِلهى وَ سَيِّدى

seraya Kau katakan, “Apakah orang yang beriman sama dengan orang fasik? Sungguh berbeda.” Ya Ilahi, wahai junjunganku,

فَاَسْئَلُكَ بِالْقُدْرَةِ الَّتى قَدَّرْتَها وَ بِالْقَضِيَّةِ الَّتى حَتَمْتَها وَ حَكَمْتَها

maka aku memohon dengan kekuatan yang telah Kau kudratkan, dan dengan keputusan yang telah Kau putuskan dan pastikan,

وَ غَلَبْتَ مَنْ عَلَيْهِ اَجْرَيْتَها اَنْ تَهَبَ لى فى هذِهِ اللَّيْلَةِ وَ فى هذِهِ

dan telah Kau menangi siapapun yang Kau berlakukan itu atasnya, agar Kau memberikan daku di malam ini,

السّاعَةِ كُلَّ جُرْمٍ اَجْرَمْتُهُ وَ كُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ وَ كُلَّ قَبِيحٍ اَسْرَرْتُهُ وَ كُلَّ

dan detik ini juga, anugrah maaf atas segala kejahaan yang telah kujalani, juga dosa yang telah kulakukan, keburukan yang telah kusembunyikan, dan segala

جَهْلٍ عَمِلْتُهُ كَتَمْتُهُ اَوْ اَعْلَنْتُهُ اَخْفَيْتُهُ اَوْ اَظْهَرْتُهُ وَ كُلَّ سَيِّئَةٍ اَمَرْتَ

kebodohan yang telah kulakukan; baik diam-diam atau terang-terangan; kusembunyikan atau kutampakkan; dan segala nista yang telah kau perintahkan

بِاِثْباتِهَا الْكِرامَ الْكاتِبينَ الَّذينَ وَكَّلْتَهُمْ بِحِفْظِ ما يَكُونُ مِنّى

para malaikat mulia untuk mencatatnya, yang Kau percaya untuk mengingat apa yang telah kukerjakan

وَ جَعَلْتَهُمْ شُهُوداً عَلَىَّ مَعَ جَوارِحى وَ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقيبَ عَلَىَّ مِنْ

dan Kau jadikan mereka saksi atas apa yang dilakukan anggota tubuhku. Engkau juga selalu ada di

وَراَّئِهِمْ وَالشّاهِدَ لِما خَفِىَ عَنْهُمْ وَ بِرَحْمَتِكَ اَخْفَيْتَهُ وَ بِفَضْلِكَ

belakang mereka, dan menyaksikan apa yang tidak mereka saksikan. Karena rahmat-Mu pula semua keburukan itu Kau tutupi.

سَتَرْتَهُ وَ اَنْ تُوَفِّرَ حَظّى مِنْ كُلِّ خَيْرٍ اَنْزَلْتَهُ اَوْ اِحْسانٍ فَضَّلْتَهُ اَوْ بِرٍّ

Aku juga memohon agar memenuhi nasibku ini dengan segala kebaikan yang Kau turunkan, cinta dan kasih sayang yang Kau anugerahkan;

نَشَرْتَهُ اَوْ رِزْقٍ بَسَطْتَهُ اَوْ ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ اَوْ خَطَاءٍ تَسْتُرُهُ يا رَبِّ يا رَبِّ

lingkupi aku dengan kebaikan yang Kau tebar, rizki yang kau gelar, pengampunan atas dosa, juga tutupi kejelekanku ini. Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi.

يا رَبِّ يا اِلهى وَ سَيِّدى وَ مَوْلاىَ وَ مالِكَ رِقّى يا مَنْ بِيَدِهِ

Ya Allah wahai Tuhanku, Tuanku, dan pemilik diriku, wahai yang

ناصِيَتى يا عَليماً بِضُرّى وَ مَسْكَنَتى يا خَبيراً بِفَقْرى وَ فاقَتى

menguasai ikhtiarku, wahai yang tahu buruk dan malangnya aku, wahai yang mendengar fakir dan miskinnya hambamu ini,

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ اَسْئَلُكَ بِحَقِّكَ وَ قُدْسِكَ وَ اَعْظَمِ صِفاتِكَ

ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi, aku memohon pada-Mu demi hak-Mu, kudus-Mu, dan sifat-sifat agung-Mu…

وَ اَسْماَّئِكَ اَنْ تَجْعَلَ اَوْقاتى مِنَ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ بِذِكْرِكَ مَعْمُورَةً

juga dengan nama-nama-Mu, agar Kau jadikan waktu-waktuku di malam dan siang hari penuh dengan dzikir pada-Mu

وَ بِخِدْمَتِكَ مَوْصُولَةً وَ اَعْمالى عِنْدَكَ مَقْبُولَةً حَتّى تَكُونَ اَعْمالى

khidmat untuk-Mu selalu, dan Kau terima amal-amalku; sehingga segala yang kulakukan

وَ اَوْرادى كُلُّها وِرْداً واحِداً وَ حالى فى خِدْمَتِكَ سَرْمَداً يا سَيِّدى يا

bagaikan wirid-wirid yang satu, dan aku selalu dalam keadaan berkhidmat untukmu.

مَنْ عَلَيْهِ مُعَوَّلى يا مَنْ اِلَيْهِ شَكَوْتُ اَحْوالى يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ

Wahai sandaranku, wahai tempatku mengadukan kondisiku, ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi,

قَوِّ عَلى خِدْمَتِكَ جَوارِحى وَاشْدُدْ عَلَى الْعَزيمَةِ جَوانِحى وَ هَبْ لِىَ

kuatkanlah tubuh hambamu untuk berkhidmat, kokohkan tekatku, berilah aku

الْجِدَّ فى خَشْيَتِكَ وَالدَّوامَ فِى الاِْتِّصالِ بِخِدْمَتِكَ حَتّى اَسْرَحَ اِلَيْكَ

kesungguhan dalam berkhusyuk, istiqamah untuk selalu terus menerus berkhidmat, sehingga aku dapat bergegas menuju-Mu

فى مَيادينِ السّابِقينَ وَ اُسْرِعَ اِلَيْكَ فِى الْبارِزينَ وَ اَشْتاقَ اِلى

di medan-medan para kekasih-Mu yang menuju, menyusul menjadi yang terdepan, merindukan

قُرْبِكَ فِى الْمُشْتاقينَ وَ اَدْنُوَ مِنْكَ دُنُوَّ الْمُخْلِصينَ وَ اَخافَكَ مَخافَةَ

kedekatan dengan-Mu seperti para perindu lainnya, menjadi lebih dekat sebagaimana orang-orang yang ikhlas, takut akan azab-Mu

الْمُوقِنينَ وَ اَجْتَمِعَ فى جِوارِكَ مَعَ الْمُؤْمِنينَ اَللّهُمَّ وَ مَنْ اَرادَنى

seperti takutnya mereka yang yakin, lalu aku berkumpul di sisi-Mu dengan orang-orang yang beriman. Ya Allah, siapapun yang menginginkan keburukan untukku

بِسُوَّءٍ فَاَرِدْهُ وَ مَنْ كادَنى فَكِدْهُ وَاجْعَلْنى مِنْ اَحْسَنِ عَبيدِكَ نَصيباً

maka tolaklah, siapapun yang dengki padaku dengkilah padanya, dan jadikan aku hamba yang paling bagus nasibnya di sisi-Mu

عِنْدَكَ وَ اَقْرَبِهِمْ مَنْزِلَةً مِنْكَ وَ اَخَصِّهِمْ زُلْفَةً لَدَيْكَ فَاِنَّهُ لا يُنالُ ذلِكَ

dn paling dekat kedudukannya dengan-Mu, yang paling istimewa martabatnya di hadapan-Mu. Sungguh itu semua tidak akan dapat digapai

اِلاّ بِفَضْلِكَ وَ جُدْلى بِجُودِكَ وَاعْطِفْ عَلَىَّ بِمَجْدِكَ وَاحْفَظْنى

kecuali dengan karunia-Mu. Bermurah hatilah padaku dengan kemurah-hatian-Mu, torehkan perhatian-Mu padaku dengan keagungan-Mu

بِرَحْمَتِكَ وَاجْعَلْ لِسانى بِذِكْرِكَ لَهِجاً وَ قَلْبى بِحُبِّكَ مُتَيَّماً وَ مُنَّ

dengan rahmat-Mu jadikan lidah ini senantiasa menyebut-Mu dengan nyata, dan hatiku penuh cinta-Mu

عَلَىَّ بِحُسْنِ اِجابَتِكَ وَ اَقِلْنى عَثْرَتى وَاغْفِرْ زَلَّتى فَاِنَّكَ قَضَيْتَ

karuniakan daku jawaban doa, kurangi ketergelinciranku, ampuni kesalahanku. Sesungguhnya Engkau telah

عَلى عِبادِكَ بِعِبادَتِكَ وَ اَمَرْتَهُمْ بِدُعاَّئِكَ وَ ضَمِنْتَ لَهُمُ الاِْجابَةَ

memerintahkan hamba-hamba-Mu untuk menyembah-Mu, menyuruh mereka berdoa, dan Kau janjikan jawaban serta ijabah

فَاِلَيْكَ يا رَبِّ نَصَبْتُ وَجْهى وَ اِلَيْكَ يا رَبِّ مَدَدْتُ يَدى فَبِعِزَّتِكَ

maka kini kutengadahkan wajahku pada-Mu, dan kepada-Mu ya Tuhan kuangkat kedua tanganku,

اسْتَجِبْ لى دُعاَّئى وَ بَلِّغْنى مُناىَ وَ لا تَقْطَعْ مِنْ فَضْلِكَ رَجاَّئى

demi kesucian-Mu, jawablah doaku ini, sampaikan aku kepada harapanku, jangan Kau potong harapan ini terhadap kemurahan-Mu,

وَاكْفِنى شَرَّ الْجِنِّ وَالاِْنْسِ مِنْ اَعْدآئى يا سَريعَ الرِّضا اِغْفِرْ لِمَنْ لا

jagalah aku dari keburukan jin dan manusia, dari golongan musuh-musuhku… Wahai Tuhan yang cepat ridha-Nya, ampuni hamba

يَمْلِكُ اِلا الدُّعاَّءَ فَاِنَّكَ فَعّالٌ لِما تَشاَّءُ يا مَنِ اسْمُهُ دَوآءٌ وَ ذِكْرُهُ

yang tidak memiliki apapun selain doa. Sesungguhnya Engkau maha melakukan apapun yang Kau inginkan. Wahai yang nama-Nya adalah obat, dan mengingat-Nya

شِفاَّءٌ وَ طاعَتُهُ غِنىً اِرْحَمْ مَنْ رَأسُ مالِهِ الرَّجاَّءُ وَ سِلاحُهُ الْبُكاَّءُ يا

adalah kesembuhan, taat padanya adalah kekayaan, kasihi orang yang modalnya hanya harapan, senjatanya adalah tangisan, wahai

سابِغَ النِّعَمِ يا دافِعَ النِّقَمِ يا نُورَ الْمُسْتَوْحِشينَ فِى الظُّلَمِ يا عالِماً

yang selalu memberi nikmat, mencegah keburukan, wahai cahaya orang yang mencari pelita di kegelapan, wahai yang mengetahui

لا يُعَلَّمُ صَلِّ عَلى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَافْعَلْ بى ما اَنْتَ اَهْلُهُ وَ صَلَّى

tanpa diberi tahu, curahkanlah shalawat-Mu pada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan perlakukan daku sebagaimana menurutmu layak Kau perlakukan.

اللّهُ عَلى رَسُولِهِ وَالاْئِمَّةِ الْمَيامينَ مِنْ الِهِ وَ سَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً

Semoga Allah senantiasa menyampaikan salam sejahtera shalawat kepada utusan-Nya dan para imam dari keluarganya sebanyak-banyaknya.